Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

KUNJUNGAN PASIEN KE KLINIK DM PUSKESMAS RAPAK MAHANG MENINGKAT

Senin, 30 Oktober 2017

“Sehari lebih Kurang Delapan Pasien Perawatan di Puskesmas Rapak Mahang” Kapusk Rapak Mahang.

TENGGARONG :  Pasien menderita penyakit Diabetes Meletus (DM) yang berobat ke Puskesmas Rapak Mahang cukup tinggi, dalam sehari klinik DM puskesmas melayani empat sampai delapan orang yang berobat ke Klinik DM. Petugas juga tidak segan untuk mendatangi penderita DM yang tidak sanggup ke puskesmas.

Klinik Diabetes Melitus Puskesmas Rapak Mahang merupakan salah satu program pelayanan kesehatan unggulan yang sejak dibuka empat tahun lalu sudah ribuan pasien yang ditangani oleh klinik ini.  Selain melayani didalam gedung, tim petugas kesehatan di klinik ini juga melayani pasien-pasien yang berada diluar gedung khususnya yang tidak sanggup ke Puskesmas.

 

“Dalam sehari klinik DM yang ada di puskesmas Rapak Mahang dikunjungi empat sampai delapan orang yang membutuhkan penanganan penyakit DM, sedangkan tahun lalu pasien yang berobat antara dua sampai empat pasien perharinya,” kata Kepala Puskesmas Rapak Mahang, Eko Marmono, beberapa hari yang lalu.

Penanganan yang sering dilakukan, yaitu perawatan kaki, karena luka akibat DM yang akut cukup parah, dan diobati sampai kering. Penanganan akan sulit apabila si pasien memang menderita DM karena factor keturunan.

“Klinik DM ditangani tiga orang tenaga ahli, yang dikoordinir oleh seorang dokter dan dua orang perawat yang ahli menangani perawatan penderita DM,”jelasnya.

Eko menambahkan, jika pasien tidak sanggup datang ke puskesmas, bisa saja menghubungi puskesmas untuk didatangi petugas kesehatan dirumah pasien, jadi perawatan dilakukan dirumah saja.

“Datang ke rumah pasien bagian dari program kepedulian puskesmas Rapak Mahang,”paparnya.

Masih menurutnya, penderita DM yang tinggi di masyarakat, menjadi perhatian agar masyarakat bisa melakukan pola hidup sehat, dengan tidak terlalu banyak mengkonsumsi nasi, dan harus diimbangi dengan perbanyak konsumsi sayur dan buah.

“DM merupakan penyakit yang tidak menular, untuk mengurangi resikonya Jangan lupa juga rutin berolahraga, sebagai upaya menjaga kesehatan dan menciptakan gerakan masyarakat hidup sehat.”jelasnya.(Wa-Ry)

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 17
Hari ini: 34
Total: 9762