Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

KUKAR SIAPKAN KONSEP SISTEM MANUAL RUJUKAN MATERNAL NEONATAL

Rabu, 23 Maret 2016

TENGGARONG : “ATASI PENYEBAB KEMATIAN IBU DAN BAYI DENGAN PENINGKATAN KECEPATAN DAN KETEPATAN TINDAKAN DI FASYANKES”

Upaya mengatasi permasalahan kematian ibu dan bayi di Kutai Kartanegara selama beberapa tahun belakangan ini belum membuahkan hasil yang maksimal. Selain kendala geografis, pengetahuan, keterlambatan pengambilan keputusan dan sulitnya transportasi juga disebabkan oleh belum berjalannya mekanisme rujukan yang baik. Hal ini dikatakan oleh Ismi Kepala Bidang Yankes saat memimpin rapat awal Tim Pokja Penyusunan Manual Rujukan Maternal Nonatal di RSUD AM, Parikesit Tenggarong. (5/2)

 

Meskipun kematian ibu dan bayi selama dua tahun terakhir menunjukkan penurunan jumlah kematian namun ia merasa masih perlu upaya yang lebih keras dalam menekan kematian tersebut pada tahun-tahun mendatang melalui penguatan system rujukan berjenjang. Untuk itu pihaknya sudah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Penyusunan Manual Rujukan Maternal Neonatal di Kutai Kartanegara.

 

Pokja ini melibatkan banyak stakeholder agar sistem kerja yang dirancang bisa lebih optimal.  Sesuai Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Nomor 440/350/Sekrt-I/2016 maka stakeholder yang terlibat dalam Pokja ini adalah seluruh RSUD yang ada di Kukar, seluruh puskesmas dan Jaringannya, perwakilan BPJS Kukar,  dan beberapa organisasi profesi terkait (IDI, POGI, IDAI, IBI, PPNI),  PMI, unsur akademisi (Akademi Kebidanan Kutai Husada Tenggarong), perwakilan bidan puskesmas dan jajaran Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara.

 

Pokja yang sudah disusun ini menyepakati beberapa tugas yaitu :

1.      Menyusun rencana kegiatan operasional, melakukan mapping sarana pelayanan kesehatan yang terkait rujukan serta menyusun draft manual rujukannya.

2.      Melakukan sosialisasi, uji coba dan perbaikan manual rujukan maternal neonatal.

3.      Mengembangkan mekanisme rujukan yang efektif dan efisien dengan memperhatikan unsur utama keselamatan pasien.

4.      Melakukan kajian dalam rangka penyusunan Manual Rujukan-Maternal Neonatal terhadap kualitas pelayanan ANC, kesiapan puskesmas PONED, rumah sakit PONEK, kesiapan  sistem informasi dan komunikasi, sumber-sumber pembiayaan serta sistem transportasi.

5.      Melakukan monitoring dan evaluasi penyusunan manual rujukan maternal neonatal.

 

Lanjut Ismi, rapat tahap awal ini menyepakati langkah-langkah utama yang harus dilaksanakan oleh anggota pokja dan menyepakati pengelompokan kasus / kondisi pasien maternal dan neonatal dikaitkan dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang dibutuhkan untuk percepatan tindakan yang diperlukan :

  1. Kasus Pasien Ibu Maternal Kelompok A :

a.       A1 : Ibu hamil dengan kondisi tidak pernah ANC, diprediksi bermasalah saat persalinan dan dibutuhkan rujukan ke Rumah Sakit PONEK

b.      A2: Ibu hamil dengan kondisi tidak pernah ANC, diprediksi bermasalah saat persalinan dan dibutuhkan pelayanan di Puskesmas PONED.

c.       A3: Ibu hamil dengan kondisi tidak pernah ANC, diprediksi tidak bermasalah saat persalinan dan diberikan pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama termasuk bidan atau dokter praktek mandiri.

 

  1. Kasus Pasien Ibu Maternal Kelompok B :

a.       B1 : Ibu mengalami persalinan bermasalah, memerlukan rujukan emergensi ke Rumah Sakit PONEK

b.      B2 : Ibu mengalami persalinan bermasalah dan memerlukan rujukan ke Puskesmas PONED.

c.       B1 : Ibu dengan persalinan normal, diperlukan pelayanan di FKTP

 

  1. Kasus Pasien Ibu Maternal Kelompok C :

a.       C1 : Ibu bermasalah dalam masa nifas, memerlukan rujukan emergensi ke Rumah Sakit PONEK

b.      C2 : Ibu bermasalah dalam masa nifas, memerlukan pelayanan di  Puskesmas PONED.

c.       C3 : Ibu nifas normal, diberikan pelayanan di FKTP

 

  1. Kasus Pasien NeonatalKelompok D :

a.       D1 : Bayi dengan kondisi neonatal bermasalah, memerlukan rujukan emergensi ke Rumah Sakit PONEK

d.      D2 : bayi dengan neonatal  bermasalah, memerlukan pelayanan di  Puskesmas PONED.

e.       D3 : Bayi dengan neonatal tidak bermasalah, diperlukan pelayanan di FKTP

 

Ia berharap bahwa pada rapat berikutnya semua koordinator pokja sudah mempersiapkan konsep kerja dalam mendukung langkah utama pembuatan manual rujukan tersebut dan dalam jangka waktu satu tahun manual rujukan ini sudah diterapkan. (waa)

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 14
Hari ini: 22
Total: 11404