Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

"IVA TEST" DI KEJAKSAAN TENGGARONG

Selasa, 3 Oktober 2017

“Kerjasama Dinkes Dengan Ikatan Adhyaksa Darmakarini Kukar melakukan Pemeriksaan IVA Test Bagi Karyawati dan Istri Pegawai Kejaksaan”Kabid P2PL melalui Dilla Petugas Teknis Lapangan 

 

KUKAR : Penyakit Kanker Leher Rahim masih menjadi momok bagi kaum wanita di Indonesia termasuk di Kutai Kartanegara. Menyikapi hal tersebut Dinas Kesehatan Kesehatan bekerjasama dengan Ikatan Adhyaksa Darmakarini (IAD) Kukar yang merupakan organisasi istri pegawai kejaksaan untuk mengadakan pemeriksaan IVA Test. “Kegiatan ini dilaksanakan atas permintaan pengurus IAD kepada Dinkes Kukar untuk mengadakan pemeriksaan IVA Test Bagi karyawati dan Istri pegawai Kejaksaan” Ujar Kabid P2PL melalui Dilla Staf teknis lapangan saat ditemui di lokasi (2/10).

Dilla menjelaskan bahwa Dinkes sangat mendukung kegiatan ini karena bagian dari kewaspadaan dini terhadap resiko penyakit kanker leher rahim yang sering menyerang kaum hawa. Untuk mengoptimalkan kegiatan ini, Dinas Kesehatan menunjuk petugas kesehatan Puskesmas Loa Ipuh membantu proses pelaksanaannya. Sasaran pemeriksaan IVA Test di kantor kejaksaan sebanyak 17 orang, namun yang bisa dilakukan pemeriksaan hanya 9 orang saja.

 

Ada beberapa prasyarat apabila seseorang akan dilakukan pemeriksaan IVA test. “Sebelum dilakukan pemeriksaan IVA Test, maka orang tersebut sebelumnya tidak melakukan hubungan suami istri selama satu kali dua puluh empat jam, dan tidak sedang menstruasi” kata Dilla.

Lanjutnya, dari 17 orang sasaran tersebut hanya 9 orang saja yang bisa mengikuti pemeriksaan IVA Test, hal ini dikarenakan sebagian dalam kondisi menstruasi, dan yang lain tidak maudiperiksa dengan alasan takut. 

Dilla menjelaskan sebab dari penyakit tersebut ada banyak faktor resiko penyebab, diantaranya adalah berhubungan seksual terlalu dini, sering berganti-ganti pasangan seksual, kekebalan tubuh menurun akibat minum obat antiimuno supersan, pemakaian obat anti hamil/pil lebih dari lima tahun, berperilaku merokok atau sering terpapar asap rokok, dan melahirkan lebih dari tiga kali.

“Apabila dari hasil Pemeriksaan Tes IVA tersebut ditemukan positif, maka pihaknya menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit agar dapat dipastikan tingkat gejalanya dan stadium dari penyakit tersebut serta dapat dilakukan tindakan medis yang diperlukan” terang Dilla.

Ia menyarankan agar setiap wanita melakukan pemeriksaan IVA test secara berkala  sebagai langkah deteksi dini terhadap resiko penyakit kanker leher rahim ini. “Bila didapatkan IVA test nya positif yang ditandai dengan bercak putih pada dinding rahim, maka disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke rumah sakit agar dapat dilakukan tindakan lanjutan dengan menggunakan metode Cryotherapy yaitu mengupas bercak putih tersebut serta penanganan medis lain agar sel kanker tersebut tidak berkembang lebih lanjut” Pungkasnya.(waa)

Simpan sebagai :

Berita terkait :