Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

DESA LOA DURI DANAI PEMBENTUKAN POSBINDU

Rabu, 20 September 2017

“Bentuk Enam Posbindu Untuk Screening Berkala Kesehatan Lansia dan Identifikasi Penyakit Degeneratif ” Kapusk Loa Duri

 

KUKAR : Sejalan dengan kebijakan kementrian kesehatan terkait Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk melakukan screening Lansia berkala, maka Puskesmas Loa Duri melakukan upaya kerja sama dengan Desa Loa Duri membentuk dan menyelenggarakan kegiatan Posbindu yang pembiyaannya dibebankan kepada anggaran Desa. “Alhamdulilah, seperti gayung besambut, tawaran kerjasama kami ke kepala Desa Loa Duri untuk membantu penyelenggaraan kegiatan posbindu disambut dengan baik dan pihak desa menyediakan anggaran kegiatan tersebut.” Ujar Amrani Kapusk Loa Duri saat ditemui di Lokasi Posbindu Desa Loa Duri Ilir.(20/9).

 

Lanjut Amrani, Posbindu yang dikenal dengan kepanjangan Pos Pembinaan Terpadu sebagai salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat. Sebanyak enam Posbindu telah kami bentuk di Desa Loa Duri Ilir khususnya untuk masing-masing wilayah RW. “Jumlah Penduduk dengan usia lansia di Desa Loa Duri Ilir cukup banyak yaitu sekitar 6000 jiwa, hal ini yang mendorong kami dan pihak desa membentuk Posbindu di masing-masing RW” Ujarnya.

Dalam setiap kegiatan Posbindu, pihak puskesmas selalu melibatkan peran kader kesehatan atau kader desa sehat mandiri. Peran kader diutamakan pada meja pertama sampai ketiga yaitu mulai pendaftaran, wawancara dengan lansia tentang kegiatannya, keluhan-keluhan dan sekaligus kader melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan dan tekanan darah. “Kami sudah melatih kader Posbindu atau kader desa siaga untuk dapat melakukan wawancara, pengukuran tinggi badan, berat badan dan tekanan darah sehingga dapat membantu kegiatan Posbindu yang diselenggarakan setiap bulan satu kali” Kata Amrani.

Sedangkan untuk petugas kesehatan berperan pada meja keempat dan kelima yaitu pemeriksaan laboratorium seperti kolesterol, asam urat dan gula darah serta memberikan edukasi pada para para lansia dengan keluhan-keluhan yang dialaminya.

Ditanya tentang pembiayaan, Amrani menjelaskan bahwa khusus untuk Posbindu di Desa Loa Duri Ilir,  semua pembiayaan dialokasikan oleh kepala desa dari dana Desa dan bantuan CSR yang melalui desa. “Kurang lebih tiga puluh jutaan alokasi anggaran yang disediakan desa untuk membeli sarana dan peralatan penunjang mendukung kegiatan Posbindu ini, dengan arahan dan pertimbangan dari kami (Puskesmas)” terangnya.

Harapan  Puskesmas, masyarakat Loa Duri khususnya para lansia mulai sadar untuk melakukan screening tiap bulan di masing-masing Posbindu dan diharapkan pula perilaku hidup sehat mereka mulai berubah kearah yang positif, serta apabila ada lansia yang masih mengeluhkan kondisinya maka diharapkan mendatangi Puskesmas sebagai Pusat Pelayanan Kesehatan Formal untuk mendapatkan pelayanan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana strategi Amrani, yang juga pernah menjadi Kepala Puskesmas Loa Kulu ini, dalam melibatkan peran lintas sektor dan CSR untuk program Posbindu ini..?

Ia menjelaskan bahwa diperlukan komitmen yang kuat dari petugas Puskesmas untuk dapat membina dan melayani secara rutin di Posbindu serta membangun dan menjaga hubungan baik dengan pihak desa agar program ini bisa berkelanjutan. “Apabila kita melayani dengan baik, maka akan dapat menimbulkan kepercayaan dari masyarakat” terangnya. 

 

Pihaknya juga akan mengembangkan Program Posbindu ini pada desa yang lain. “Kami rencanakan Pembentukan Posbindu di Desa Bakungan pada tahun depan, mudahan phak desa dan CSR ikut membiayai program ini seperti di Desa Loa Duri Ilir” Pungkasnya.

Simpan sebagai :

Berita terkait :