Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

CAKUPAN IMUNISASI CAMPAK DI KUKAR BULAN AGUSTUS CAPAI 84,6 PERSEN

Senin, 5 September 2016

“Isu Vaksin Palsu dan Haram Jadi Pertimbangan Ogah Vaksin” Triatmo Plh Kabid P2PL

TENGGARONG- Masa pemberian Imunisasi Campak Pada Pekan Imunisasi Nasional Di Kukar telah berakhir berakhir, Rabu(31/8) kemarin. Hasil kegiatan untuk cakupan Imunisasi campak mencapai 84,6 persen dari target Balita yang harus diimunisasi sebanyak 63.030 Balita. Orang tua masih ada yang tidak mau memberikan imunisasi kepada anaknya, oleh karena isu tentang kekhawatiran Vaksin palsu dan haram.

“ Dinkes Kukar sudah memberikan vaksin kepada 52.729 balita atau 84,6 persen, dari target yang diberikan pemerintah pusat sebanyak 63.030 anak, “ kata Kadinkes Kukar Koentijo Wibdarminto, melalui Plh Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Triatmo, diruang kerjanya.

Dia menjelaskan, yang menjadi kendala, pemberian vaksin Campak yang dilaksanakan selama satu bulan tidak mencapai target, karena isu vaksin palsu yang menghebohkan tanah air, juga berdampak di Kukar, dan masih ada masyarakat yang menganggap, pemberian vaksin adalah haram, serta sebagian orang tua, juga ada yang trauma pemberian vaksin kepada anaknya. Yang paling tinggi capaian imunisasi Campak berada di kecamatan yang ada di Hulu Mahakam, sedangkan tingkat partisipasi yang paling rendah ada di Puskesmas Wilayah Samboja, Sungai Meriam, dan Loa Janan tepatnya di Puskesmas Loa Duri.

“ Vaksin Campak yang kami berikan dijamin asli, karena berasal dari Kementerian Kesehatan RI. Orang tua juga tidak mau memberikan vaksin, karena takut anaknya menderita demam dan bengkak setelah dilakukan vaksin, metode pemberian vaksin campak melalui suntik, “ ujarnya.

Jika anak tidak diberikan vaksin Campak, maka akan dikhawatirkan nantinya bisa terserang penyakit  Campak, dengan gejala demam yang tinggi serta timbul bercak merah kecoklatan pada kulit. Jika sudah diberikan vaksi, maka kekebalan sistem imunitasnya akan terjaga, dan dapat mencegah penyakit campak.

“ Anak yang tidak sempat diberikan vaksin ditahun ini, maka masih ada kesempatan untuk diberikan vaksin di tahun depan, terakhir pemberian vaksin campak di tahun depan, atau bagi anak yang sudah memasuki kelas 1 SD ditahun 2017. Anak yang layak diberikan vaksin campak, jika sudah memasuki usia 5 bulan, 2 tahun serta 6 tahun, “ jelasnya.(ran415)

Simpan sebagai :

Berita terkait :