Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

INDEKS RUJUKAN PADA EVEN GENERASI III KUKAR

Selasa, 2 April 2019

KUKAR : Program Reformasi Birokrasi yang digalakkan oleh pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara ditekankan pada perubahan manejemen masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sudah dimulai sejak tiga tahun yang lalu.  Terkait dengan hal diatas  Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya perubahan manajemen terutama pada pelayanan kesehatan ibu hamil yang dipantau terkait keputusan yang tepat dan cepat untuk tindakan rujukan. Upaya ini dinamakan program inovasi Indeks Rujukan atau indikator Deteksi Dini Rujukan yang juga menjadi salah satu nominasi dari berbagai Inovasi OPD pada Even Generasi III atau Gelar Manajemen Perubahan dan Inovasi Ke-3 yang dibuka oleh Edi damansyah, Bupati Kukar di gedung Bappeda Kutai Kartanegara pada hari Rabu minggu lalu (27/3).

Dalam sambutan dan arahannya, Bupati menyampaikan penghargaannya kepada suluruh OPD atas komitmennya membangun perubahan pada organisasi  sesuai tugas dan fungsi salah satunya melalui kegiatan inovasi yang terus bergerak dari tahun ke tahun. “Mudahan terus berjalan semua inovasi tersebut sehingga memberikan dampak pada optimasliasi pelayanan kepada masyarakat” Ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa perubahan manajemen tersebut selain perubahan pada pola pikir dan budaya kerja juga memunculkan inovasi-inovasi baru yang diarahkan untuk komitmen peningkatan kualitas pelayanan kepda masyarakat.

Even Generasi III, yang juga dihadiri oleh sekretaris daerah dan jajaran asisten, menampilkan empat puluh lima jenis inovasi dari berbagai OPD dinas, badan, kecamatan sampai desa dan kelurahan.

Pada kesempatan tersebut Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara menampilkan program Inovasi Indeks Rujukan atau Indikator Deteksi Dini Rujukan yang dimaksudkan sebagai Salah satu upaya dalam percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dengan menyusun kesepakatan indikator dan parameter rujukan  dari sisi medis dan non medis di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Dalam penyampaiannya, Boma Kadinkes Kukar menjelaskan bahwa ketentuan atau prosedur tindakan rujukan bagi ibu hamil sudah diatur dalam Peraturan Bupati Kutai Kartanegara nomor 28 tahun 2017 tentang Pedoman Manual Rujukan, namun dalam penerapannya petugas kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama  belum memiliki panduan yang rinci terkait kondisi ibu hamil yang seharusnya dirujuk. Untuk itu dibuatlah Indeks Rujukan ini yang merupakan Sebuah Formulir yang memuat Indikator Deteksi Dini Rujukan Maternal (Ibu Hamil, Ibu Bersalin, Ibu Nifas) dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama/FKTP (Puskesmas, Pustu, Bidan Praktik, Dokter Praktik, Klinik Kesehatan) ke Rumah Sakit.

 

“inovasi ini untuk melengkapi dan menyempurnakan proses pada  pelayanan kesehatan tingkat pertama sebelum penerapan prosedur pada Manual Rujukan” ungkapnya.Inovasi Indeks Rujukan bertujuan memperbaiki mekanisme dan spesifikasi rujukan supaya tepat waktu dari Faskes Tingkat Pertama ke Faskes Rujukan Tingkat Lanjut yang diharapkan berdampak pada penurunan kematian ibu dan bayi.Lebih lanjut ia menjelaskan inovasi ini mampu mengurangi beban FKRTL dari rujukan kasus yang tidak perlu, serta meningkatkan kualitas pelayanan maternal pada masyarakat.“Manfaat INDEKS RUJUKAN dirasakan sangat besar dalam memutuskan tindakan rujukan dan memberi bukti dalam melakukan kolaborasi dengan dokter maupun dokter spesialis dalam hal konsultasi” Pungkas nya.

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 34
Hari ini: 10
Total: 13094