Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

AUDIT PIAGAM BINTANG KEAMANAN PANGAN KANTIN SEKOLAH DI 2 (DUA) SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Jumat, 20 Oktober 2017

“Beberapa Sekolah Lain di Kukar, Siap Dinilai oleh Tim Penilai Balai Besar POM Samarinda Dari Segi Keamanan Pangan Kantin Anak Sekolah” Kadinkes Melalui Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan.

 

KUKAR : Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan gerakan nasional yang diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia yang mengedepankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat. Dalam pelaksanaannya, GERMAS memiliki beberapa program yang melibatkan berbagai macam instansi negara, salah satunya adalah Program Konsumsi Pangan Sehat.

Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) berperan penting dalam pemenuhan asupan energy dan gizi anak usia sekolah. Namun bahaya mikrobiologi, fisik maupun kimia sangat mungkin mencemari PJAS karena praktik keamanan pangan yang buruk dan lingkungan yang tercemar. Oleh karena itu, pengawasan keamanan PJAS dan juga pembinaan produsen, penjaja serta konsumen PJAS harus dilakukan secara holistik agar keamanan PJAS sejak diproduksi hingga dikonsumsi tetap terjamin. Aksi Nasional Gerakan menuju Pangan Jajanan Anak Sekolah yang Aman, Bermutu, dan Bergizi (Aksi Nasional PJAS) telah dicanangkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pada tanggal 31 Januari 2011 sebagai gerakan untuk meningkatkan PJAS yang aman, bermutu, dan bergizi melalui peran serta aktif yang lebih terpadu dari seluruh kementerian, lembaga pemerintah, dan lintas sektor di pusat maupun di daerah serta pemberdayan komunitas sekolah harus ditingkatkan intensitas program dan luas cakupannya.

Gerakan Konsumsi Pangan Aman melalui Kantin Sehat sebagai bagian program konsumsi panagn sehat dan tindak lanjut dari AN-PJAS diharapkan dapat berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat. Target dari Gerakan Konsumsi Pangan Aman melalui Kantin Sehat adalah penurunan persentase PJAS yang tidak memenuhi syarat (TMS), peningkatan perlindungan hak anak untuk memperoleh pangan sekolah yang aman dan untuk memperoleh informasi keamanan pangan serta adanya perubahan perilaku siswa, orangtua siswa, guru, pedagang pangan, dan pengelola kantin.

Badan POM dalam hal ini melalui Balai Besar POM di Samarinda telah melaksanakan Pelatihan Piagam Bintang Bagi Keamanan Pangan Kantin Sekolah (PBKP-KS) bagi beberapa Sekolah di Kabupaten Kutai Kartanegara. “Tahun ini Kukar menyiapkan beberapa sekolah untuk dilakukan audit Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah hal ini untuk memotivasi setiap sekolah dalam  pengelolaan kantin sehat” Ujar Kadinkes Kukar melalui Dewi Kepala Seksi Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan saat ditemui di Lokasi SDN 002 Tenggarong. (19/10).

Lanjut Dewi, Penilaian atau Audit Piagam Bintang Kantin Sekolah merupakan bentuk penilaian kepada sekolah terhadap pengelolaan kantin yang sehat serta merupakan program pembinaan terhadap Pangan Jajajan Anak Sekolah. Program ini bertujuan melihat sejauh mana  prinsip-prinsip keamanan pangan terutama higiene sanitasi pangan  diterapkan pada kantin sekolah sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Disamping itu, Kegiatan ini untuk mendorong para anggota di komunitas sekolah termasuk pengelola kantin/penjaja pangan di kantin sekolah mampu menerapkan praktek keamanan pangan dengan baik dan konsisten

Ia juga menjelaskan kriteria penilaian/audit dalam Piagam Bintang ini meliputi hygiene  pengelola kantin, penanganan, pengolahan dan penyajian pangan serta pengendalian hama, sanitasi tempat dan peralatan makan.

Sekolah yang akan dilakukan audit Piagam Bintang adalah SDN 002, SDN 003, SMPN 2, SMKN 1, SD IT Nurul Ilmi,  SDN 028, SDN 008 dan SDN 012 yang semuanya berada diwilayah Tenggarong. “Audit Piagam Bintang terhadap sekolah tersebut dilakukan secara bertahap mulai hari ini (Kamis, red) sampai Selasa depan” Ujar Dewi.

Sementara itu, Kristin selaku Ketua didampingi tiga anggota Tim Audit Piagam Bintang dari Balai Besar POM Samarinda menjelaskan bahwa dalam proses penerapan piagam bintang ini diawali dengan penjaringan kader dari lingkungan puskesmas untuk dijadikan fasilitator PJAS. “Setiap fasilitator bertanggung jawab terhadap pembinaan kantin sehat di sepuluh sekolah, sebenarnya di Kukar sudah dilatih dua orang dari kalangan mahasiswa dan satu tenaga sanitarian dari Puskesmas Mangkurawang” Ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Dewi berharap lebih banyak lagi tenaga Puskesmas yang akan dilatih menjadi fasilitator PJAS untuk mendampingi sekolah di wilayahnya sehingga kegiatan ini akan terus berkelanjutan di tahun depan.

Hari ini (19/10), Tim Audit Piagam Bintang mengunjungi SDN 002 dan 003 Tenggarong didampingi Tim dari Bidang SDK, Kesmas  dan P2PL Dinas Kesehatan dan  Pengawas Sekolah Dasar dari Dinas Pendidikan.

Menurut Tim Audit Piagam Bintang, seperti yang disampaikan oleh Dewi, mengatakan bahwa hasil audit di SDN 002 memperoleh skore 85,1 dan ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi.

Sementara itu, SDN 003 mendapatkan skore 80 dengan syarat, ada beberapa temuan yang harus ditindaklanjuti.

Berkaitan dengan harapannya, Dewi  pada kegiatan ini akan melakukan koordinasi dengan program dan bidang terkait di Dinas Kesehatan dan puskesmas agar tahun depan lebih banyak lagi bisa mengikutkan sekolah dalam ajang penilaiana Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah.

 

“Ini adalah program baru bagi Puskesmas, maka Kepala Puskesmas harus mengalokasikan anggarannya untuk menunjang kegiatan tersebut dan melibatkan beberapa program terkait diantaranya Farmasi, Sanitarian, UKS, dan Promosi Kesehatan” Pungkas Dewi. (waa)

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 8
Hari ini: 17
Total: 10279