Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

DINKES “HANGATKAN HUBUNGAN RUJUKAN” PUSKESMAS DENGAN RSUD SAMBOJA

Kamis, 18 Mei 2017

“Mengoptimalkan Proses Rujukan Berjenjang Dan Rujukan Balik Dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat” Kadinkes Melalui Imam Kabid yankes

 

SAMBOJA :  Permasalahan komunikasi yang dirasakan selama ini antara Puskesmas dengan Rumah Sakit Abadi Samboja dalam proses rujukan sudah mulai menemukan titik temu. Hal ini dapat dirasakan setelah Dinkes Kukar melakukan fasilitasi pertemuan antara Puskesmas dengan RSUD Abadi Samboja terkait rujukan berjenjang dan rujukan balik. “Pertemuan ini dihadiri beberapa Puskesmas wilayah pantai dan manajemen Rumah Sakit Abadi Samboja agar persoalan kesalapahaman dalam komunikasi dapat diatasi serta mengoptimalkan proses rujukan berjenjang dan rujukan balik dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat” Ujar Kadinkes Kukar yang disampaikan oleh Imam kabid Yankes saat membuka acara tersebut di Ruang Serbaguna RSUD Abadi Samboja (17/05).

 

Pihak RSUD Abadi Samboja dihadiri oleh direktur, beberapa kepala bidang dan Tata Usaha, beberapa dokter spesialis dan petugas bagian pelayanan RSUD Abadi Samboja. Sementara jajaran Puskesmas wilayah pantai dihadiri oleh Kepala dan Staf Medis Puskesmas Samboja, Sungai Merdeka, Handil Baru, Muara Jawa dan Sanga-sanga.

 

Musyafira, direktur RSUD Samboja, mengatakan bahwa ia sangat menyambut baik pertemuan ini yang menurutnya persoalan kesalapahaman komunikasi yang kerap terjadi antara petugas yang merujuk dari puskesmas maupun petugas rumah sakit dalam proses rujukan akan dapat diatasi. Menurutnya, pertemuan yang digagas oleh Dinkes Kukar harus berkelanjutan untuk mengevaluasi sejauh mana optimalisasi proses rujukan dikemudian hari, dan ia menyarankan untuk mencari pola komunikasi yang pas antara kedua pihak.

 

Ia juga menyarakan agar pertemuan untuk evaluasi selanjutnya bisa menghadirkan pihak BPJS yang sampai saat ini ada beberapa permasalahan yang belum dapat diatasi.

Masih terkait dengan proses rujukan, Musyafira yang pernah menjadi Kepala Puskesmas Samboja mengatakan : “Kami berharap Puskesmas wilayah pantai yang akan merujuk pasien bisa memanfaatkan pola rujukan online yang sudah ada khususnya bagi peserta BPJS”

Pertemuan tersebut juga menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam, spesialis bedah, Spesialis anak dan spesialis obgin RSUD Samboja, untuk memberikan masukan proses rujukan dan penguatan pemahaman bagi petugas puskesmas terkait rujukan kasus emergency dan rawat jalan. 

Lusy, salah satu pembicara yang juga seorang dokter spesialis penyakit dalam, menjelaskan beberapa permasalahan rujukan pasien pada kasus penyakit dalam diantaranya adalah form rujukan pasien yang dibuat oleh Puskesmas tidak dapat ia analisa, hal ini dikarenakan form tersebut tidak ditulis diagnosa yang jelas dan tidak ada penjelasan terapi awal yang sudah diberikan pada pasien tersebut. “Form Rujukan harus diisi dengan lengkap oleh petugas dan menjadi perhatian petugas medis sebelum dilakukan rujukan ke Rumah Sakit” Ungkapnya.

 

Ia juga berharap bahwa, Dinkes Kukar bisa mempertimbangkan untuk membuat kebijakan pemenuhan obat-obat untuk terapi awal kasus emergency yang terjadi di Puskesmas seperti kasus serangan jantung, keadaan koma, penanganan diabet dan yang lainnya,  agar ketika dirujuk ke rumah sakit kondisi umum pasien masih bisa dipertahankan.

 

Sementara itu, salah seorang peserta, Misran Kepala Puskesmas Handil Baru, sangat antusias mengikuti kegiatan ini, ia menyarankan agar komunikasi antara kedua pihak makin terbuka maka perlu dibuat media komunikasi sosial yang melibatkan pihak manajemen, dokter spesialis dan petugas lapangan rumah sakit dengan semua puskesmas yang ada diwillayah pantai tersebut serta pihak Dinkes Kukar.

Menanggapi hal diatas, Imam akan melakukan koordinasi dengan bidang dilingkungan dinkes untuk dapat menindaklanjuti saran dan masukan dari peserta pertemuan. “Kami akan lakukan Pertemuan berkelanjutan untuk evaluasi rujukan dengan mengundang pihak BPJS,  dan terkait saran atas kebijakan penyediaan obat terapi kasus emergency mak dinkes akan melakukan  kajian mendalam lebih dahulu” Pungkasnya.

Simpan sebagai :

Berita terkait :