Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

BUPATI DUKUNG GELAR KAMPANYE IMUNISASI MR DI KUKAR

Selasa, 17 Juli 2018

“Libatkan semua lintas sektor terkait dan CSR serta manfaatkan media promosi pada setiap momen untuk diisi dengan pesan kampanye imunisasi Measles Rubella (MR)” Ujar Damansyah Plt. Bupati Kukar

 

Kukar : Kabupaten Kutai Kartanegara dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga di Propinsi Kalimantan Timur ikut berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian Rubella pada Tahun 2020, sebagaimana Komitmen ini sudah dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada tahun lalu. “Wujud komitmen ini, kami awali dengan kegiatan sosialisasi dan advokasi kampanye Measles  Rubella (MR) bagi seluruh jajaran Camat, Lurah, Kepala Desa,  Organisasi PKK, organisasi profesi, lintas sektor terkait, rumah sakit dan jajaran kesehatan sendiri. Kegiatan ini kami laksanakan di Ruang Aula Kantor Bappeda yang dibuka oleh Plt. Bupati Kukar” Ujar dokter Yaya Kabid P2PL Dinkes Kukar saat ditemui di lokasi. (16/7)

 

Dalam sambutannya, dokter Yaya mengatakan bahwa kegiatan ini didampingi oleh Safrial, Kasubdit Imunisasi,  Nara Sumber dari Kementrian Kesehatan,  dan dokter Frenky pendamping Teknis dari UNICEF. Ia juga menjelaskan bahwa  Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan tarnsmisi penularan virus Campak dan Rubella pada anak usia 9 bulan  sampai dengan

Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah khususnya Plt. Bupati dan semua lintas program serta lintas sektor berkomitmen dan berpartisipasi secara aktif untuk melaksanakan dan menyukseskan kampanye imunisasi MR tersebut.

Sementara itu Plt Bupati Kukar, Damansyah, dalam sambutan pembukaannya mengatakan bahwa Pihak pemerintah Kukar sangat mendukung kampanye untuk suskesnya kegiatan ini. Dengan sosialisasi ini diharapkan ada penyamaan persepsi dari semua yang hadir agar pelaksanaan imunisasi MR ini dapat berjalan secara optimal. “kami mendukung sepenuhnya dan untuk itu saya minta dinas kesehatan membuat rencana tindak, karena kegiatan ini melibatkan unsur lintas sektor, instansi vertikal dan pihak swasta atau CSR” tegas Damansyah.

Damansyah juga menjelaskan persoalan waktu dan biaya menjadi permasalahan yang krusial, oleh karena itu ia menyarankan untuk melibatkan pihak swasta / CSR serta menguatkan kampanye melalui promosi kesehatan dengan memanfaatkan seluruh media.

Sementara itu juga, Syafrial nara sumber dari Kementrian Kesehatan menjelaskan bahwa kampanye imunisasi MR bertujuan untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap Campak dan Rubella, memutuskan transmisi virus campak dan rubella, menurunkan angka kesakitan campak dan rubella dan menurunkan angka kejadian CRS.

Imunisasi MR ini merupakan bagian dari imunisasi lengkap yang harus diperoleh bagi setiap bayi, balita dan anak usia produktif. Imunisasi lengkap sendiri meliputi Imunisasi dasar lengkap, imunisasi lanjutan Baduta dan imunisasi lanjutan anak usia sekolah.

Berkaitan dengan pentingnya imunisasi pada setiap kelompok masyarakat , Syafrial menjelaskan apabila dalam suatu masyarakat banyak yang belum diimunisasi maka penyakit menular akan sangat mudah menyebar, namun sebaliknya bila di masyarakat banyak yang sudah imunisasi maka penyebarannya penyakit menular mudah  dikendalikan. “Oleh karena itu strateginya adalah semua bayi, baduta, anak sekolah dan WUS diseluruh Indonesia harus diberikan imunisasi sesuai ketentuan” Terangnya.

Saat ini ada jenis Imunisasi program dan imunisasi pilihan. Imunisasi program adalah imunisasi yang disediakan oleh pemerintah secara gratis bagi masyarakat sasaran seperti : Hepatitis B, Polio, BCG, DPT, Campak, MR, TT/DT dan  meningitis, sedangkan imunisasi pilihan adalah imunisasi yang sifatnya tidak wajib dan tidak gratis yang dapat diperoleh pada fasilitas pelayanan kesehatan swasta.

Terkait dengan strategi kampanye Safrial berpendapat bahwa selain membangun komitmen lintas sektor dan memberdayakan masyarakat, maka Puskesmas dapat mengoptimalkan media yang ada dalam gedung sebagai sarana promosi kesehatan serta mengoptimalkan media – media diluar gedung.

Pada sesi penutupan acara tersebut, Yaya berharap semua elemen masyarakat baik tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh organsasi profesi bersama pemerintah untuk bisa menyukseskan program imunisasi MR ini. “Kami optimis target sasaran minimal 95% imunisasi MR bisa tercapai” Pungkasnya.

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 5
Hari ini: 27
Total: 10033