Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

DINKES LATIH PETUGAS KONSELOR REMAJA

Kamis, 9 Agustus 2018

“Ini bagian dari Upaya Untuk Menurunkan Kematian Ibu dan Bayi, melalui Pendekatan Program Peduli Remaja” Linda Kasi Kesga

KUKAR : Kematian ibu dan bayi masih menjadi tantangan utama bidang kesehatan diberbagai daerah termasuk di Kutai Kartanegara, sudah banyak upaya dilakukan mulai dari perbaikan sarana, sistem rujukan dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Upaya yang dilakukan tersebut sampai saat ini belum memuaskan. Jumlah kematian ibu selama dua tahun terakhir di Kabupaten ini masih di angka 30 an. Namun upaya yang lebih intensifpun tidak pernah berhenti dilakukan. saat ini Dinkes Kukar membuat terobosan dengan melatih petugas Puskesmas menjadi Konselor Kesehatan Remaja. “kami saat ini melakukan penguatan pada sistem hulu yaitu melatih sebanyak mungkin kader konselor sebaya di masing-masing sekolah melalui penguatan program PKPR Puskesmas ” Ujar Linda, Kasi Kesehatan Keluarga yang sekaligus menjadi ketua penyelenggara kegiatan Pelatihan Petugas Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja yang dilaksanakan di Hotel Fatma. (07/08).

Lebih lanjut linda menjelaskan bahwa, tujuan utama dalam kegiatan ini untuk mendukung penurunan jumlah kematian ibu dan bayi serta mendukung tercapainya  target Sustainable Development Goals (SDG’s) melalui pendekatan program pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR). “Peserta dari tenaga dokter dan pemegang program PKPR puskesmas” Kata linda

 

Selama dua hari peserta Peserta akan diberi bekal kemampuan dan  ketrampilan untuk melatih tenaga konselor sebaya dari masing-masing sekolah tingkat SMP dan SMU diwilayah masing-masing.

“Selain melatih siswa sebagai tenaga konselor sebaya disekolahnya dan memberikan pemahaman siswa tentang kesehatan reproduksi, disamping itu peserta  mempunyai tugas mendampingi dan membantu konselor sebaya dalam menangani kasus-kasus yang dihadapi di sekolahnya” Ungkap Linda.

Linda juga menjelaskan bahwa tenaga pelatih untuk kegiatan ini dari tenaga kesehatan yang sudah dilatih di tingkat propinsi yaitu dokter Adam dari Puskesmas Rapak Mahang dan dia sendiri dari Dinkes Kukar.

Dengan telah dilatihnya petugas Puskesmas tentang pelatih konselor sebaya ini, maka kegiatan pelatihan konselor sebaya di sekolah dapat dilakukan oleh masing-masing puskesmas yang sudah dilatih.

 

“Kegiatan pelatihan konselor sebaya yang nantinya diselenggarakn di masing-masing sekolah tidak perlu kami lagi yang melakukan, sudah menjadi tanggung jawab mereka (peserta) untuk melakukan hal tersebut” Tegas Linda.

Terkait dengan harapan dari pelatihan ini, Linda mengungkapkan bahwa, dengan dilatihnya petugas puskesmas menjadi pendamping konselor sebaya maka pemahaman tentang kesehatan ibu dan anak sudah sejak dini ditanamkan pada siswa. Sehingga mematangkan siswa dan siswa pada pemahaman reproduksi seks remaja yang sehat.

 

“Pemahaman tersebut, dalam jangka panjang akan mampu mengurangi resiko kehamilan dan kematian ibu serta bayi” Pungkasnya.

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 4
Hari ini: 27
Total: 10033