Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

DINKES SIAPKAN 14 PUSKESMAS AKREDITASI TAHUN 2017

Jumat, 12 Mei 2017

“Diharapkan Puskesmas Handil Baru, Muara Jawa dan Sanga-Sanga Peroleh Akreditasi Paripurna selebihnya Minimal Madya”. Kadinkes melalui Imam Kabid Yankes

 

KUKAR : Sampai saat ini, Lima Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara sudah berstatus akreditasi, masih ada 27 Puskesmas yang harus berproses menuju status Akreditasi selambat-lambatnya sampai Tahun 2019. Tantangan inilah yang menjadikan Tim Pendamping Akreditasi Dinas Kesehatan berpacu dengan waktu dan percepatan kinerja untuk menyiapkan secara bertahap beberapa Puskesmas berproses menerapkan akreditasi. “ Pada Tahun 2017, Dinkes sudah menetapkan 14 Puskesmas sebagai target bagi Tim Pendamping Akreditasi Kabupaten membantu menyiapkan proses akreditasi terutama untuk kelengkapan dokumen Administrasi manajemen, dokumen upaya kesehatan masyarakat dan dokumen pelayanan medis serta kesiapan kondisi pelayanan kesehatan dilapangan agar ketika Tim Surveyor atau Penilai Akreditasi Nasional melakukan kajian / survai, seluruh Puskesmas tersebut mampu dan layak dinilai sebagai Puskesmas Akreditasi”. Ujar Kadinkes Kukar melalui Imam Pranawa Kabid Yankes, sebagai Penanggung Jawab program Akreditasi.

 

Lanjutnya, Puskesmas yang sudah berstatus akreditasi tahun lalu adalah Puskesmas Rapak Mahang dan Samboja dengan status Utama, Puskesmas Loa Kulu, Loa Ipuh dan Sebulu II dengan status Madya. “Tahun ini Dinkes Menyipakan 14 Puskesmas antara lain : Puskesmas Teluk Dalam, Kahala, Rimba Ayu, Kota Bangun, Perangat, Loa Janan, Sungai Meriam, Muara Jawa, Muara Badak, Badak baru, Mangkurawang, Handil Baru dan Sungai Merdeka Untuk Dilakukan Pendampingan Oleh Tim Pendamping Kabupaten” Ujar Imam.

 

Terkait dengan kendala waktu dan kesibukan anggota Tim Pendamping, Imam menekankan kepada Tim tersebut untuk melakukan pengetatan jadwal  pendampingan pada Puskesmas agar ada percepatan persiapan dokumen persyaratan akreditasi, dokumen telusurnya dan persiapan kondisi dilapangan. Rencananya,  bulan Agustus ini, sembilan Puskesmas siap diajukan penilaian oleh Surveyor Akreditasi dari kementrian Kesehatan dan selebihnya diajukan paling lambat bulan September tahun ini juga. Namun apabila ada Puskesmas yang lebih dahulu dapat menyiapkan persyaratan dokumen akreditasi dan persiapan sumber daya manusianya, maka ia mendukung untuk diajukan penilaian lebih awal dari jadwal yang seharusnya.

 

Senada yang disampaikan Aminah, seorang Doktor lulusan Unhas Makssar, salah satu Tim Pendamping Akreditasi Dinkes. Kunci penting didalam proses Akreditasi adalah kesiapan sumber daya manusia yang ada di Puskesmas serta komitmen mereka menjalankan organisasi mengacu pada sistem manajemen mutu. Puskesmas harus segera membentuk kelompok kerja atau Pokja yang masing-masing bertanggung jawab terhadap proses dokumen Administrasi Manajemen, dokumen Upaya Kesehatan Masyarakat dan Pelayanan Medis. “Agar terwujud percepatan proses akreditasi, maka selain mendampingi Puskesmas secara langsung dilapangan, Tim-nya juga membuka berbagai jalur komunikasi dan konsultasi untuk Puskesmas, baik melalui telepon maupun memanfaatkan media sosial” Tegasnya.

 

 

Selanjutnya Imam menambahkan, Dinkes berharap Empat belas Puskesmas yang sudah disiapkan tahun ini, lolos dalam penilaian oleh Tim Surveyor Akreditasi. “Empat Puskesmas yaitu Muara Badak, Handil Baru, Muara Jawa dan Sanga-Sanga diharapkan memperoleh status Akreditasi Paripurna dan selebihnya minimal status Madya” Pungkasnya.

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 42
Hari ini: 18
Total: 11401