Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

EVEN ERAU, DINKES LAKUKAN PENGAWASAN MAKANAN

Senin, 31 Juli 2017

“Cegah Akibat Yang ditimbulkan Makanan Yang mengandung Zat Berbahaya” Kabid P2PL

TENGGARONG- Sejak Selasa(25/7) Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit(BBTKLPP) Banjarbaru Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Dinkes Kukar, mengawasi makanan yang disajikan ke peserta Festival Kesenian Rakyat Internasional V tahun 2017, dengan cara mengambil sampel untuk diuji, apakah makanan yang disajikan mengandung bahan atau zat berbahaya.

“Dinkes Kukar memfasilitasi BBTKLPP Banjarbaru yang melakukan pengawasan makanan dan minuman, yang disajikan diacara festival Erau 2017. BBTKLPP Banjarbaru rutin setiap tahun mengawasi makanan dan minuman yang disajikan setiap Erau, karena bagian dari Tupoksi BBTKLPP Banjarbaru,”kata Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kukar, Eryariyatin diruang kerjanya kemarin.

Dia menambahkan, BBTKLPP Banjarbaru yang lingkup kerjanya mencakup tiga wilayah, Kalteng, Kalsel dan Kaltim telah mengambil sampel makanan dan minuman di dua hotel tempat menginap peserta asing, Grand Elty dan Grand Fatma Tenggarong. Dan juga mengambil sampel dilokasi Ekspo halaman parkir Stadion Rondong Demang, dilokasi Pendopo Bupati saat jamuan makan siang bersama Bupati Kukar, serta saat pelaksanaan pesta Adat Beseprah.

“kalau makanan secara kasat mata warnanya terlihat lebih terang maka akan diambil sampelnya, yang dikhawatirkan mengandung pewarna makanan yang tidak direkomendasikan, seperti pewarna pakaian Rodamin dan bahan pengawet Formalin, ini merupakan zat bahaya yang tidak boleh dikonsumsi,”jelasnya.

BBTKLPP Banjarbaru yang membuka posko di Hotel Lesung Batu Tenggarong, akan menyampaikan hasilnya besok(hari ini,red) jika positif mengandung bahan makanan berbahaya, maka pelaku usaha yang menyediakan bagi tamu asing akan mendapatkan peringatan, untuk tidak mengulanginya lagi. Dan hasil BBTKLPP Banjarbaru akan disampaikan ke Dinas Pariwisata selaku pemakai jasa Kateringan pihak ketika selama Erau.

 

“Pengendalian bahan makan berbahaya selain dilakukan oleh Dinas Kesehatan juga bekerja sama dengan OPD lain, seperti jika daging ayam mengandung Formalin maka Dinas Pertanian dan Peternakan harus turun tangan, jika ikan mengandung formalin maka Dinas Perikanan dan Kelautan harus menyelesaikan masalah tersebut,”pungkasnya.

Simpan sebagai :

Berita terkait :