Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

ATASI PERMASALAHAN REMAJA DENGAN KLINIK REMAJA PUSKESMAS SEBULU II

Senin, 9 Mei 2016

Penjelasan Tentang Bahaya Pergaulan Bebas

KUKAR : “Salah Satu Program Unggulan Untuk Maju Pada Ajang Puskesmas Berprestasi Tingkat Propinsi Kaltim 2016” Dari kajian ilmiah Puskesmas dan laporan dari beberapa sekolah menengah di wilayah Puskesmas Sebulu II menjukkan sesuatu yang mencengangkan.  Tahun 2009 terdapat 16 kasus drop out akibat kehamilan yang tidak diinginkan pada siswi salah satu sekolah, sekitar 40% siswa melakukan pacaran dengan cara seks bebas dan kasus penyalahgunaan obat-obat psikotopika yang tidak sedikit, Ujar Asih, petugas koordinator Klinik Remaja.

 Menimbang dari kondisi tersebut, Puskesmas Sebulu II membuat Program Klinik Remaja yang mempunyai konsep dasar membantu remaja terkait dengan permasalahan yang mereka hadapi. Permasalahan ini meliputi permasalahan hubungan dengan pacar, reproduksi remaja, penyalahgunaan zat-zat berbahaya, permasalahan dengan orang tua dan sebagainya.

 

 Konsultasi

 

Asih menambahkan, proses awal yang dilakukan pihak puskesmas adalah menguatkan kesepahaman dengan seluruh jajaran staf, dilanjutkan dengan advokasi program ke kecamatan dan pihak sekolah. Setelah mendapat dukungan dari berbagai pihak, kemudian dilakukan pelatihan bagi siswa – siswa yang mewakili sekolah sebagai konselor sebaya.

 Tugas dari konselor sebaya adalah mengidentifikasi dan mendekati teman remaja yang bermasalah disekolahnya, kemudian membantu, mengajak  dan mengarahkan remaja tersebut dalam menyelesaikan permasalahannya melalui konsultasi dengan petugas konseling klinik remaja di puskesmas baik melalui telepon maupun bertemu langsung. “Biasanya mereka minta bertemu langsung untuk konsultasi setelah jam pelayanan puskesmas tutup atau sebagian mereka meminta konsultasi via telepon” Ujar Asih.

 

Setiap tahun selalu  dilakukan pengkaderan ulang konselor remaja, oleh karena kader yang sudah senior akan lulus pada tahun berikutnya untuk diganti dengan kader-kader konsleor yang baru.

 

Sejak diluncurkan tahun 2009, program klinik remaja ini sudah menangani berbagai permasalahan remaja. Baik yang masih tingkat sekolah dasar, sekolah lanjutan dan sekolah menengah.

 

Kegiatan rutin yang dilakukan oleh Tim Konselor Klinik Remaja adalah penyuluhan, bimbingan, dan konseling yang bekerja ssama dengan sekolah setempat, kepolisian dan SKPD lain yang terkait.

 

Dari hasil evaluasi keberhasilan program berjalan  selama enam tahun, telah ada penurunan angka droup out siswa di semua sekolah lanjutan, meskipun angaka penurunannya belum sesuai harapan pengelola klinik remaja tersebut. Menurut Asih, optimalisasi program ini dapat dicapai apabila peran orang tua yang menjadi kunci utama ikut memberi bekal dan pengawasan kepada anak remaja akan pergaulan yang sehat. Demikian juga peran sekolah serta sektor lain menjadi penting untuk penguatan mental dari siswa-siswi tersebut dalam menanggulangi masalah mereka. (waa) 

Keterangan Gambar ke3

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 17
Hari ini: 12
Total: 9787