Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

KEMENKES GELAR SOSIALISASI GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT DIKUKAR

Jumat, 30 Desember 2016

TENGGARONG – Kemenkes dan Dinkes Kukar menggelar Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Pendopo Bupati Kukar, dengan kegiatan ini maka Program Kementrian terkait Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Kukar segera dimulai (22/12). Sosialisasi ini dibuka oleh Sekda Kukar dan dihadiri Kadinkes drg Koentijo Wibdarminto. 

Ia mengatakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat harus didukung oleh seluruh stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat dalam rangka menyukseskan dua belas indikator Keluarga Sehat. Selain itu penekanan gerakan hidup sehat juga dilakukan pada semua tatanan.

Sekda Kukar H. Marli mengatakan bahwa pasar sangat rawan atas penyebaran penyakit bagi masyarakat, pasar yang ada di Tenggarong akan diarahkan menjadi pasar sehat, dengan penataan pedagang, pengaturan pembuangan limbah pasar, hingga pola hidup penjual dan pengunjung yang ada di pasar.

“ Untuk sama-sama kita Ketahui, bahwa pasar itu rawan penyebaran penyakit, sehingga harus ditata menjadi pasar Sehat, “ kata Marli, usai mempromosikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, garapan Kemenkes RI dan Dinkes Kukar, beberapa hari yang lalu di Pendopo Bupati Kukar. 

Marli mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan yang paling sederhana, seperti rajin mencuci tangan, banyak mengkonsumsi sayur dan buah, banyak minum air putih, rutin berolahraga, istirahat tidur yang cukup, serta diimbangi dengan jiwa yang tenang. Datangnya penyakit tidak kita duga sebelumnya, jika tubuh kita kekurangan vitamin maka rawan terkena penyakit. Kita semua sudah sadar, lebih baik mencegah dari pada mengobati, Cuma terkadang kita lalai dari upaya pencegahan, dengan membiasakan pola hidup sehat. Pengalaman sudah membuktikan jika seseorang mengidap penyakit keras, maka banyak biaya yang akan dikeluarkan, lebih murah jika membiasakan hidup sehat untuk memcegah datangnya penyakit.

“ Jika terserang penyakit, saya mengimbau kepada masyarakat untuk berobat ke Puskesmas atau RSUD yang ada di Kukar, karena pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat sudah cukup bagus, dengan diraihnya berbagai penghargaan yang diterima Puskesmas dan RS di Kukar, ini menunjukan manajemen bidang Kesehatan yang dilakukan Dinkes sudah diakui banyak kalangan, termasuk dari Kemenkes, “ tegasnya.

Sementara itu, Kasubid Penyehatan Limbah dan Radiasi, Dirjen Kesmas Kementerian Kesehatan RI, Sonny P Warouw memaparkan, yang harus diamalkan masyarakat, dengan meminimalisir mengkonsumsi 3G(Gula, Garam dan Gurih), banyak mengkonsumsi Gula dalam menyebabkan Diabetes, banyak mengkomsumsi garam menyebabkan Hipertensi, serta banyak mengkonsumsi Gurih seperti penyedap rasa, dapat menyebabkan penyakit genatif lainnya seperti memicu serangan jantung.

“ Jangan lupa juga, untuk membiasakan aktivitas gerak fisik, untuk membuang tongsin tubuh secara alamiah melalui olahraga, idealnya tiga jkali olahraga dalam satu minggu, jika tidak bisa juga dengan rutin melakukan jalan kaki, “ jelasnya.

Sementara itu Kabid Pengelola Pasar Disperindakop Kukar, Tego Juwono, yang berkesempatan hadir mengikuti sosialisasi mengatakan, untuk langkah awal, Pasar Gerbang Raja Mangkurawang sebagai proyek percontohan dari Kemenkes di Kaltim, karena bangunan pasar Mangkurawang sudah cukup mendukung terbentuknya pasar sehat. Bidang Pasar mendapatkan bantuan satu set Radioland dari Kemenkes, yang diperuntukan untuk mensosialisasikan agar kepada pedagang dan pembeli untuk sama-sama mendukung terbentuknya pasar sehat.

“ kita akan mensosialisasikan mewujudkan pasar Mangkurawang sehat, pasar sehat tiap Kabupaten akan dipantau oleh Kemenkes, “ Katanya.

Tego menambahkan, belum ada target kapan Pasar mangkurawang bisa terwujud, karena yang harus diubah adalah prilaku kebiasaan  masyarakat yang gemar membuang sampah sembarangan diareal pasar, padahal tempat sampah yang ada dibeberapa titik pasar sudah cukup untuk menampung sampah pasar.

“ Ciri pasar sehat tersedianya Instlasi Pengelolaan Air Limbah(IPAL), Tempat Pembuangan Sementara(TPS) yang memadai, penataan zona yang rapih anatara pedagang basah dan kering, serta budaya buang sampah pada tempat yang sudah terbangun pada penghuni pasar, “ jelasnya.(#Rian-Wa)

 

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 13
Hari ini: 26
Total: 10276