Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

DINKES SAMARINDA, PELAJARI INOVASI PUSKESMAS RAPAK MAHANG KUKAR

Kamis, 21 Desember 2017

“Pelajari Inovasi Kegiatan Program KIA, Lansia Dan Klinik Upaya Berhenti Merokok Puskesmas” Eko M Kapusk Rapakmahang.

 

KUKAR: Puskesmas Rapak Mahang pantas menyandang predikat Puskesmas Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2017 karena memiliki berbagai inovasi program dan berstatus Puskesmas Akreditasi Utama serta dikuatkan dengan pola penerapan Keuangan BLUD. Hal inilah yang menjadikan Puskesmas terbaik di Kukar tersebut menjadi tempat kunjungan pembelajaran dinas kesehatan dan puskesmas kabupaten/kota lain. “Saat ini (16/12) kami mendapat kunjungan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Kota Samarinda. Mereka ingin mendalami tentang inovasi program KIA, Lansia dan program lainnya” Ujar Eko M, Kapus Rapak Mahang saat ditemui di ruang kerjanya.

Lanjut Eko, bahwa kunjungan dinkes Samarinda kali ini dihadiri oleh Anni Rahmayanti Kabid Kesmas didampingi oleh staf program dan lima puskesmas diantaranya adalah Puskesmas Palaran, Trauma Center, Karang Asamm ,Air Putih dan Puskesmas Remaja. Mereka mendalami inovasi program Kesehatan Ibu, Kesehatan Anak, Kesehatan Lansia dan Klinik Upaya Berhenti Merokok.

 

Dalam pemaparannya Eko menjelaskan bahwa, inovasi program kesehatan ibu yang ia garap dinamakan dengan GPIH, yaitu Gerakan Pemantauan Ibu Hamil. Gerakan ini menekankan pada pendataan ibu hamil oleh kader kesehatan dengan memberikan tanda bendera hijau setiap bumil, kemudian dilanjutkan dengan program PISITI (Pemantauan Ibu Hamil Resiko Tinggi)  dengan memberikan tanda bendera berwarna merah. Bila sudah diidentifikasi ibu hamil tersebut dengan status resiko tinggi maka tim kesehatan Puskesmas Rapak Mahang menyiapkan proses rujukannya. Proses rujukan tersebut memanfaatkan mekanisme Manual Rujukan yang sudah disiapkan oleh dinas kesehatan bekerja sama dengan rumah sakit umum kabupaten. “Bumil yang sudah terdeteksi resiko tinggi, maka kami siapkan rujukan melalui mekanisme manual rujukan kabupaten” Ungkap Eko.

Untuk program kesehatan anak, ia menjelaskan inovasi Puskesmas Ramah Anak dengan melakukan pencatatan pada kohort bayi dan balita.  Sedangkan untuk penanganan ibu paska melahirkan, ia menerapkan program inovasi PENITI (Pemantauan Nenonatal Resiko Tinggi) yang merupakan tindak lanjut dari pemantauan bumil resiko tinggi. “dengan inovasi ini, semua resiko tinggi pada bumil, bufas, bayi dan balita bias terpantau dan tertangani dengan segera” beber Eko.

Dalam paparannya, Eko juga menjelaskan tentang inovasi pelayanan kesehatan lansia yang berupa program puskesmas santun lansia yang disertai hotline pendaftaran pelayanan pasien lansia. Inovasi yankes lansia jug meliputi home visit dan home care lansia, integrasi posyandu lansia dan posbindu, kegiatan audit kematian lansia dan inovasi program PURIT (Pemantauan Usia Lanjut Resiko Tinggi). “ Puskesmas santun lansia merupakan kegiatan dalam gedung sedangkan home visit, home care dan PURIT merupakan kegiatan luar gedung” kata Eko.

 

Klinik UBM atau Upaya Berhenti Merokok merupakan program inovasi puskesmas yang juga disampaikan oleh Eko. Dalam penjelasannya ia memaparkan bahwa program ini bekerja sama dengan salah satu Bank untuk memberikan bantuan pembiayaan kredit bagi pasien yang berhasil berhenti merokok. “pinjaman lunak dari Bank ini merupakan reward bagi pasien klinik UBM yang berhasil berhenti merokok”. Ujar Eko.

Dalam membuat dan mengembangkan program – program inovasi ini, ia lakukan dengan menguatkan Tim internal dalam puskesmas dan membangun kerja sama dengan pihak lintas sector terutama pihak kecamatan. ” Banner tentang program kesehatan lansia sebagian dibuat oleh pak camat” Ungka Eko.

Mendengar penjelasan berbagai inovasi tersebut, peserta kunjungan dinkes Samarinda mengatakan sangat kagum. “Kami merasa berbagai inovasi ini seolah bukan di Puskesmas di Tenggarong namun seperti di Jakarta” Ujar salah satu peserta kunjungan dengan kagum, yang disampikan oleh Eko.

Sementara itu, Pihak Dinas Kesehatan Samarinda melalui beberapa puskesmas, akan melakukan kunjungan ulang ke Puskesmas Rapak Mahang untuk mempelajari strategi keberhasilan dalam pencapaian akreditasi tingkat utama. ”Puskesmas Remaja, Karang Asam dan Sempaja akan melakukan kunjungan ulang ke Puskesmas Rapak Mahang untuk mempelajari proses akreditasi kami” pungkas Eko .(waa)

Simpan sebagai :

Berita terkait :