Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

LEBIH DEKAT DENGAN NAKES TELADAN 2016 TINGKAT TROVINSI KALTIM AKHMAD NURYADI PERAWAT PUSKESMAS KOTA BANGUN

Selasa, 12 Juli 2016

Tenggarong : Perawat yang tak kenal lelah, pantas disematkan kepada sosok Akhmad Nuryadi AMd.Kep, pria yang lahir di kecamatan Kota Bangun 1 Agustus 1971, sudah lama mengabdi sebagai tenaga kesehatan, sebelum bertugas di Puskesmas Kota Bangun, Nuryadi pernaha bertugas di daerah pedalaman, tepatnya bertugas di Puskesmas Pembantu Batu Ampar II yang masuk wilayah kecamatan Muara Bengkal Kutai Timur, yang saat itu masih masuk wilayah administrasi Kutai, dengan status sebagai CPNS tahun 1992, kemudian Nuryadi bertugas di puskesmas Muara Bengkal dari 1992-1994, saat bertugas di puskesmas Muara Bengkal, dia pun diangkat sebagai PNS. Setelah itu Nuryadi pindah tugas ke daerah hulu Mahakam lagi tepatnya di Kutai barat, dan lumayan lama mengabdi di Melak, dari 1994-2003, dan dari tahun 2004 sampai sekarang bertugas di puskesmas Kota Bangun.

Nuryadi menyelesaikan Study keperawatan di SPK Departemen Kesehatan(Depkes) samarinda tahun 1991, dan menyelesai study D3 Keperawatan di Poltekes Samarinda 2009. Saat ini Nuryadi masih aktif sebagai Humas Persatuan Perawat Nasional Indonesia(PPNI) cabang Kukar, dan Ketua IPB 2 kecamatan Kota Bangun.

Kepedulian sosok Nuryadi dibidang kesehatan sudah dibuktikan, dengan terlibat dalam komunitas Hidup Cerah Sejahtera(HCS) kecamatan Kota Bangun sebagai Koordinator II. Dan aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat, yang bersentuhan dengan bidang perikanan, perrtanian, perkebunan dan peternakan, dengan memakai pakan dan pupuk organic yang lebih sehat, dan mulai sekarang mengurangi pemakaian pakan dan pupuk kimia, ini sangat penting untuk diterapkan demi mewujudkan Kukar sehat di masa yang akan datang.

Kegiatan lintas program di internal puskemas Kota Bangun, sebagai perawat Penyelia yang membantu di Poli Umum, serta bertugas mensukseskan program Pengendalian Penyakit Tidak Menular(PPTM), seperti Hipertensi, Obesitas dan Diabetes Militus(DM), di kota Bangun terbilang cukup tinggi, tiap tahunnya yang selalu mengalami peningkatan pasien. Permasalahannya, menurut Nurhadi, karena belum adanya Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) yang ada di Pusban di desa. 

Tahun 2014 yang lalu, Nuryadi ikut memfasilitasi pembentukan Posbindu di tiga desa, dan sampai pertengahan tahun ini, berhasil membentuk Posbindu di desa Benua Baru, dan mengangkat Kades Benua Baru Ketua Posbindu nya. Aktif memantau pelayanan posbindu yang diberikan kader kepada masyarakat, agar mampu menganalisa factor resiko terjadinya PTM. Pria ini juga rutin menggelar senam jantung dan diabetes di Posbindu desa Kota Bangun Ulu.

Agar Posbindu berjalan maksimal, Nuryadi berpesan kepada Kader Posbindu yang ada di Pusban Desa, bisa memamfaatkan fasilitas kesehatan yang ada, walapun terbilang minim, dengan mengambil keputusan strategis, upaya antisipasi masalah kesehatan sejak dini di masyarakat tidak membesar, dan kepada kader harus bisa juga memodifikasi lingkungan sekitar untuk mendukung aktivitas Posbindu. (WAA/RY)

 

 

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 70
Hari ini: 18
Total: 11401