Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

KERJASAMA DENGAN PT. SYNCORE, DINKES KUATKAN BLUD PUSKESMAS KUKAR

Kamis, 23 Nopember 2017

“Membantu Puskesmas Dalam Penerapan Sistem Akuntansi dan Laporan Keuangan  Berbasis Aplikasi Online” Kadinkes Kukar

 

KUKAR : Penerapan Sistem BLUD pada tiga puluh dua Puskesmas Kukar sudah berjalan lebih dari satu tahun, namun beberapa sisi mekanisme keuangan  dan regulasi masih perlu dioptimalkan. Pelatihan Penyusunan RBA dan Laporan Keuangan bagi UPTD BLUD menjadi salah satu jawaban persoalan yang dihadapi Puskesmas di Kukar. “Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman Puskesmas tentang pengelolaan keuangan BLUD dan kaji ulang berbagai regulasi tata kelola BLUD Puskesmas” Ujar Kadinkes disampaikan oleh Boma Sekretaris Dinkes Kukar, saat acara pembukaan pelatihan di Hotel Aston Samarinda. (23/11) 

Boma melanjutkan bahwa pelatihan ini diselenggarakan bekerja sama dengan PT. Syncore yang merupakan Lembaga Bidang Teknologi Akuntansi yang bergerak dibidang training and consulting penguatan sistem keuangan BLUD bagi instansi pelayanan publik. Dalam pelatihan tersebut  pihak PT Syncore yang berkantor pusat di Kota Solo tersebut, menyampaikan materi utama tentang pembuatan rencana bisnis anggaran dan pembuatan laporan keuangan berbasis SAK yang diramu dalam bentuk aplikasi online. “Aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan percepatan dan efisiensi pembuatan laporan keuangan tersebut” Ungkapnya.

 

Sementara itu, Plt Bupati dalam sambutannya yang disampaikan oleh Heldi staf ahli bupati  mengatakan bahwa salah satu upaya peningkatan layanan publik adalah dengan menerapkan Pola PPK-BLUD Puskesmas yang salah satu tujuannya memberikan keleluasaan pengelolaan keuangan. Namun ia berpendapat keleluasaan pengelolaan keuangan BLUD tersebut harus tetap nengacu pada ketentuan yang berlaku secara transfaran dan akuntabel serta tetap mengutamakan kualitas pelayanan kesehatan.  “Status PPK BLUD bukan berarti membisniskan pelayanan kesehatan” ungkapnya.

Dalam Pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut, dihadiri oleh 32 puskesmas, Tim Satgas BLUD Dinkes Kukar dan didampingi oleh narasumber dari PT Syncore serta  serta nara sumber dari Pengurus Pusat Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA).

 

 

Bejo Mulyono, nara sumber PT Syncore yang berasal dari ARSADA, pernah menjadi Tim Inti Pembuatan Peraturan Menteri Dalam Negeri Tentang BLUD. Pada kesempatan tersebut ia  menjelaskan bahwa, program PPK-BLUD bukanlah milik dinas kesehatan namun menjadi tanggung jawab bersama unsur-unsur lintas sektor pemerintah daerah. Untuk itu ia berharap bahwa pemerintah daerah hendaknya berfungsi sebagai pembina, mendampingi dan mengarahkan Puskesmas dalam menerapkan pola pengelolaan keuangan BLUD tersebut. 

 

 

Hal senada juga disampaikan oleh Samad, Kabid SDK yang juga sebagai Tim Pengarah BLUD Dinkes Kukar bahwa fungsi tim penilai BLUD sekretariat kabupaten bersama dinas kesehatan Kukar selain melakukan monitoring dan evaluasi juga mendampingi dan membantu puskesmas dalam pengelolaan keuangan serta pembuatan laporan sistem akuntansi keuangan. “Saya berharap dapat terwujud kesepahaman dan kesepakatan pihak pemerintah daerah bersama dinas kesehatan untuk membantu Puskesmas secara teknis dalam pembuatan laporan sistem akuntasi keuangan BLUD” Pungkasnya. 

 

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 17
Hari ini: 7
Total: 9510