Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

DINKES LAKUKAN AUDIT MUTU INTERNAL TAHUN KE-3 DALAM PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001- 2008

Rabu, 20 April 2016

Tenggarong “Sistem Manajemen Mutu Sudah Menjadi Komitmen Dinkes, Hendaknya Bukan Hanya Formalitas  Ketika Ada Pemberitahuan Audit“ Manajemen RepresentatifDinkes Kukar telah menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001-2008 sejak Tahun 2013, pada tahun ketiga sangat dirasakan bahwa penerapan sistem ini belum menjadi “Ruh” (jiwa)  bagi karyawan namun hanya sebatas kepedulian apabila ada pemberitahuan akan pelaksanaan audit dan belum menjadi kebiasaan dalam aktifitas kegaiatan bekerja. Ujar Samad Selaku Sekretaris Tim ISO saat dilakukan acara closing meeting audit di Dinas Kesehatan Kukar (11/4).

Dari hasil audit mutu internal penerapan manajemen mutu ISO 9001-9008 yang dilakukan  oleh auditor internal  di seluruh seksi, subag, bidang dan sekretariat serta UPTD Gudang Farmasi  di lingkungan Dinkes Kukar masih ditemukan beberapa seksi yang belum membuat dokmen Prosedur Kerja, Instruksi Kerja dan sasaran Mutu, meskipun sebagian sudah membuat dokumen PK atau IK namun masih ditemukan ketidaksesuaian antara keduanya. Mengapa hal ini masih terjadi padahal penerapan sistem manajemen mutu sudah berjalan tiga tahun. Samad menjelaskan, bahwa pada tahun lalu struktur organisasi dan nomenklatur  Dinkes Kukar berubah sehingga seharusnya diikuti penyesuaian dokumen Prosedur Kerja dan Instruksi Kerja pada masing masing bagian atau seksi. Hal ini yang belum dilakukan oleh beberapa bagian dan seksi di Dinkes. 

Pemaparan tentang hasil penilaian dokumen ISO yang dilakukan selama dua pekan ditemukan beberapa ketidaksesuaian dengan status observasi dan minor dan ditemukan satu kasus yang bersifat major di UPTD Gudang Farmasi . Terkait dengan kondisi ini, Samad berharap ada tindak lanjut dari Top Manajemen untuk memperbaiki kondisi kasus yang bersifat major tersebut. 

Terkait dengan Audit 5R (Rapi, Resik, Ringkas, Rawat dan Rajin) terhadap seluruh ruangan dan halaman dilingkungan Dinkes Kukar relatif lebih baik dari tahun sebelumnya, hal ini diungkapkan oleh Weldy selaku koordinator 5R Tim ISO. Meskipun secara umum kondisi 5R lebih baik, namun masih ditemukan kondisi ruangan yang belum melaksanakan 5R secara optimal. Seharusnya 5R sudah menjadi kebiasaan otomatis bagi karyawan ketika melakukan persiapan pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan namun masih ditemukan ruangan yang tidak 5R setelah jam bekerja berakhir, tegas Weldy.

Untuk kondisi halaman di lingkungan luar dinkes realtif bersih dan rapi, hal ini didukung oleh petugas “cleaning service” yang bekerja secara rutin setiap hari.

Menanggapi hal tersebut, Koentijo memberikan saran kepada semua karyawan untuk tetap menerapkan 5R diruangan masing-masing meskipun sudah ada petugas kebersihan, ia menambahkan bahwa 5R merupakan budaya tentang bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerjanya secara benar. Bila tempat kerja tertata rapi, bersih, dan tertib, maka kemudahan bekerja perorangan dapat diciptakan, dan dengan demikian 4 sasaran pokok, yaitu efisiensi, produktivitas, kualitas, dan keselamatan kerja dapat lebih mudah dicapai.

 

Terkait dengan dokumen PK dan IK, bila struktur organisasi dinas kesehatan scara nasional berubah maka dokumen PK dan IK serta pendukungnya harus juga mulai dilakukan penyesuaian atau perubahan, sehingga alur dalam melaksanakan suatu pekerjaan dapat dilakukan secara terarah, baik dan optimal. (waa)

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 22
Hari ini: 26
Total: 10965