Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

DINKES LAKUKAN TES HIV DAN HEPATITIS DI LAPAS TENGGARONG

Selasa, 3 Oktober 2017

“Hasil Kerja Sama Dinkes Kukar dan Kantor Lapas Tenggarong Lakukan Pemeriksaan Tes Cepat HIV dan Hepatitis B Bagi Penghuni Lapas” Kadinkes Kukar Melalui Kabid P2PL

KUKAR : Untuk mencegah makin berkembangnya Kasus HIV Aids Di Kutai Kartanegara, Dinkes Kukar bekerja sama dengan Kantor Lapas Tenggarong melakukan screening bagi penghuni lapas untuk dilakukan tes cepat HIV Aids dan Hepatitis B. “Kami sudah rencanakan kegiatan ini dalam rangka mengantisipasi makin berkembangnya kasus HIV Aids dan Hepatitis B di Kukar, untuk itu Dinkes Kukar bekerjasama dengan pihak Lapas Tenggarong melakukan pemeriksaan atau Tes HIV Aids dan Hepatitis B bagi penghuninya” Ujar Kadinkes melalui dokter Yaya Kabid P2PL saat ditemui dilokasi Lapas tenggarong. (28/9).

 

Dalam kegiatan tersebut Tim PCT Mobile Dinkes Kukar dibantu oleh Puskesmas Loa Ipuh dan Tim Kesehatan Lapas dalam melakukan pemeriksaan secara berkala mulai tanggal 26 – 30 September 2017. “Tim PCT Dinkes dibantu oleh Petugas Lapas dan beberapa napi dalam mengidentifikasi dan menjaring sasaran napi serta beberapa petugas lapas dengan sukarela juga mau dilakukan pemeriksaan” Ujar Ketua Tim PCT yang disampaikan oleh Rahmadsyah petugas teknis. 

Lebih lanjut Rahmad, yang pernah bertugas di Puskesmas Ritan ini, memaparkan bahwa jumlah sasaran penghuni lapas yang dilakukan pemeriksaan kurang lebih ada 1300 orang. Selama seminggu dilakukan tes HIV dan Hepatitis yang diperiksa sebanyak 1.047 orang, selebihnya tidak dilakukan pemeriksaan dengan alasan tidak mau atau menolak. “Sebagian dari penghuni lapas menolak dilakukan pemeriksaan tersebut karena tidak bersedia, sudah lanjut usia dan sebagian lagi karena kondisi sakit" kata Rahmad.

Rahmad berharap, pemeriksaan tes HIV dan Hepatitis ini dilakukan secara berkala bagi para penghuni lapas, dengan pemeriksaan ini akan diketahui sejak dini resiko dari penularan kedua penyakit tersebut. Dengan demikian akan dapat dilakukan tindakan medis agar tidak berkembang pada stadium penyakit yang lebih parah.

 

Apabila ada hasil pemeriksaan test tersebut dinyatakan positif maka Dinkes akan melakukan koordinasi dengan pihak Lapas melakukan pendalaman kasus dan melakukan rujukan ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjutUngkap Rahmad.

“Untuk mencegah berkembang atau menularnya dua penyakit tersebut, maka harus ada kerjasama antara Dinas Kesehatan dan Pihak Lapas dalam memberikan informasi secara berkala dan  sistematis untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran penghuni lapas akan bahaya penyakit tersebut serta manfaat perilaku hidup sehatnya” Pungkas Kadinkes melalui dokter Yaya  (waa).

 

Simpan sebagai :

Berita terkait :