Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

JUMAT PAGI GERMAS DINKES KUKAR, SOSIALISASIKAN GERAKAN GEMA - CERMAT

Senin, 8 Mei 2017

“Dengan Menggalakkan Gema-Cermat, Masyarakat Terhindar dari Bahaya Penggunaan Obat Yang Tidak Tepat” Dewi Kasi Farmasi dan Perbekalan Kesehatan.
KUKAR : Trend Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau yang dikenal dengan GERMAS, rutin dilaksanakan oleh jajaran Dinkes Kukar setiap Jumat pagi. kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah Senam Sehat, penyajian makanan sehat, pemeriksaan kolesterol, gula darah dan asam urat serta kegiatan lainnya. Khusus Jumat ini (5/5) kegiatan Germas Dinkes menyelenggarakan acara tambahan sosialisasi Gema-Cermat untuk karyawan, yang merupakan kepanjangan dari Gunakan Obat Secara Tepat Baca Informasi dengan Cermat.

“Tema Fokus yang Kami Sajikan Gema-Cermat Jumat ini adalah Sediaan farmasi dan Penggunaan Antibiotika” Ujar Dewi Kasi Farmasi  dan Perbekalan Kesehatan Dinkes sebagai koordinator penyelenggara kegiatan di AULA Dinkes Kukar.
Sosialisasi Gerakan Gema-Cermat ini didukung oleh nara sumber dari Ikatan Apoteker Indonesia cabang Kukar. Dewi selaku penyelenggara menghadirkan dua pembicara,  Febriani Apoteker Puskesmas Prangat dan Ainun Apoteker RSUD AMP. “Saat ini banyak sekali masyarakat melakukan kesalahan dalam pemakaian, penyimpanan dan penggunaan obat, oleh karena itu perlu menggalakkan Gerakan Gema-Cermat agar Masyarakat Terhindar dari Bahaya Penggunaan Obat Yang Tidak Tepat” Ungkapnya. 

Dalam paparannya Febriani menjelaskan sediaan farmasi ada ada beberapa bentuk, ada yang cair, puyer, kaplet maupun kapsul sedangkan jenisnya ada yang ditandai dengan warna hijau, biru, merah (k) dan narkotika yang masing-masing berbeda dalam penanganan dan penggunaannya. Sedangkan Ainun lebih menekankan bagaimana masyarakat dalam menggunakan antibiotik hendaknya selalu mengikuti petunjuk dari dokter yang memberikannya. Setiap kali anggota masyarakat atau pasien diberikan antibiotik dengan jumlah tertentu maka wajib baginya untuk meminum sampai habis obat tersebut. Hal ini ditekankan agar kuman atau bakteri yang ada dalam tubuh akan dapat dimusnakan oleh antibiotik terebut. Namun beberapa kasus sering ditemukan bahwa masyarakat tidak menghabiskan antibiotik tersebut dengan alasan merasa sudah sembuh dan sisahnya akan digunakan kembali bila mengalami gejala yang sama dikemudian hari. “Hal ini yang sangat berbahaya, apabila antibiotik tersebut tidak dihabiskan dalam jangka waktu tertentu, maka dikhawatirkan akan terjadi Resistensi Kuman atau bakteri dalam tubuh terhadap antibiotik tersebut dan akibatnya bila pasien mengalami gejala penyakit berulang maka pemberian antibiotik yang sama tidak akan mendapatkan efek penyembuhan” tegasnya.

Pada hari yang sama, Acara Germas di Aula Dinkes Kukar juga menyediakan menu makanan sehat seperti ubi rebus, kacang rebus dan jamu segar serta konseling gizi untuk mengetahui kandungan kalori dari masing-masing porsi makanan tersebut. “Menu makanan sehat ini disajikan setiap Jumat pagi dan langsung bisa dinikmati sekaligus menjadi contoh makanan sehat bagi karyawan untuk mengurangi resiko tingginya kadar kolesterol, asam urat dan gula darah dalam tubuh” Ujar Aminah Kasi Gizi sekaligus menjadi koordinator Menu Sehat Germas Dinkes.

Pada saat yang sama Koentidjo, Kadinkes Kukar, mengatakan sangat mendukung kegiatan Germas Jumat pagi  yang sudah rutin dilakukan di Dinkes Kukar mulai kegiatan senam sehat, penyajian menu makanan sehat dan kegiatan lain yang menurutnya akan berdampak pada kesehatan individu karyawan, mampu menumbuhkan rasa kebersamaan dan dapat berbagi informasi dari masing-masing program. “Germas di Dinkes sudah menjadi budaya, dengan demikian diharapkan kualitas hidup sehat karyawan bisa meningkat dan kinerja makin optimal” Pungkasnya. (waa)

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 17
Hari ini: 34
Total: 9762