Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

DINKES LAKUKAN UJI DARAH MASSAL UNTUK MALARIA

Senin, 21 Nopember 2016

“Wilker Puskesmas Jonggon Negatif Malaria, Satu Orang Positif Malaria Di Senoni”

TENGGARONG- Meskipun dulunya dianggap endemis malaria namun desa-desa yang masuk wilayah kerja Puskesmas Jonggon Kecamatan Loa Kulu, seperti desa Sungai Payang, Jonggon Jaya dan Jonggon Kampung, dinyatakan negatif dari penyebaran Parasit dengan jenis plasmodium Malaria.  Tidak ditemukan masyarakat yang mengidap penyakit Malaria, saat Dinkes Kukar melakukan uji sampel pengambilan darah massal terhadap masyarakat, yang dilakukan di desa Sungai Payang beberapa hari yang lalu.

“ Saat kita melakukan uji sampel pengambilan darah massal, di desa Sungai Payang belum lama ini, tidak ditemukan masyarakat yang menderita penyakit Malaria, “ kata Kepala Dinkes Kukar, Koentijo Wibdarminto, melalui Plh Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan(P3L), Triatmo, kepada Koran Kaltim beberapa hari yang lalu.

Kegiatan pengambilan darah secara massal ini tujuannya secara umum, untuk menurunkan resiko penyebaran penyakit malaria di Kutai Kartanegara, dan sebagai upaya penanggulangan KLB Malaria di masyarakat.

“ Kegiatan pengambilan darah secara massal, dilakukan oleh Tim P2P Kabupaten, yang dibantu oleh Tim P2P Puskesmas Jonggon, “ ujarnya.

Dipilihnya wilker Puskesmas Jonggon yang dijadikan uji darah massal kepada masyarakat, karena desa-desa yang masuk wilker Puskesmas Jonggon, berpotensi rawan penyebaran penyakit Malaria, karena berbatasan dengan Kabupaten lainnya, wilayah kehutanan masih sangat luas, serta pola hidup masyarakat hidup sehat dan bersih masih minim.

“ Desa-desa yang masuk wilker Puskesmas Jonggon, berpotensi penyebaran virus Malaria, “ ujarnya.

Triatmo mengatakan, siklus penyebaran Parasit dengan jenis Plasmodium Malaria, melalui nyamuk yang menggigit pengidap Parasit dengan jenis plasmodium Malaria, Parasit dibawa nyamuk dan disebarkan melalui gigitan, sehingga berinkubasi didalam aliran darah tubuh dan menimbulkan demam yang sangat tinggi, yang paling patal, bisa menyebabkan kematian terhadap orang yang terkena gigitan nyamuk Anopheles Betina, jika tidak diobati secara cepat.

Masih menurut dia, Dinkes juga melakukan uji sampel darah massal di desa Senoni kecamatan Sebulu, Jumat(18/11) beberapa hari yang lalu, dan ternyata ditemukan seorang yang positif menderita Malaria, untungnya Tim membawa obat anti Malaria yang diberikan kepada orang tersebut, demi mengantisivasi penyebaran virus malaria dengan masyarakat yang lainya.

“ Pemeriksaan uji sampel darah dilakukan di kantor desa Senoni dan PT IHM dan mess karyawan perusahaan tersebut. Kami juga membagikan Kelambu kepada masyarakat yang uji darah untuk mencegah gigitan nyamuk Malaria, “ katanya.

Di akhir perbincangan Triatmo menjelaskan,  Kukar bisa dikatakan bebas Malaria, tapi bisa saja menular dari orang luar Kukar, yang terjangkit virus Malaria dari luar Kukar, karena Kukar juga berbatasan dengan Kabupaten dan kota lainnya di Kaltim.(Rian)

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 19
Hari ini: 22
Total: 10984