Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

CSR PERTAMINA BANTU PENANGGULANGAN TBC DAN STUNTING WILAYAH PUSKESMAS SAMBOJA

Jumat, 26 April 2019

“Bersama Pertamina, Puskesmas Berdayakan Kader untuk Program Hunter TB, Pemantauan dan Penanganan Sunting ” Yazid, Kapusk Samboja.

KUKAR : Di era saat ini selain kematian ibu dan bayi, permasalahan prevalensi TBC dan stunting menjadi isu penting kebijakan khusus pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk segera ditanggulangi. Kebijakan tersebut menekankan keterlibatan aktif semua sektor pemerintahan diberbagai lini, sektor swasta dan masyarakat. Terkait kebijakan tersebut, Puskesmas Samboja melakukan inisiasi membangun kerja sama dengan CSR PT. Pertamina, kecamatan dan Kelurahan Samboja dan masyarakat dalam melakukan penanggulangan TBC dan Stunting di wilayahnya. Tindak lanjut dalam kerja sama ini, PT. Pertamina menyelenggarakan kegiatan Program CSR dalam rangka Penanggulangan TBC dan Stunting khususnya di wilayah Kelurahan Margomulyo dan Sungai Seluang Kecamatan Samboja. “Kegiatan ini sebagai momentum dimulainya program The Hunter TB dan Pantang Anak Stuntung (Pantas)” Ujar Yazid Kepala Puskesmas Samboja saat ditemui pada acara Program CSR Di halaman Kantor Lurah Sungai Seluang Samboja (23/04).

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan PT Pertamina Field Sanga-Sanga, Kecamatan, Kelurahan, kader kesehatan, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Samboja. Tampak juga hadir dari Lurah Sungai seluang, para kader Posyandu serta ibu bayi dan balita.

Dalam sambutannya Camat Samboja yang diwakili oleh Nasuha Sekretaris Kecamatan mengatakan bahwa, bantuan dalam bentuk CSR terhadap program penanggulangan TBC dan Stunting ini hendaknya dapat berkelanjutan, sehingga dampaknya mampu dirasakan oleh masyarakat secara luas terutama pada wilayah kerja PT. Pertamina Field Sanga-Sanga. Iapun berharap bahwa program CSR bukan hanya menyentuh bidang kesehatan namun kedepannya dapat membantu penanggulangan program kemiskinan, perbaikan sumber daya manusia dan program pendidikan.

 

Sementara itu Kepala Dinkes Kukar yang diwakili dokter Yaya selaku Kepala Bidang P2 menyampaikan bahwa program pembangunan kesehatan saat ini diprioritaskan penanggulangan stunting dan TB. Program CSR dari PT.  Pertamina terhadap program ini, sangat relevan dengan kebijakan pemerintah pusat / Kementrian Kesehatan maupun pemerintah daerah. Ia berharap bantuan terhadap program penanggulangan Stunting dan TB ini dapat berlanjut pada tahun berikutnya. Selain itu ia juga berharap ada pengembangan program dalam bantuan ini seperti pengembangan Posbindu dan screening HIV Iads.

Dari hasil pendataan terungkap Kelurahan Margomulyo didapatkan 8 balita stunting dan di keluarahaan Sungai Seluang didapatkan 17 balita stunting, untuk itu ia berharap harus ada intervensi yang kuat agar permasalahannya segera teratasi dan mencegah kasus baru. “Melalui kader dan petugas kesehatan, para ibu menjaga asupan gizinya pada saat kehamilan dan menjaga asupan gizi bayinya pada 1000 hari pertama kelahiran” Ujar yaya.

Terkait dengan program penanggulangan TB, Yaya menjelaskan bahwa prinsip utama dalam penanganan programnya adalah menemukan pasien suspect dan mengobatinya sampai sembuh. “Hal ini perlu keterlibatan kader dalam menemukan kasus suspect tersebut sehingga mudah untuk melakukan intervensi pengobatan secara konsisten dengan melibatkan keluarga pasien” Terangnya.

Sementara itu, dalam sambutannya PT Pertamina EP Sanga-sanga yang diwakili oleh Aziz Manajer CSR, mengatakan bahwa pada saat ini tanggung jawab sosial PT Pertamina diwujudkan dalam bantuan kesehatan untuk mendukung penanggulangan TB dalam program The Hunter TB dan mendukung penanggulangan Stunting dalam Program Pantas (Pantang Anak Stunting). Bantuan tersebut sebesar empat puluh juta bentuk pembiayaan pelatihan bagi kader, peralatan pendukung di Posyandu untuk penanggulangan Stunting dan TB.

Pada kesempatan yang sama Kepala Puskesmas Samboja, Yazid Nur yang juga seorang dokter, mengatakan bahwa upaya kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas terutama dalam penanggulangan TB dan Stunting, harus melibatkan kader masyarakat. Ada dua program unggulan yang ia gagas, Pertama The Hunter TB merupakan gerakan kader kesehatan dalam melakukan identifikasi masyarakat dengan Suspect TB  yang selanjutnya bila ditemukan maka dilakukan intervensi oleh petugas kesehatan. Yang kedua Program Pantang Anak Stunting (Pantas) dimana tugas kader melakukan pemantauan perkembangan berat badan balita yang ke Posyandu maupun tidak. Apabila ditemukan berat badan bayi selaama tiga bulan tidak naik  maka akan dilakukan intervensi dengan Program Pentas (Penangan Anak Stunting). “Meskipun bantuan PT. Pertamina ini hanya untuk dua kelurahan namun kami kembangkan program ini pada tujuh kelurahan lainnya” Pungkas Yazid.

Pada liputan berikutnya, tim jurnalis dinas kesehatan akan menginformasikan secara detail Program inovasi The Hunter TB dan Program Pantang Anak Stunting (Pantas).

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 10
Hari ini: 31
Total: 13367