Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

DINKES OPTIMALKAN GERAKAN IDL BAGI BAYI

Jumat, 5 Mei 2017

“Sebagai Upaya Capai Target 2017 Universal Child Immunization (UCI) Di Kutai Kartanegara” Ali Kasi Survailanse

TENGGARONG : Meskipun bukan hal yang mudah dicapai, namun Program Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bagi Bayi di Kabupaten Kutai Kartanegara pada akhir Tahun 2017 optimis dapat dicapai 92% sesuai target. Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Survailanse Dinkes Kukar melalui Sukriah Pemegang Program Imunisasi. Menurutnya sampai bulan April program IDL mencapai  angka 18,7%  yang seharusnya mencapai angka 22%. Delapan bulan kedepan pihaknya akan terus mempercepat gerakan Imunisasi dasar Lengkap melalui koordinasi internal di Dinkes dan Puskesmas serta kerjasama lintas sektor. ia menyimpulkan, ada beberapa kendala yang terjadi sehingga target bulanan IDL belum tercapai, pertama pencatatan pelaporan yang belum optimal dari petugas kesehtan dilapangan, kedua sebagian masyarakat belum mau mengimunisasikan bayinya yang menganggap imunisasi tidak mempunyai efek untuk kesehatan dan menganggap bahan vaksin berasal dari sumber binatang yang haram hukumnya serta persoalan lainnya terkait dengan manajemen sarana prasarana kesehatan.

Sukriah menambahkan, bahwa perkembangan kebijakan pemberian vaksin bagi bayi makin tahun makin bertambah jenis dan jumlahnya yang menjadi syarat lengkap dalam IDL, hal ini menjadi kendala sekaligus tantangan buat petugas ketika melaksanakan program imunisasi bagi bayi secara lengkap diwilayahnya. Ia menjelaskan,  menurut Permenkes Nomor 42 tahun 2013, Imunisasi dasar Lengkap untuk bayi berusia kurang dari satu tahun harus mendapatkan vaksin :
1.    Satu dosis Hepatitis B (0 – 7 hari)
2.    Satu Dosis BCG (1 bulan)
3.    Tiga dosis DPT/HB/Hib (2, 3 dan 4 bulan)
4.    Empat Dosis Polio (1,2,3 dan 4 bulan)
5.    Satu Dosis Campak (9 bulan)

Apabila salah satu jenis vaksin belum atau tidak diberikan kepada seorang bayi maka dianggap belum memenuhi kriteria Lengkap dan tidak bisa mendukung kenaikan angka cakupan UCI.

Untuk mengatasi hal tersebut, ia akan menerapkan strategi baru melakukan Gerakan Massal Imunisasi dasar Lengkap dengan melakukan koordinasi lintas program dalam dinas kesehatan dan puskesmas serta menguatkan lintas sektor bekerja sama dengan Bappemas dan sektor terkait lainnya.
Gerakan Massal IDL ini dimulai dari Beberapa Puskesmas dengan Desa Percontohan Gerakan Massal IDL yang nantinya diharapkan mampu menjadi contoh bagi desa-desa sekitarnya.

Menurut Ali, Saat ini pihaknya masih melakukan penguatan koordinasi dan konsolidasi internal Dinkes dan Puskesmas untuk penguatan gerakan tersebut sebelum dilakukan koordinasi lintas sektor dan penerapan Gerakan Massal IDL di beberapa puskesmas dengan desa perconotohan.
Sementara itu Kabid P2PL, Eryariyatin, sangat mendukung dengan rencana tersebut dan berharap strategi ini akan bisa mendongkrak capaian IDL dan UCI pada akhir tahun.

 

Simpan sebagai :

Berita terkait :