Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

BUPATI KUKAR IKUTI APEL PAGI DINAS KESEHATAN

Selasa, 31 Juli 2018

“ Untuk Mengatasi Persoalan Kesehatan, Maka Kepala Puskesmas Harus Membangun Komunikasi Yang Kuat Dengan Sektor Terkait Terutama Sektor Swasta ” Ujar Damansyah Bupati Kukar.

Kukar : Pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara lebih banyak dibiayai dari anggaran APBD,  dari anggaran tersebut lebih kurang  67% ditopang Dana Bagi Hasil yang bersumber dari sektor Migas dan Batubara. Namun pendapatan dari sumber ini, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir mengalami penurunan secara drastis. Disisi lain masih banyak hal-hal yang harus dikerjakan khususnya pada pembangunan bidang kesehatan. Hal inilah yang menjadi pesan penting Bupati Kukar saat memberikan arahan apel pagi di Dinas Kesehatan (30/8) yang diikuti oleh jajaran Kesehatan dan seluruh kepala Puskesmas. “Dengan anggaran terbatas, dinas kesehatan dan jajarannya harus melakukan evaluasi dan memberikan prioritas pembangunan kesehatan serta memanfaatkan peluang dukungan sektor lain, untuk meningkatan pelayanan bagi masyarakat” Ujar  Bupati Kukar.

Lanjutnya, sudah banyak keberhasilan pembangunan yang dikerjakan oleh jajaran dinas kesehatan namun hendaknya tidak berpuas diri oleh karena masih banyak hal-hal yang terus dikerjakan. “Kita harus menyelesaikan infrastruktur, meningkatkan pelayanan kesehatan dan sekaligus meningkatkan kualitasnya “ Ujar Daman.

Menyinggung kebijakan keuangan dan pembangunan, Daman menjelaskan bahwa seyogyanya kebijakan ‘Money Follow Program” sudah diterapkan namun saat ini kebijakannya masih menerapkan sistem Pagu Anggaran. Dengan kondisi seperti ini, akan menuntut kepala SPKD dan jajarannya untuk betul-betul melihat hal-hal dengan skala prioritas . 

Banyak sekali kegiatan dibidang kesehatan tertunda karena kondisi diatas, infrastruktur Puskesmas belum selesai bahkan ada yang tertunda pembangunannya. Disisi lain masih ada kasus gizi yang seharusnya menjadi prioritas untuk ditangani. “Kita harus cerdas memutuskan yang mana yang mempunyai skala prioritas yang tinggi untuk didahulukan pelaksanaannya” Ujarnya.

Terkait kondisi diatas, Daman menekankan hendaknya dinas kesehatan dan jajaran Puskesmas mulai menguatkan komunikasi dan koordinasi dengan lintas sektor terkait dan pihak swasta untuk menanggulangi persoalan gizi dan persoalan program lainnya. “Mengatasi persoalan kesehatan tersebut, maka kepala dinas dan puskesmas harus membangun komunikasi yang kuat dengan sektor terkait terutama sektor swasta atau CSR” ungkap Daman.

Ia berharap bahwa, kedepan persoalan kesehatan harus diselesaikan melalui pendekatan lintas sektor dan melibatkan sektor swasta. “Saya ingin kedepannya upaya preventif yang lebih besar, dan Dinas Kesehatan mendorong peran yang harus dilakukan oleh stake holder terkait untuk mengatasi persoalan kesehatan tersebut”  terang Daman

Dengan kondisi keuangan daerah pada 2019 yang diperkirakan masih belum pulih, maka ia menyarankan agar Puskesmas memotret kondisi kesehatan diwilayahnya sehingga menghasilkan potret profil kesehatan sebagai dasar mengatasi persoalan prioritas tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Daman Bupati Kukar atas nama Pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada dokter gigi Koentijo Kepala Dinas Kesehatan yang telah memasuki purna tugas dan menunjuk pelaksana tugas tersebut kepada Sekretaris Dinas Kesehatan Arpan Boma. (waa)

 

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 1
Hari ini: 27
Total: 10033