Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

Dialog Interaktif Antara HMI Kukar Dengan BPJS Kukar

Jumat, 16 September 2016

“Pelayanan BPJS Kok Ribet”Sub : RS Dan BPJS Harus Berkoordinasi Dengan Baik

TENGGARONG- Pelayanan yang diberikan BPJS kesehatan terhadap pesertanya kembali dikeluhkan, Pasien yang sudah sakit ketika sudah mendatangi Rumah Sakit yang menjadi mitra BPJS, ternyata harus melampirkan rujukan terlebih dahulu dari Fasilitas Kesehatan(Faskes) pertama, seperti Puskesmas atau klinik kesehatan yang menjadi mitra. RS dan BPJS harus berkoordinasi dengan baik, demi melayani masyarakat yang menjadi peserta BPJS.

“ Waktu itu, saya pernah sakit, dan langsung ke Rumah Sakit AM Parekesit, ternyata sudah sampai sana, diarahkan harus kembali dulu ke puskesmas dan meminta rujukan, kok terkesan lebih ribet, sedangkan saat masih masih memakai Asuransi Kesehatan(Askes) PNS, bisa saja langsung mendapatkan pelayanan RS. BPJS harus banyak mensosialisasikan programnya ke masyarakat, karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui sitem yang diterapkan BPJS, “ kata Sekretaris Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam(KAHMI) Kukar, saat menjadi narsum dialog interaktif, antara  HMI Cabang Tenggarong dengan BPJS Kukar. Sabtu(10/9) di pendopo Bupati Kukar. Turut hadir juga anggota Komisi IV DPRD Abdurrahman, dan Kepala Kantor BPJS Kukar Lely Jumiati.

Hal senada disampaikan Anggota DPRD Abdurrahman yang mengatakan, kasihan masyarakat yang sakit keras, dan butuh pelayanan kesehatan di RS, jika terjadi di malam hari, kan puskesmas tidak ada yang buka. Jaminan peserta BPJS harus diperjelas, jangan sampai ada perlakuan berat sebelah, antara pasien peserta BPJS dan pasien bayar secara Mandiri.

“ Jika pasien peserta BPJS sakit jam 2 pagi, apa diharuskan juga meminta rujukan dari puskesmas, sedangkan puskesmas tidak ada yang buka jam 2 pagi, kasihan masyarakat jika diperlakukan seperti ini. Dan masih ada masyarakat yang mengadu, peserta BPJS lambat dilayani, sedangkan peserta yang bayar lebih didahulukan dari peserta BPJS, “ kata politisi Partai Golkar ini.

Menjawab berbagai keluhan yang disampaikan, kepala Kantor BPJS Kesehatan Kukar, Lely Jumiati mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dan tidak bisa mengambil keputusan, karena apa yang diterapkan oleh BPJS yang ada di daerah, hanya menjalankan sistem yang sudah dibuat BPJS pusat, yang ada di daerah hanya menjalankan kebijakan yang sudah diputuskan.

“ Setiap rapat kerja dengan mitra kerja seperti puskesmas dan RS, sudah kami sampaikan, tolong berikan pelayanan yang maksimal kepada peserta BPJS,“ katanya.

Menanggapi hal tersebut, Anang Kepala UPTD Jamkesda Kukar menjelaskan “Masyarakat yang menjadi peserta jaminan kesehatan BPJS Kesehatan, diharapkan mengikuti prosedur yang diberlakukan BPJS, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Jika sakit tidak bisa langsung begitu saja ke RS, akan tetapi harus melalui prosedur Fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti Puskesmas atau Klinik kesehatan yang menjadi mitra BPJS kecuali dalam kasus-kasus tertentu dalam kategori gawat darurat atau emergency” tegasnya. (wel/ran)

 

Simpan sebagai :

Berita terkait :