Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

MENGENAL NAKES FARMASI TELADAN NASIONAL WAKIL KUKAR 2016

Jumat, 19 Agustus 2016

KUKAR : Fitri Noramadiana adalah sosok Petugas Farmasi di Puskesmas Sungai Meriam yang sudah bekerja selama 10 tahun dan selama melaksanakan tugas tersebut ia banyak menghadapi berbagai permasalahan diantaranya adalah ketidaksesuaian sediaan farmasi dan pemanfaatannya di Puskesmas induk, puskesmas pembantu dan di Pondok Bersalin Desa. Iya juga menghadapi Peredaran Sediaan Farmasi  mengandung bahan berbahaya  di masyarakat serta Pengetahuan masyarakat dan pemilik usaha industri rumah tangga   terhadap keamanan pangan masih kurang.

Berangkat dari permasalahan ini, maka Fitri yang juga seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak dan harus melaksanakan kewajibannya terhadap suaminya harus memutar otak dan mengatur waktunya dalam mengatasi permasalahan tersebut yang kedua sisi kehidupan tersebut sama beratnya.
Namun semangat dari keluarganyalah yang membuat dirinya mendapat motivasi dalam mengatasi permasalahan pada tugas kesehariannya.

INOVASI FITRI :
Ada rutinitas pekerjaan yang harus dia lakukan di dalam gedung mulai dari memberikan pelayanan resep  umum, resep  askes/ jamkesda, melakukan  stok opname  obat di ruang apotek dan ruang poli – poli, melakukan Stok opname diruang poli pelayanan puskesmas serta rutinitas di pusban dan polindes.
Namun selain pekerjaan rutinitas tersebut, iya harus melakukan pekerjaan di Luar Gedung seperti pengawasan dan bimbingan teknis  penggunaan obat di pusban dan polindes, Kunjungan  ke sarana farmasi  ( Apotek, Toko Obat ), Pengawasan dan pembinaan   kesarana industri rumah tangga (IRT), Pengawasan  peredaran kosmetik dimasyarakat  Pelayanan pengobatan Lansia, Posbindu, dan Pusling serta Pembinaan kader posyandu dan kader kesehatan lainnya tentang obat tradisional dan tanaman obat keluarga.
Untuk mengatasi permaslahan yang iya hadapi, maka tidaklah cukup hanya dengan melakukan kegiatan rutinitas. Fitri melakukan langkah-langkah untuk membuat program Unggulan diantaranya adalah :

1.Melakukan kegiatan koordinasi dan integrasi dengan lintas program Puskesmas untuk         Pengawasan dan Pembinaan Produk Olahan Industri Rumah Tangga.
2.  Melakukan kegiatan pembinaan dan pengawasan industri rumah tangga (PIRT) yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan petugas program sanitarian khususnya untuk melakukan pendataan Industri Rumah Tangga dan melakukan pengawasan terhadap produksi industri rumah tangga yang seringkali disinyalir ada bahan-bahan berbahaya yang tidak sesuai.
3.    Fitri juga melakukan pengawasan terhadap penggunaan Bahan Mentah yang menjadi dasar pembuatan suatu produk  yang diolah melalui proses tertentu untuk dijadikan makanan.
4.    Ia juga melakukan kegiatan pengawasan  dan pembinaan secara langsung pada saat proses produksi dengan mengamati  kelayakan produk  olahan tersebut secara visual (indera penglihatan ) dengan memperhatikan produk olahan  tersebut sampai memenuhi persyaratan.

Memperhatikan apa yang sudah dilakukan dan dampak yang ditimbulkan dari upayahnya, maka hal tersebut menjadi bahan kajian sendiri bagi Tim Penilai Tenaga Kesehatan Teladan mulai dari Tingkat Kabupaten sampai Tingkat Nasional yang kemudian dinyatakan sebagai Tenaga Kesehatan Farmasi Teladan Tingkat Nasional Tahun 2016. (waa)


Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 15
Hari ini: 15
Total: 10278