Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

DIKLATPIM JATIM KUNKER KE DINKES KUKAR

Senin, 24 Juli 2017

 

“Succes Story  Dinkes Kukar Bisa Dikembangkan Oleh Peserta Diklatpim Dari Masing-Masing Kabupaten/kota ”Kadinkes Kukar 

 

KUKAR : Sebanyak 12 orang peserta Benchmarking Diklatpim III Jawa Timur yang berpusat di Kota Surabaya melakukan Kunjungan Kerja Ke Dinkes Kukar sebagai bagian dari proses pendidikan dan pelatihan sebagai bekal untuk jenjang karir peserta tersebut. Kunjungan kerja dimaksudkan agar peserta mampu mengambil pelajaran program inovasi manajemen pemerintahan pada Pemerintah Kabupaten Kukar khususnya di dinas kesehatan sebagai lokus pembelajaran. Hal ini disampaikan oleh  Yudono Ketua Rombongan  yang langsung diterima oleh Kadinkes Kukar dan Jajaran Pejabat struktural di Ruang Pertemuan (13/7).

 

Lebih lanjut Yudono yang juga seorang dokter dari Dinkes Ngawi, memaparkan peserta kunjungan kerja ini sebanyak 12 orang dari berbagai SKPD kabupaten / kota dari berbagai wilayah di Indonesia. Menurutnya,  dari hasil penilaian dari pihak Lembaga Diklatpim dipilihnya Kabupaten Kutai Kartanegara salah satu kabupaten di Kalimantan Timur mempunyai keunggulan dalam manajemen pemerintahan sehingga memperoleh status WTP pada bidang manajemen keuangan, dan dipilihnya dinas kesehatan sebagai salah satu tempat kunjungan pembelajaran peserta diklat ini dengan alasan hasil survai kepuasan masyarakat, Dinas Kesehatan mampu meningkatkan kepuasan pelayanan kesehatan pada masyarakat pada beberapa tahun terakhir.

Menanggapi pemaparan tersebut, Koentijo Kadinkes Kukar menjelaskan bahwa suksesnya dinas kesehatan tidak lepas dari dukungan pemerintah kabupaten, jajaran dinas kesehatan dan seluruh puskesmas. Ada empat strategi yang ia terapkan yaitu Peningkatan akses dan kualitas pelayanan, Penerapan Teknologi Informasi sebagai Prioritas, Penerapan Pelyanan Prima dan Optimasi Manajemen Sumber Daya Manusia.

 

Sesuai kebijakan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan telah menerapkan kebijakan satu desa satu bidan dan satu perawat. Dengan kebijakan ini mampu meningkatkan jejaring dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Dinas Kesehatan sampai saat ini telah menerapkan manajemen mutu ISO 9001-2008 sehingga seluruh pelayanan kepada klien berstandar mutu internasional. Dengan penerapan standar manajemen mutu ini dapat diukur sasaran mutu pelayanannya dan diketahui indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan dinas kesehatan.

Demikian juga sebagian puskesmas sudah menerapkan standar manajemen mutu ISO 9001-2008 dan dengan keluarnya Permenkes nomor 75 tentang tentang akreditasi maka Puskesmas yang sudah menerapkan SMM tersebut diarahkan untuk menerapkan sistem akreditasi tersebut. Sampai tahun 2016 sudah ada lima puskesmas terakreditasi di Kukar mulai dari strata akreditasi madya sampai utama, Sembilan belas Puskesmas berproses akreditasi pada tahun ini (2017, red).

 

Kuntijo melanjutkan, selain beberapa Puskesmas sudah menerapkan akreditasi  Puskesmas, pada Tahun 2017 Dinas Kesehatan juga sukses mendorong seluruh Puskesmas untuk menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD yang telah ditetapkan oleh Keputusan Bupati Kutai Kartanegara. Dengan penerapan PPK-BLUD ini puskesmas sekarang sudah mempunyai pendapatan sendiri dan lebih fleksibel dalam penggunaan anggaran pendapatannya.

Dari hasil Survey Tingkat Kepuasan Pelayanan Kesehatan oleh Balitbangda tahun 2013 dan 2014 di 15 Kecamatan serta hasil penilaian oleh Ombusdman 2016  bahwa masyarakat puas terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan dan jajarannya.

Selain beberapa hal diatas , ia juga menjelaskan beberapa program unggulan yang sudah dikembangkan di Puskesmas dan Dinas Kesehatan yang mampu meningkatkan percepatan dan kepuasan pelayanan kesehatan bagi masyarakat diantaranya adalah program Gerakan Nikah Sehat, Puskesmas Ramah Anak, Klinik Remaja Online,Puspa Kasih dan Program Manual Rujukan Maternal Neonatal.

 

 

“Saya berharap bahwa apa yang baik dari Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya dari Dinas Kesehatan hendaknya bisa menjadi pelajaran bagi peserta Diklatpim untuk dapat dikembangkan oleh peserta dari masing-masing kabupaten / kota asalnya” Pungkas Kuntijo.

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 23
Hari ini: 18
Total: 11401