Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

LIMA DESA DI KUKAR CANANGKAN STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN

Jumat, 29 Juli 2016

KUKAR : Penyakit Diare masih menjadi momok bagi sebagian besar masyarakat yang dampaknya bisa menimbulkan kematian terutama bagi bayi dan balita. Tercata dalam laporan sepuluh besar penyakit, kasus diare selalu masuk dalam laporan tersebut. Salah satu penyebab dari tingginya kasus ini adalah lingkungan yang buruk dan kebiasaan masyarakat yang kurang sehat dalam perilaku buang air besar.

Stop Dieare!

Menyikapi hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara, menggalakkan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

Pada Tahun 2015 Dinas Kesehatan melalui Seksi Penyehatan Lingkungan sudah melakukan pemicuan STBM (sanitasi total berbasis masyarakat) khususnya untuk gerakan stop buang air besar sembarangan untuk 23 desa, namun  gerakan ini belum membuahkan hasil yang optimal. Sehingga perlu penguatan kembali untuk gerakan pemicuan STBM khususnya gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan melalui pencanangan untuk Lima Desa sebagai lokasi Percontohan gerakan tersebut.

Dari hasil pemicuan program diatas dan kerjasama lintas sektor serta lintas program dengan leading sektor Dinas Kesehatan maka dilakukan verifikasi desa/kelurahan ODF (open defecation free) atau bebas buang air besar sembarangan untuk lima desa tersebut yaitu yaitu desa Bunga Jadi Kecamatan Muara Kaman, Giri Agung dan Lekaq Kidau kecamatan Sebulu, Lamin Pulut Kecamatan Kenohan dan Rapak Lambur Kecamatan Tenggarong

Sasaran desa tersebut dilakukan monitoring oleh pihak Puskesmas serta Pemerintahan Desa yang dinyatakan sudah memiliki jamban sehat 100 persen, setelah itu baru dilakukan pembuktian dengan melakukan verifikasi yang melibatkan tim dari Dinas Kesehatan, Pemerintahan Desa dan Puskesmas setempat.

Hasil dari verifikasi ke 5 (lima) desa tersebut sudah dinyatakan 100 persen  bebas dari buang air besar sembarangan. Kriterianya adalah semua rumah tangga di desa tersebut memiliki jamban, tidak terdapat kotoran manusia disekitar lingkungan rumah, tidak membuang kotoran di sungai maupun kebun dan tidak terdapat sumur yang dekat dengan pembuangan kotoran (septik tank). 

Desa yang dinyatakan sudah bebas buang air besar sembarangan akan terus di monitoring oleh pihak Pemerintahan Desa dan Puskesmas  setempat agar tidak berubah kembali  pada kebiasaan yang dahulu. 

Peran Dinas Kesehatan dalam Upaya melanggengkan gerakan ini maka terus menerus melakukan koordinasi lintas sektor dan penekanan kepada puskesmas melakukan pendampingan secara berkala kepada desa yang sudah bebas buang air besar sembarangan dan melakukan pemicuan awal kepada desa yang belum menerapkan gerakan ini.

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 47
Hari ini: 21
Total: 10984