Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

KUNKER KABUPATEN PASER KE DINKES KUKAR “PELAJARI SPORA DAN PROGRAM SATU PINTU GUDANG FARMASI”

Jumat, 17 Nopember 2017

“Sistem Satu Pintu Pengelolaan Kefarmasian Dan Perbekalan Kesehatan Ini, Memudahkan Proses Audit” Kadinkes Kukar

 

 

KUKAR : Tertarik dengan pengelolaan obat di Gudang Farmasi, Kabupaten Paser salah satu kabupaten di Propinsi Kaltim, melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya ke Gudang Farmasi Kabupaten. “Saat ini Jajaran Dinas Kesehatan Kukar telah membuat sebuah sistem satu pintu pengelolaan  obat yang terhubung antara Puskesmas, Gudang Farmasi dan Dinas Kesehatan. Dengan sistem ini akan membantu dan memudahkan proses pemeriksaan dari auditor” Ujar Koentijo, kadinkes Kukar saat menerima rombongan Dinkes Paser di Ruang Pertemuan Dinkes Kukar. (16/11).

 

 

Rombongan dari kabupaten Paser yang diketuai oleh Dokter Dewa Kadinkes Paser yang didampingi pejabat teknis dan staf gudang farmasi mengatakan bahwa pihaknya baru menyelesaikan gedung baru gudang farmasi oleh karena itu dengan belajar ke dinkes Kukar akan mendapatkan pelajaran tentang pengelolaan obat yang ada di Gudang Farmasi Dinkes Kukar. “Sistem pengelolaan obat di Kukar sudah dikenal sampai go internasional” Ungkap Dewa sambil bercanda.

Selanjutnya, Dewi Kepala Seksi Kefarmasian dan Perbekalan kesehatan dalam paparannya mengatakan penerapan pengelolaan obat satu pintu dimulai sejak berdirinya UPTD Gudang Farmasi tahun 2010. Dengan berdirinya unit teknis ini maka seluruh sediaan farmasi, obat, vaksin, perbekalan kesehatan dan alat kesehatan dikelola oleh UPTD Gudang Farmasi Kabupaten. Namun saat itu mekanisme satu pintu ini belum dijalankan di Puskesmas, khususnya pengelolaan vaksin masih dikelola oleh petugas imunisasi Puskesmas.

 

 

Pada Tahun 2016, pengelolaan vaksin secara bertahap dimasukkan dalam pengelolaan kefarmasian dan perbekalan kesehatan satu pintu di Puskesmas. ”Proses pengelolaan kefarmasian dan perbekalan kesehatan termasuk pengelolaan vaksin akan dilakukan oleh apoteker atau tenaga farmasi puskesmas” ungkap Dewi.

Pengelolaan satu pintu sistem kefarmasian dan perbekalan kesehatan ini juga dilakukan di level manejemen dinas kesehatan salah satunya adalah LPLPO dari Puskesmas akan diverifikasi lebih dahulu oleh tim di seksi Kefarmasian dan Perbekalan kesehatan kemudian diserahkan ke UPTD Gudang Farmasi untuk proses selanjutnya. “copy LPLPO yang sudah diproses di Gudang Farmasi, dikirim kembali ke kami untuk dilakukan rekapitulasi” beber Dewi.

 

 

Dewi juga menjelaskna beberapa sistem aplikasi berbasis offline yang digunakan untuk pengelolaan obat dengan nama SPORA dan E-Logistik. SPORA atau Sistem Pengelolaan Obat Rasional merupakan aplikasi yang dapat memberikan gambaran secara cepat dan tepat informasi pengelolaan obat mulai dari jumlah penerimaan, pemakaian dan  kebutuhan obat di Puskesmas. “Kedua sistem aplikasi ini bisa mencegah kekosongan dan “over” kelebihan obat di Puskesmas” Ungkap Dewi. 

Setelah pemaparan di dinas kesehatan, rombongan melanjutkan kunjungan ke Gudang Farmasi Kabupaten untuk melihat dan mempelajari proses pengelolaan sistem satu pintu tersebut. Dari hasil kunjungan itu, Dewa mengungkapkan bahwa pihaknya ingin bekerja sama dengan dinkes Kukar, dan berharap dapat memanfaatkan aplikasi SPORA dan E-Logistik yang digunakan oleh dinkes Kukar. “Kami berharap Dinkes Kukar bisa membantu menerapkan aplikasi tersebut” Pungkasnya.

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 16
Hari ini: 26
Total: 10965