Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

ONE GATE POLICY PENGELOLAAN KEFARMASIAN PUSKESMAS

Kamis, 3 Agustus 2017

“Dinkes Mulai Menerapkan Kebijakan Pengelola Kefarmasian Khususnya Vaksin Harus dilakukan Oleh Petugas Farmasi di Puskesmas” Kadinkes Kukar

 

KUKAR : Selama lima tahun Dinkes Kukar melakukan evaluasi terhadap mekanisme kefarmasian baik yang ada di Puskesmas maupun dinas kesehatan serta evaluasi hasil temuan Badan Pemeriksa keuangan, dari hasil kajian tersebut maka perlu diterapkannya One Gate Policy dalam pengelolaan kefarmasian. “Ketersediaan farmasi, perbekalan kesehatan dan obat-obatan yang dimiliki beberapa lintas program yang ada di dinas kesehatan maupun puskesmas yang berasal dari berbagai sumber tetap menjadi kewenangan dan tanggung jawab pengelolaannya bagi petugas farmasi kabupaten maupun puskesmas“ Ujar Koentijo Kadinkes Kukar saat membuka acara pelatihan manajemen pengelolaan sedian farmasi bagi Puskesmas di Dinkes Kukar (02/08).

Lebih lanjut Koentijo menyampaikan, bahwa dinas kesehatan sudah membuat surat keputusan tentang penerapan One Gate Policy pengelolaan kefarmasian ini kepada seluruh kepala puskesmas, namun belum semua puskesmas menerapkan kebijakan tersebut. Kondisi seperti ini disebabkan belum optimalnya kompetensi tenaga farmasi puskesmas untuk menerima tanggung jawab dalam kebijakan tersebut.

Kebijakan ini menekankan pada tanggung jawab dan pengelolaan seluruh bentuk kefarmasian dan obat-obatan di dinas kesehatan maupun di puskesmas dilakukan oleh petugas farmasi kabupaten dan puskesmas termasuk juga pengelolaan vaksin yang dibeberapa puskesmas masih dilakukan oleh petugas program Imunisasi.

“Saya sudah melakukan koordinasi dengan semua kepala bidang di lingkungan dinkes, agar supaya ketersediaan farmasi dan obat-obatan dari berbagai sumber diserahkan pengelolaannya kepada petugas farmasi kabupaten maupun puskesmas“ Ujarnya.

Sementara itu, Dewi Kepala Seksi Kefarmasian Dinkes Kukar yang juga menjadi nara sumber pertemuan tersebut, mengatakan bahwa pertemuan ini dilaksanakan selama dua hari tersebut (02-03 Agustus) dihadiri oleh semua petugas Farmasi Puskesmas yang bertujuan meningkatkan kompetensi petugas dalam pengelolaan vaksin puskesmas dan menguatkan penerapan SPORA (Sistem Pengelolaan Obat Rasional). “Sebelumnya pengelolaan vaksin Puskesmas dilakukan oleh petugas Imunisasi Puskesmas, namun dengan adanya kebijakan baru One Gate Policy maka pengelolaan vaksin dan kefarmasian dilakukan melalui  satu pintu menjadi tanggung jawab petugas farmasi puskesmas. Maka kami selenggarakan pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi petugas farmasi puskesmas dalam pengelolaan vaksin tersebut” Ujar Dewi.

 

Untuk percepatan peningkatan kompetensi petugas farmasi Puskesmas, Dewi mengundang Nara Sumber dokter Made Yosi dari Kemenkes. Dalam penyampaiannya Yosi menjelaskan bagaimana tugas dan tanggung jawab petugas farmasi dalam mengelola vaksin Puskesmas sehingga vaksin tersebut tetap terjaga kualitas dalam penyimpanannya.

Lanjut Dewi, pada hari kedua peserta diberikan materi penguatan penerapan aplikasi Sistem Pengelolaan Obat Rasional atau yang dikenal dengan nama aplikasi SPORA. Dengan penerapan aplikasi berbasis offline ini, petugas farmasi akan dimudahkan dalam membuat pencatatan dan pelaporan pengelolaan obat puskesmas. Petugas farmasi dapat menyajikan perencanaan obat atau LPLPO, menyajikan stock opname obat di puskesmas dan pemakaian obat serta secara otomastis aplikasi akan memberikan “notifikasi warning” untuk obat-obat yang sudah ekspire date.

“saya berharap, semua petugas farmasi puskesmas setelah dilatih mampu mengelola kefarmasian di Puskesmas, khususnya pengelolaan vaksin, serta mampu mengoperasikan aplikasi SPORA secara optimal sehingga berdampak pada penyajian data yang akuntable.” Pungkasnya.

Simpan sebagai :

Berita terkait :