Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

BANK SAMPAH KAHALA LESTARI TETAP EKSIS

Selasa, 22 Mei 2018

“Untuk Menguatkan Prosesnya Pemerintah Desa Memberikan Bantuan berupa Insentif Bagi Kader Bank Sampah” Kapus PKM Kahala disampikan Rahman Hakim staf Teknis Kesling

KAHALA - KUKAR : Bukanlah hal mudah mempertahankan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat Gerakan Bank Sampah Kahala Lestari yang sudah berjalan sejak Tahun 2014 yang digagas oleh petugas Kesling Puskesmas Kahala. Kondisi ini berawal dari keprihatinan perilaku masyarakat Kahala yang mempunyai kebiasaan membuang sampah di kolong rumah, di sungai dan bahkan ada yang dibakar serta tidak adanya  petugas pengelolaan sampah diwilayah tersebut. Hal ini yang menggugah hati Rahman Petugas Kesling Puskesmas Kahala untuk mengatasi persoalan tersebut dengan merintis program bank Sampah khususnya di desa Kahala. “ Sejak ada Rumah Bank Sampah di desa Kahala, Masyarakat sudah mulai memanfaatkan sampah terutama jenis sampah plastik dan kertas untuk dikirim ke Bank Sampah sebagai tabungan bernilai ekonomis” Ujar Rahman saat ditemui dikantornya awal Mei lalu.

Lanjutnya, ia memulai gerakan penanggulangan sampah di kecamatan Kahala dimulai sejak Tahun 2011 dengan menggalakkan kegiatan penyuluhan, namun tidak berdampak pada perubahan perilaku masyarakat. “Kegiatan Penyuluhan penanggulangan sampah sudah sering kami lakukan, namun tidak memberi dampak pada perubahan perilaku  masyarakat serta memboroskan anggaran Puskesmas, oleh karena itu perlu terobosan dengan aksi yang nyata dengan membangun Gerakan Bank Sampah” Ujar Rahman, yang kemudian disampaikan kepada Kepala Puskesmas. 

 

Ia mulai gerakan ini dengan melakukan sosialisasi dan advokasi fokus ke Desa Kahala. Pendekatan tersebut disambut positif oleh Kepala Desa sebagai gerakan Bank Sampah percontohan kecamatan kahala. Desa Kahala mengalokasikan anggaran untuk mendukung gerakan ini, dan pada tahun 2016 Rumah Bank Sampah telah terbangun. “Setelah pihak desa menyampaikan bangunan Rumah Bank Sampah sudah selesai dan menyerahkan proses selanjutnya, maka saya langsung mengimplementasikan Gerakan ini yang kami namankan Bank Sampah Kahala Lestari yang berarti Lingkungan Etam Sehat Tertata Rapi. “Ungkapnya.

Dalam penerapannya, Rahman yang masih berstatus Tenaga Harian Lepas (THL) ini menjelaskan, ia mengumpulkan seluruh Ketua RT, Tokoh Masyarakat dan Organisasi bidang lingkungan serta mendatangi sekolah-sekolah untuk diberikan pemahaman tentang Gerakan Bank Sampah dan meminta dukungan untuk gerakan ini. 

Setelah pengurus Bank Sampah dibentuk dari anggota masyarakat Desa Kahala, maka mereka mulai membagi tugas melakukan kunjungan ke masyarakat dan sebagian ke sekolah – sekolah untuk mengumpulkan jenis-jenis sampah yang bernilai ekonomis. Seperti sampah botol, kertas dan plastik.

Setiap sampah yang dikumpulkan dari masyarakat ditimbang berdasarkan jenis sampah dan harga yang sudah ditentukan. Seperti layaknya mekanisme menabung di Bank konvensional, Sampah yang sudah terkumpul dan dikemas akan dibeli oleh pengumpul sampah dari Tenggarong. Uang hasil penjualan sampah tersebut dibagikan ke masyarakat sesuai nama dan jumlah kilogram sampah yang ditabung.

Pada tahun pertama selama enam bulan terkumpul lebih kurang 900 kilogram sampah dari 41 nasabah, dengan nilai uang lebih dari tiga juta rupiah. “Sebelumnya sampah-sampah dengan berat hampir satu ton dibuang mengotori lingkungan, namun sekarang sampah tersebut mampu bernilai ekonomis” Ujar Hakim.

Sejak munculnya gerakan tersebut, bantuan mulai berdatangan. Selain bantuan dari BLHD dan Forum Kabupaten Sehat berupa mesin komposter dan Motor Gerobak, tahun ini Pemerintah Desa mengalokasikan dana insentif untuk kader Bank Sampah setiap bulan. “Bantuan dari pemerintah desa berupa dana khusus untuk kader Bank Sampah yang diserahkan setiap bulan, dan hal ini mampu menambah semangat para kader tersebut”. Ujar Rahman.

Selain itu, pihak BLHD memberikan dukungan berupa Bimbingan Teknis Pengelolaan Bank Sampah bagi kader pengelola sampah berbasis masyarakat. “Seluruh kader kelompok Bank Sampah Kahala Lestari diberikan bimbingan teknis cara pengelolaan dan daur ulang sampah rumah tangga oleh BLHD Kukar” ungkap Rahman.

 

Untuk menguatkan gerakan ini pihak Puskesmas  sudah meminta kepada Kepala Desa untuk merencanakan pembuatan TPS dan TPA di Desa Kahala sekaligus mengaktifkan mobil Bank Sampah yang masih memerlukan perbaikan.

Lebih lanjut ia mengatakan, Pengelola Bank sampah harus profesional dan harus mengembangkan inovasi. Selain itu sudah ada rencana kerjasama dengan PNPM Mandiri untuk program daur ulang sampah menjadi jadi kerajinan tas, cendera mata dan barang fungsional lainnya. 

Kepala Puskesmas Kahala didampingi Rahman juga menjelaskan optimalisasi dan pengembangan gerakan Bank Sampah Lestari sudah dilakukan di dua desa yaitu Semayang dan Tuana Tuha. “Kami mengusulkan pada kepala Desa kahala untuk membuat TPS dan TPA agar lebih mengoptimalkan perilaku sehat masyarakat dalam membuang sampah, dan selanjutnya Puskesmas sudah memfasilitasi desa yang lain untuk pengembangan gerakan Bank Sampah Lestari ini” Pungkasnya.

 

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 67
Hari ini: 26
Total: 10276