Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

DINKES KENALKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI HIV AIDS

Selasa, 1 Agustus 2017

“Aplikasi Ini Mampu mengoptimalkan Data Penderita HIV Aids di Kukar Hingga lebih Cepat Ditangani” Kabid P2PL

KUKAR :  Untuk lebih meningkatkan capaian Standar Pelayanan Minimal khususnya Yankes penderita HIV Aids, Dinkes Kukar bekerja sama dengan Dinkes Propinsi Kaltim mulai mengenalkan aplikasi Sistem Informasi HIV Aids kepada Puskesmas di Kutai Kartanegara.

“Selama ini laporan kasus HIV Aids dilakukan secara manual oleh Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten dan selanjutnya laporan tersebut diteruskan ke Propinsi dan Pusat, pastinya hal ini akan memakan waktu yang cukup lama. Pengenalan Aplikasi Sistem Informasi ini diharapkan mempercepat pencatatan dan pelaporan kasus tersebut dan mengoptimalkan percepatan tindakan dilapangan” Ujar Eryariyatin, Kabid P2PL, saat membuka acara tersebut di ruang pertemuan Dinkes Kukar didampingi oleh Nara Sumber dari Dinkes Propinsi Kaltim. (1/8).

Lanjut Eryariyatin,  yang akrab dipanggil dokter Yaya, bahwa sebenarnya aplikasi ini sudah ada cukup lama, namun pihaknya baru saat ini mengenalkan dan menerapkan bagi Puskesmas karena dirasa perlu percepatan pencatatan dan pelaporan kasus HIV Aids, disisi lain pelayanan kasus HIV Aids merupakan bagian didalam Standar Pelayanan Minimal Kementrian Kesehatan sehingga perlu strategi khsusus dalam pencapaiannya.

Ia menambahkan, pembicara utama dalam pertemuan ini adalah Reni Setiowati yang merupakan Pengelola Program HIV Aids Dinkes Propinsi Kaltim. “Dengan aplikasi ini, pukesmas akan dimudahkan dalam membuat pencatatan dan pelaporan kasus-kasus HIV Aids yang ditemukan serta akan lebih mudah dan cepat dalam melakukan tindakan  dilapangan” Ujar Reni yang disampaikan oleh dokter Yaya.

Menyinggung banyaknya aplikasi laporan online yang dikeluarkan oleh pihak Kementrian Kesehatan seperti aplikasi online imunisasi, aplikasi obat, Sikda Generik dan yang lainnya,  ia berharap berbagai aplikasi tersebut nantinya harus dintegrasikan sehingga akan lebih memudahkan petugas Puskesmas sebagai ujung tombak yang mengisi berbagai aplikasi tersebut.

 

Sementera itu, Rahmat Pemegang Program HIV Aids Dinkes Kukar yang juga penanggungjawab kegiatan pengenalan aplikasi ini mengatakan kegiatan ini direncanakan selama dua hari 01-02 Agustus, dengan biaya kegiatan sebagian bersumber dari  Puskesmas dan Dinas Kesehatan.  “Dengan kegiatan ini, Puskesmas bisa langsung belajar mengaplikasikan Sistem Informasi HIV-Aids, menerapkan di Puskesmas dan mencatat serta mengirim laporan secara online. Bila sudah optimal maka diharapkan target pelayanan HIV Aids dapat dicapai sesuai amanah dalam standar Pelayanan Minimal” Pungkasnya.. (waa)

Simpan sebagai :

Berita terkait :