Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

DINKES KUKAR MANTAPKAN SISTEM MANUAL RUJUKAN

Jumat, 29 Juli 2016

Sistem Manual RujukanTENGGARONG- Upaya mengatasi permasalahan dan pencegahan kematian ibu dan bayi di Kukar,  selama beberapa tahun terakhir belum membuahkan hasil yang maksimal. Angka kematian ibu bayi dan balita cukup tinggi di Kaltim, jika dibandingkan dengan Sembilan kabupaten/kota lainnya se-Kaltim. 

“ Sampai saat ini angka kematian ibu hamil mencapai 18 orang, 63 bayi dan 9 Balita, ini terbilang sangat tinggi se-Kaltim, Pertemuan penyusunan manual rujukan tersebut mengundang seluruh Puskesmas, Rumah Sakit, BPJS dan sektor terkait agar terjadi sinergitas dalam optimalisasi kegiatan operasional sistem manual rujukan yang akan dilaksanakan.Namun Pokja Manual Rujukan ini memahami berbagai  kendala masih ditemukan, seperti, letak  geografis yang sangat jauh, minimnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, keterlambatan pengambilan keputusan dalam tindakan, dan sulitnya transportasi, bahkan masih ada saja masyarakat yang percaya terhadap pengobatan Tradisional bersifat magis yang tidak memiliki standar kesehatan sama sekali. Dinkes juga menilai penyebab lainnya adalah belum berjalannya mekanisme rujukan yang baik. 

“Kita menduga, penyebab kematian ibu dan bayi ketika sakit, karena sistem rujukan ke Puskesmas dan Rumah Sakit(RS) yang masih perlu pembenahan. Nantinya, dokumen rujukan ini selesai disusun maka petugas kesehatan bisa mengantisipasi tindakan yang akan diberikan kepada pasien ibu hamil dan anak, “ ujar Linda.

Target dokumen maternal selesai Nopember mendatang, sehingga sudah bisa diterima oleh petugas kesehatan, bidan, puskesmas, dokter dan aparatur desa merasa masih perlu upaya yang lebih keras dalam menekan dan meminimalisir kematian tersebut, pada tahun-tahun mendatang, melalui penguatan system rujukan berjenjang. Untuk itu pihaknya sudah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) penyusunan manual rujukan maternal Neonatal di Kukar.

“Pokja ini harus bekerja keras untuk merancang system rujukan yang menguntungkan bagi pasien, agar kematian ibu dan anak dapat diminimalisir, “ ujarnya.

Pokja perbaikan system rujukan ini bertugas, menyusun rencana kegiatan operasional, melakukan mapping sarana pelayanan kesehatan yang terkait rujukan serta menyusun draft manual rujukannya. Serta melakukan sosialisasi, uji coba dan perbaikan manual rujukan maternal neonatal. Mengembangkan mekanisme rujukan yang efektif dan efisien, dengan memperhatikan unsur utama keselamatan pasien. 

 Yang tidak kalah pentingnya Pokja ini juga mengembangkan jaring komunikasi data dan sistem informasi kesehatan berbasis media sosial serta kedepannya mengembangkan aplikasi informasi berbasis web. Jaring komunikasi yang dikembangkan ini , menciptakan akses komunikasi cepat antar fasyankes baik dari puskesmas sampai rumah sakit terdekat dalam situasi kegawatdaruratan persalinan. Untuk itu masing-masing puskesmas ditunjuk petugas operator yang mengendalikan setiap kasus terkait kegawatdaruratan pada kesehatan ibu dan anak.(ry/waa)

 

 

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 35
Hari ini: 37
Total: 9762