Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

KLB DI MUARA MUNTAI DIDUGA KERACUNAN MAKANAN

Jumat, 28 April 2017

KUKAR : Kejadian berawal dari acara Isro Miroj yang diselenggarakan pada Selasa malam hari (25/4) di Desa Jantur (salah satu Desa di Kecamatan Muara Muntai) yang dihadiri lebih dari seratus orang masyarakat desa. Acara tersebut berjalan lancar, namun setelah beberapa jam malam tersebut, banyak masyarakat mendatangi Pusban Jantur dengan keluhan mual, muntah, pusing dan nyeri perut, esok paginya disusul sebagian masyarakat mendatangi Puskesmas Muara Muntai karena mengalami kondisi dan kejadian yang sama. Dan dari hasil pantauan petugas kesehatan kesehatan setempat mengatakan terjadi KLB yang diduga keracunan makanan, tercatat 67 penderita meninggal 1 orang. Diantara jumlah tersebut 34 orang hanya rawat jalan, 28 orang rawat inap di Puskesmas Muara Muntai dan Pusban Jantur, 5 orang dirujuk ke RSUD Koba serta satu orang meninggal dunia umur 5,6 tahun atas nama Fachri. Hal tersebut disampaikan oleh dokter Eryariyatin, yang lebih akrab disapa dokter Yaya, kabid P2PL Dinkes Kukar saat dilokasi bersama TGC dari RSUD Koba dan Puskesmas  Koba, Rimba Ayu  serta Muara Wis. (26/04).

Sementara itu Dedi Kepala Puskesmas Muara Muntai mengatakan “Karena banyaknya pasien di Puskesmas tersebut maka perawatan yang dilakukan memanfaatkan semua ruangan dan lorong Puskesmas yang dibantu oleh logistik, tenaga medis dan nonmedis dari RSUD Koba dan Puskesmas disekitar Muara Muntai yang sudah datang pagi ini (rabu red)”.

 “Untuk mengatasi kondisi KLB ini, Rumah Sakit Dayaku Raja telah mengirimkan bantuan logistik, beberapa tenaga dokter spesialis dan 25 tenaga medis dan non medis untuk membantu pasien yang dirawat inap di Puskesmas Muara Muntai dan Jantur, bantuan yang sama datang dari Puskesmas Kota Bangun, Rimba Ayu dan Muara Wis untuk mengatasi keadaan bersama petugas medis  Puskesmas Muara Muntai” ungkap dokter Eryariyatin yang juga pernah bertugas di Puskesmas Rapak Mahang.

 “Sampai berita ini diturunkan (Jumat, red) semua pasien rawat inap di Puskesmas sudah diperbolehkan pulang kecuali yang dirujuk sebanyak lima orang ke rumah sakit Dayaku Raja Kota Bangun masih dilakukan observasi secara mendalam” imbuhnya.

Dokter Yaya juga menjelaskan penyebab dari dugaan KLB tersebut sampai saat ini masih dilakukan pendalaman oleh pihak terkait. Beberapa sampel makanan, muntahan pasien dan air yang diduga penyebab dari kejadian  tersebut sudah dikirim ke Balai POM Samarinda dan hasilnya baru bisa diperoleh lebih kurang sepuluh hari setelahnya.



“Dinas Kesehatan sudah melaporkan KLB tersebut kepada Sekretaris dan Bupati Kutai Kartanegara serta pejabat terkait, termasuk Tim Gerak Cepat Dinkes, Puskesmas, dan RSUD Koba yang Sudah mengatasi Situasi Sedini Mungkin, namun mencermati Kejadian Luar Biasa di Muara Muntai dan kejadian lain di beberapa wilayah Puskesmas Kutai Kartanegara maka pihaknya akan lebih mengoptimalkan kinerja Tim Koordinasi Kejadian Luar Biasa yang dibentuk di Dinkes Kukar bekerja sama dengan sektor terkait” Ungkap Kepala Dinas Kesehatan yang disampaikan oleh dokter Eryariyatin.

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 13
Hari ini: 34
Total: 9762