Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

DINKES KUKAR SELENGGARAKAN SEMINAR SEHARI TENTANG DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DAN PAYUDARA

Jumat, 19 Agustus 2016

TENGGARONG : Dari hasil kajian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan di beberapa wilayah Indonesia kasus Kanker Leher Rahim dan Payudara cenderung meningkat, hal ini juga disinyalir terjadi di Kutai Kartanegara, kasus tersebut makin meningkat meskipun belum semua wanita mengenali gejalanya dan mau memeriksakan dirinya ke petugas kesehatan, Ujar Koentijo Kadinkes Kukar saat ditemui pada acara Seminar Sehari Tentang Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Payudara di Rumah Sakit AM Parikesit Tenggarong (14/8).

Seminar sehari tersebut dihadiri oleh Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kukar, Yayasan  Jantung Sehat Cabang Kukar, Pengurus Darma Wanita,  Pengurus PKK, Bidan Praktek Swasta dan Puskesmas di Tenggarong.

Triatmo, Plh. Kepala Bidang P2-PL, dan selaku ketua panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan oleh karena ada kecenderungan kasus Kanker Leher Rahim dan Payudara makin meningkat, oleh karena itu ia berharap peserta seminar memahami bagaimana mengenal gejala Kanker ini dan mampu memeriksanakan diri sendiri terhadap gejala penyakit tersebut  dan menyampaikan kepada komunitasnya.

FAKTOR RESIKO TERJADINYA KANKER LEHER RAHIM DAN PAYUDARA
Ia menjelaskan, beberapa faktor resiko terjadinya Kanker Leher Rahim yaitu melakukan hubungan seks diusia muda < 18 tahun, berganti-ganti pasangan seks, merokok atau terpapar rokok dan kurang menjaga kebersihan kelamin.
Gejala yang ditimbulkan keputihan dan pendarahan sesudah senggama (meskipun tidak selalu), haid tidak normal, pendarahan tidak pada masa haid, pendarahan pada masa manopause, keputihan atau keluar cairan encer putih kekuningan kadang bercampur darah seperti nanah.
Apabila menemukan gejala tersebut, maka sebaiknya memeriksakan diri ke petugas kesehatan yang akan dilakukan pemeriksaan IVA Test, Pap Smear dan Biopsi serta pemeriksaan lainnya.
Bagaimana dengan Kanker Payudara ? Triatmo menambahkan bahwa selain Kanker Leher Rahin maka Kanker Payudara banyak terjadi pada perempuan dengan faktor resikonya adalah Merokok atau terpapar asap rokok, pola makan yang buruk, mendapat haid pertama kurang dari 12 tahun, Manopause setelah umur 50 tahun, melahirkan anak pertama > 35 tahun, Tidak pernah menyusui anak dan diantara anggota keluarga ada yang menderita kanker payudara.
Ia berpesan terkait penyakit Kanker Payudara agar supaya melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri)  yang dilakukan sebulan sekali setelah selesai haid semenjak wanita mulai mendapatkan haid pertama atau pada usia 12 tahun.
Jika kanker ini dapat ditemukan secara dini maka akan dapat ditangani secara cepat dan tepat dengan demikian harapan untuk sembuh hampir 100%, tambahnya.

Ia berharap masyarakat, sudah melakukan pemeriksaan sendiri terhadap gejala Kanker Leher Rahim dan Payudara ini dan bila perlu melakukan konsultasi kepada petugas kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mengetahui lebih lanjut tentang gejalanya. (waa)

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 28
Hari ini: 15
Total: 10278