Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

DINKES KUKAR RAIH STANDART ISO VERSI BARU 9001-2015

Rabu, 1 Agustus 2018


“Pada ISO Versi baru ini, tanggung jawab formal pelaksanaannya tidak lagi pada sekretariat ISO namun sudah melekat fungsinya pada bagian atau seksi yang terkait di lingkungan Dinas Kesehatan” Kadinkes Kukar

Kukar: Saat ini penerapan sistem Manajemen Mutu ISO di Dinas Kesehatan Kabupaten Kukar sudah berjalan pada tahun ke-6. Selama lima tahun penerapan ISO menggunakan versi 9001-2008 namun pada tahun ini Dinkes Kukar berproses untuk penerapan ISO versi 9001-2015. “Hari ini kita akan mengikuti proses audit eksternal oleh Auditor Manajemen Mutu WQA Surabaya untuk penerapan manajemen mutu ISO versi baru 9001-2008, mudahan tidak didapatkan temuan Major dari hasil audit ini” Ujar Koentijo Kadinkes Kukar saat memberikan sambutan Opening Meeting Audit Eksternal ISO 9001-2015 di Aula Dinkes Kukar(30/8).

Lebih lanjut Koentijo menjelaskan bahwa audit eksternal ini akan dilakukan oleh auditor dari lembaga mutu WQA Surabaya yang diwakili oleh auditor pertama dokter Sri Rahayu dan auditor kedua Herawan Saputro. Yang berbeda pada ISO versi baru ini adalah lebih menekankan kepada upaya mencermati identifikasi resiko pada setiap tahapan kegiatan. “Selain lebih mencermati untuk identifikasi resiko pada tahapan kegiatan dan penanggulangannya, saya juga menyarankan untuk menyederhanakan beberapa dokumen ISO seperti prosedur kerja dan intruksi kerja menjadi satu lembar bagian saja agar mudah dicermati dan dipedomani serta dibuat group media sosial  khusus ISO sebagai jembatan komunikasinya” Ungkap Koen.

Sementara itu pada saat opening meeting auditor Saputro menjelaskan bahwa saat ini dinkes berproses audit untuk penerapan ISO versi baru 9001-2015 dimana tujuan utamanya adalah memenuhi kebutuhan disertai kepuasan pelanggan. Khusus di Dinas Kesehatan yang pelanggannya sebagian besar jajaran puskesmas, lintas sektor, praktisi kesehatan dan sebagian kecil masyarakat umum maka dalam ISO versi baru ini dituntut untuk membuat invoasi program agar tercipta pelayanan yang bermutu dan kemudahan diakses oleh pelanggan sesuai teknologi saat ini. “sekarang sudah memasuki Jaman Now, dimana bermutu juga harus diikuti era kemudahan. Kemudahan akses melalui media bagi pelanggan” Ungkap Saputro.

 

Pada audit saat ini saputro menerapkan konsep 5 C yaitu Commitment,  Consistent, Competent, Control, Corrective . Setiap individu dalam organisasi harus berkomitmen untuk perubahan dalam peningkatan mutu, namun perubahan ini harus konsisten dijalankannya. Perubahan yang berkelanjutan inipun harus didukung oleh kompetensi sumber daya manusia serta dilakukan pengendalian dan koreksi bila perubahan tersebut tidak sesuai arah dari tujuan organisasi. “Tindakan korektif harus dilakukan terhadap perubahan yang tidak sesuai arah dan tujuan organisasi” Jelasnya.

Saputro juga menjelaskan bahwa dalam proses audit ini, pihaknya akan memberikan penilaian setiap ketidaksesuaian yang ditemukan dengan tiga kategori. Yang pertama kategori “Major” dimana menurutnya kategori ini menggambarkan ketidaksesuaian yang terjadi oleh karena tidak komitmen dan tidak konsisten dalam menerapkan standart sistem yang bisa menimbulkan dampak pelayanan yang tidak sesuai. Yang kedua kategori Minor”dimana menurutnya kategori ini meruapakan suatu catatan seseorang kurang konsisten dalam menjalankan sistem dan bisa menimbulkan kerugian bisa waktu, materi dan lainlian.Yang Ketiga kategori “OFI atau Obsservasi for Improvement”  merupakan cacatan perbaikan dari auditor agar auditee memanfaatkan peluang perubahan tersebut.

“Bila ditemukan catatan dengan kategori Major, maka status penerapan ISO bisa sementara dibekukan, sampai terjadi perbaikan dalam sistem tersebut” Tegas Saputro.

Selama satu hari penuh, kedua auditor melakukan interview dan penggalian informasi serta observasi dokumen kepada auditee yang diantaranya seluruh kepala bidang dan kepala seksi serta Sekretaris dan kepala sub bagian. Dari hasil proses tersebut kedua auditor memberikan catatan 3 Minor, 20 OFI dan 4 observasi.

Diantara catatan Minor tersebut, Saputro menyarakan agar organisasi yang sudah melakukan audit internal hendaknya melakukan evaluasi pertiga bulan untuk melihat tindak lanjut perbaikan hasil audit. “Rapat Tinjauan Manajemen seharusnya bisa dilakukan secara berkala dan kontinyu, bukan hanya pada saat selesai audit internal” ujarnya.

Kesimpulan dari hasil catatan tersebut, Saputro atas nama lembaga Mutu WQA Surabaya menyatakan bahwa  Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara layak menerima sertifikat ISO 9001-2015. “Selamat untuk Dinas Kesehatan dan jajarannya” Ungkap Saputro dengan senyum lebar. 

Menanggapi catatan dari auditor tersebut, Top Manajemen yang diwakili oleh Sekretaris Kesehatan Arphan Boma mengatakan bahwa pihaknya menyatakan terima kasih tetap optimis akan adanya perubahan berkelanjutan dari gambaran catatan pelaksanaan ISO di Dinkes Kukar. “Ada harapan kedepan melakukan perbaikan baik secara sistem pelayanan maupun sumber daya manusianya meskipun APBD Kutai Kartanegara beberapa kali  mengalami Rasionalisasi” Pungkas nya. (waa)

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 36
Hari ini: 3
Total: 10616