Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

KUKAR BERJUANG HADAPI KEMATIAN IBU DAN BAYI YANG MASIH TINGGI

Rabu, 30 Agustus 2017

“Kita Sudah Pernah Melakukan Riset Penyebab Kematian Tersebut, Dan Didapati Berbagai Faktor Penyebab” Ujar Kadinkes Kukar Melalui Kabid Kesmas

TENGGARONG- Angka kematian ibu dan bayi saat proses persalinan di Kukar masih cukup tinggi, untuk tahun lalu terdapat 32 kasus kematian ibu dan anak, sedangkan mendekati akhir agutus ini, sudah mencapai 20 kasus berdasarkan laporan yang masuk ke dinkes Kukar. Upaya pencegahan agar kematian ibu dan bayi saat persalinan tidak semakin tinggi, Dinkes sudah berintervensi dengan berbagai program.

“Angka kematian ibu dan anak saat persalinan cukup tinggi di Kukar bahkan di Kaltim. Kita sudah pernah melakukan riset penyebab kematian tersebut, dan didapati berbagai faktor. ”kata Kadinkes Kukar, Koentijo Wibdarminto, melalui Kabid Kesmas Ismi Mufidah, kepada media ini kemarin (28/8).

Ismi menambahkan, penyebabnya bisa dari sisi masyarakat dan kualitas layanan dasar  dan  proses rujukan yang belum optimal. Dinkes berupaya melakukan intervensi dengan melakukan pemantauan dan monitoring secara langsung di beberapa Puskesmas di Kukar. Untuk mengatasi persoalan ini Dinkes telah menjalin kerjasama dengan Adelaide of University Autralia dan RS Unair Surabaya guna peningkatan kapasitas petugas kesehatan untuk optimasi pelayanan kesehatan di Kukar.

“Kerjasama ini kami arahkan untuk meningkatkan kemampuan petugas pelayanan kesehatan yang ada di puskesmas agar lebih menguatkan kegiatan komunikasi dan pendampingan langsung ke masyarakat khususnya ibu hamil, dipantau secara terus menerus prosesnya sampai melahirkan dan masa nifas. Kita ingin menghargai satu jiwa bisa lahir dalam keadaan selamat dan sehat,”katanya.

Ismi memastikan, yang menjadi fokus sasaran intervensi adalah sang ibu, karena kalau ibu hamil dalam keadaan sehat, maka potensi anak dilahirkan juga dalam keadaan selamat dan sehat. Yang paling rentan mengalami resiko kematian adalah perempuan yang sudah berusia 35 tahun keatas dan juga memiliki anak yang cukup banyak, kondisi seperti ini salah satunya disebabkan karena ketersediaan alat kontrasepsi yang masih minim.

 

“Infrastruktur yang masih jelek dan faktor geografis juga masih menjadi penyebab kematian ibu dan bayi saat persalinan, untuk itu bagi ibu hamil yang rumahnya jauh dari puskesmas, sebelum prediksi tanggal kelahiran, sudah kita rujuk ke puskesmas atau RS untuk dirawat jelang kelahiran,”jelasnya.

Simpan sebagai :

Berita terkait :