Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

JAMBAN KOMUNAL DESA GAS ALAM MUARA BADAK

Rabu, 3 Agustus 2016

KUKAR : Desa Gas Alam yang terletak di Kecamatan Muara Badak adalah salah satu desa dengan predikat Desa Sehat Mandiri yang dibentuk enam tahun yang lalu. Namun bukan berarti semua masalah sudah “beres” ternyata masih banyak upaya yang harus dilakukan untuk mempertahankan status desa sehat mandiri tersebut. Salah satu masalahnya adalah kasus diare di desa ini selalu meningkat dan diperkirakan karena masih banyak masyarakat yang BAB ke rawa-rawa yang terhubung dengan laut sehingga kotoran manusia ini banyak kelihatan tergenang di air tersebut.

Melihat kondisi ini Puskesmas Muara Badak beserta pemerintah desa pada Bulan Juli yang lalu merencanakan program Stop Buang Air Besar Sembarangan melalui Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 

 

Dalam kegiatan ini, pemerintah desa mengumpulkan warga dan para tokoh masyarakat untuk diberikan pemahaman serta rencana kegiatan pemicuan STBM yang dibantu oleh Fasilisator dari Dinas Kesehatan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk pemberdayaan masyarakat agar dapat memliliki jamban yang sehat dan tidak membuang air besar sembarangan lagi. Setelah dilakukan pemicuan STBM dengan membuat pemetaan oleh masyarakat sendiri maka diketahui masih banyak yang belum memiliki jamban yang sehat yaitu sekitar 84 rumah. 

Hidayat, Kepala Desa Gas Alam, berharap tahun ini semua rumah memiliki jamban sehat dan sudah bisa 100 persen bebas buang air besar sembarangan dan langsung bisa dimonitoring oleh pihak Puskesmas maupun Dinas Kesehatan.

Sementara itu Yuana fasilitator dari Dinas Kesehatan yang mendampingi kegiatan tersebut menjelaskan bahwa Kegiatan ini adalah inisiatif dari Pemerintah Desa setempat yang prihatin dengan masalah sanitasi terutama pada warga yang tinggal diatas rawa-rawa laut serta difasilitasi Puskesmas Muara Badak dan dibantu pembiyaan nya oleh pihak CSR setempat. Program yang dijalankan adalah membuat Jamban Komunal percontohan di beberapa lokasi, untuk satu jamban komunal dengan ukuran besar mampu menampung lima kepala kaluarga sedangkan yang ukuran kecil menampung tiga kepala keluarga. Jamban komunal yang terbuat dari beberapa tandon ukuran besar ini sudah dirancang untuk memproses tinja manusia  sehingga limbah akhir buangannya aman untuk lingkungan sekitar.(waa) 

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 11
Hari ini: 12
Total: 9787