Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

JAMBAN PESISIR ATASI BABS DI MUARA BADAK

Rabu, 12 Juli 2017

“Dengan Jamban Pesisir Sederhana, Bisa Mengatasi Perilaku Buang Air Besar Sembarangan  dan Menurunkan Kasus Diare” Ida Kapusk Muara Badak.

Kukar : Prilaku Masyarakat Buang Air Besar Sembarangan (BABS) masih menjadi permasalahan kesehatan yang berdampak tingginya kasus diare di beberapa wilayah di Indonesia . Demikian juga di Kutai Kartanegara, masih banyak desa yang masyarakatnya berperilaku seperti itu, baik mereka yang tinggal dibantaran sungai maupun dipesisir pantai. Kondisi seperti ini juga terjadi di Desa Gas Alam wilayah Kecamatan Muara Badak. Mengatasi permasalahan ini, Puskesmas Muara Badak membuat percontohan program Jamban Pesisir Sederhana di Desa Gas Alam dan hasilnya mampu merubah perilaku BABS serta menurunnya kasus diare di wilayah tersebut yang sudah berjalan pada tahun kedua. Hal ini dikatakan Kapusk Muara Badak melalui Suriami petugas Kesling Puskesmas saat ditemui dikantornya (11/7).

 

Pembangunan Jamban Pesisir Sederhana yang diselenggarakan oleh Puskesmas Muara Badak ini bagian dari program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat untuk mengatasi permasasalahan perilaku masyarakat yang masih banyak buang air besar sembarangan khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah rawa, pantai dan bantaran sungai.  “Biaya pembuatan Jamban Pesisir Sederhana sangat ekonomis , bahan mudah didapat, sangat kuat meskipun terendam air/lumpur dan tahan lama” Ujar Ami sambil menunjukkann beberapa foto dokumentasi bahan dasar dan septitank jamban pesisir yang sudah jadi.

 

Lanjutnya, dalam menerapkan pembuatan Jamban Pesisir ini, pihaknya memilih desa Gas Alam sebagai desa percontohan dengan pertimbangan, pertama sebagian masyarakat di wilayah desa tersebut  tinggal di rawa-rawa pantai, kedua perilaku masyarakat tersebut dalam BAB masih mengandalkan air pasang dan ketiga Desa Gas Alam merupakan desa Sehat Mandiri percontohan yang memiliki semangat serta keinginan akan pentingnya perubahan perilaku sehat masyarakat khususnya diwilayah rawa-rawa tersebut .

 

Hal senada juga disampaikan oleh dokter Taufiq selaku ketua Desa Sehat Mandiri Gas Alam yang sangat mendukung kegiatan ini agar perilaku masyarakat berubah terkait BABS dan menurunnya kasus diare khususnya diwilayah tersebut.

Ami menjelaskan, Langkah awal penerapan Jamban Pesisir ini, pihaknya melakukan koordinasi dengan camat dan desa sasaran serta melibatkan sektor swasta seperti Klinik Swasta dan PT. Total Indonesie. Kemudian membangun Tim Koordinasi lintas sektor untuk membangun Jamban Sehat Pesisir Percontohan. Namun langkah tersebut diawali dengan meyakinkan tokoh masyarat dan Ketua RT serta memahamkan masyarakat akan pentingnya manfaat Jamban Sehat Pesisir .

“Keunggulan jamban pesisir ini adalah biayanya murah, mudah dibuat, praktis, tidak memerlukan perawatan khusus dan satu jamban atau septitanknya  mampu untuk dipergunakan beberapa rumah tangga” Ujar Ami.

 

Saat ini, penerapan Jamban Sehat Pesisir masih difokuskan ke desa Gas Alam. Apabila program ini berhasil maka akan dikembangkan ke desa-desa yang lain khususnya bagi masyarakat yang tinggal dipinggiran pantai atau dibantaran sungai.

“Sudah terbangun 13 unit sedang septitank jamban pesisir yang mencakup lebih kurang 39 Rumah dan satu unit septitank besar untuk 7 rumah tangga” Jelas Ami.

 

 

“Dengan upaya ini, pencemaran lingkungan dan penyakit yang ditularkan melalui tinja manusia dapat dicegah serta lingkungan menjadi bersih serta tidak berbau, kemudian dampak yang lain menurunnya kasus diare pada masyarakat tersebut” Pungkas Ami.

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 27
Hari ini: 37
Total: 9762