Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

BERANTAS KUSTA, DINKES SURVEY DI EMPAT KECAMATAN

Kamis, 10 Agustus 2017

“Bila Ditemukan Penderita Positif Maka Puskesmas Harus Memantau Pengobatan Sampai Sembuh Jangan Sampai DO” Kasi P2P Disampaikan Oleh Rahmat

TENGGARONG- Kukar masih dibayangi Kasus Kusta, Hal ini yang memicu Dinkes Kukar bekerjasama dengan Dinkes Kaltim melakukan Survey penyebaran penyakit Kusta di empat kecamatan. Selain survey juga dilakukan sosialisasi tentang penyakit Kusta di masyarakat. “Survai ini dilakukan agar ditemukan penderita kusta yang ada di masyarakat khususnya Kecamatan Marang Kayu, Muara Badak,  Loa Janan, dan Loa kulu” kata Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Triatmo, yang didampingi staf teknis, Rahmat, belum lama ini.

Sementara itu Rahmat menjelaskan bahwa Dari hasil survai di empat kecamatan, telah diperiksa sebanyak 789 oang dan didapatkan 52 orang suspect, 2 orang positif dengan jenis Kusta Pouzi Baciler  dan 6 orang dengan jenis Kusta Multi Baciler.

Menghadapi kasus yang positif ditemukan, Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat langsung memberikan pengobatan kepada penderita tersebut. Rahmat meminta kepada Puskesmas untuk melakukan tindak lanjut kontak serumah yaitu pemeriksaan kepada keluarga penderita dan tetanggga dekatnya sekaligus melakukan pemantauan pengobatan sampai sembuh.

“Untuk kasus yang Suspect, maka kami menekankan pada petugas P2 Puskesmas untuk memantau perkembangan gejalanya selama 3 – 6 bulan, bila positif maka dilakukan tindakan pengobatan dan pemantauan sampai sembuh” Ujar Rahmat.

Dia menambahkan,  tindakan penyembuhan bagi pasien kusta akan lebih cepat, jika pasien terbuka atau tidak pasif melaporkan bahwa dirinya mengidap Kusta. Alangkah lebih baik, apabila sudah menemukan gejala dini, seperti didapati bintik putih dan merah pada kulit, cepat melaporkan ke puskesmas atau ke petugas pelayanan kesehatan terdekat.

“Biasanya pengidap tidak melapor kalau belum cacat, karena kalau sudah cacat dipastikan sudah merasa terganggu, baru mau melapor. Pengobatan sudah dalam keadaan cacat, kustanya bisa disembuhkan, Cuma sangat disayangkan tubuh si penderita sudah cacat. Lebih bagus cepat melapor ketika terdapat gejala Kusta,”ujarnya.

Sementara itu Triatmo mengatakan bahwa Dinas Kesehatan akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan secara terus menerus terhadap kinerja petugas lapangan agar kasus Kusta di Kukar dapat ditangani secara tuntas.

 

“Survey dan eleminasi di Kukar terhadap penderita Kusta akan terus dilakukan untuk mewujudkan program Nasional, Indonesia bebas Kusta tahun 2019 nanti,” pungkasnya. 

Simpan sebagai :

Berita terkait :