Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

BANGUNAN BARU PUSKESMAS KOTA BANGUN RESMI BEROPERASI

Kamis, 2 Mei 2019

 

“Ini merupakan bentuk Komitmen pemerintah dalam upaya meningkatkan indeks kesehatan masyarakat di Kutai Kartanegara khususnya di Kecamatan Kota Bangun” Boma,Plt Kadinkes Kukar

KUKAR : Kabupaten Kutai Kartanegara masih dihadapkan pada persoalan besar terkait tingginya kematian ibu melahirkan, kasus gizi buruk dan persoalan stunting. Namun upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui leading sektor dinas kesehatan tidak pernah berhenti, salah satunya adalah menguatkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan. “Kita sudah dibangunkan Puskesmas yang baik, maka saya pesankan untuk lebih meningkatkan kinerja pelayanannya dan jalin kerja sama serta komunikasi dengan masyarakat dalam rangka untuk mengoptimalkan pelayanan tersebut” Ujar Boma Plt kadinkes, saat memberikan sambutan pada acara peresmian bangunan Puskesmas Kota Bangun (29/04).

Lebih lanjut Boma menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai masih dihadapkan pada persoalan kematian ibu, meskipun sudah ada penurunan kematian ibu dari 35 kasus pada tahun 2017 dan 22 kasus pada tahun 2018 namun hal ini menandakan masih ada jatuhnya korban ibu yang melahirkan. “bagaimanapun penurunan angka itu, masih menyisahkan pekerjaan rumah (Puskesmas) untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada ibu hamil dalam mencegah kematiannya” Tegas Boma.

Ia juga berpesan agar pihak kecamatan dan stake holder tingkat kecamatan ikut berperan membantu dan memberikan saran terhadap kinerja Puskesmas khususnya dalam upaya bersama-sama untuk menurunkan kematian ibu dan penurunan kasus stunting. “Puskesmas tidak bisa bekerja sendiri dan pasti memerlukan dukungan dari banyak pihak” terang Boma.

Sementara itu Edi Damansyah Bupati Kutai Kartanegara dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pembanguan Gedung Baru Puskesmas Kota Bangun ini merupakan salah satu komitmen pemerintah kabupaten memenuhi kebutuhan infrastruktur bidang pelayanan kesehatan  secara standar dan akan dilakukan secara bertahap diseluruh kabupaten Kukar.

Ia menekankan bahwa membangun fisik puskesmas bisa dilakukan secara cepat dan mudah, namun membangun budaya kerja dan perubahan manajemen kinerja memerlukan waktu yang relatif lama “Pasti ada resistensi dan penolakan didalam internal organisasi dari teman-teman yang berada pada zona nyaman namun pimpinan Puskesmas harus tegar dan kuat” ungkap Edi.

Selanjutnya ia berharap perubahan budaya kerja ini harus diikuti perubahan manajemen yang dilakukan sesuai standar dan prosedur. Kinerja baru nantinya mampu memberikan keseimbangan dengan harapan dan kepuasan masyarakat.

Sehubungan dengan tersebut Edi mengharapkan kepala Puskesmas bersama Camat, Danramil dan stake holder lainnya memantau kondisi kesehatan masyarakat dan menyerap masukan dari masyarakat dalam rangka meningkatkan pelayanannya.

Yang tidak kalah pentingnya adalah Puskesmas harus memiliki data base yang bagus sebagai bagian dari profil kesehatan sehingga dapat melakukan tindakan yang baik dalam melakukan upaya prevensi dan penangan kasus secara cepat, terutama terkait dengan penurunan kematian ibu dan stunting serta masalah kesehatan krusial lainnya.

 

Meskipun demikian Edi tetap optimis bahwa perbaikan pelayanan kesehatan secara berangsur akan terwujud asal didukung dengan perubahan manajemen budaya kerja dan pemanfaatan basis data untuk perencanaan. (waa)

 

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 24
Hari ini: 40
Total: 13900