Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

POSBINDU PTM DASAR DI SMAN 2 TENGGARONG

Rabu, 25 Oktober 2017

“Atasi Gangguan Obesitas, Gejala Diabetes Melitus, Hipertensi dan Perilaku Merokok Pada Siswa, Dewan Guru dan Karyawan Sekolah” Kepala Puskesmas Rapak Mahang .

KUKAR : Menurut Hasil Survai Kesehatan Remaja yang dilakukan Puskesmas Rapak Mahang menunjukkan makin meningkatnya gangguan obesitas, kasus merokok, gejala diabetes mellitus serta hipertensi dikalangan pelajar. Memperhatikan kondisi seperti ini, Puskesmas Rapak Mahang membentuk Posbindu PTM Dasar di sekolah yang salah satunya di SMAN 2 Tenggarong. “Kegiatan Posbindu di sekolah ini diselenggarakan untuk mengatasi berbagai permasalahan makin meningkatnya penyakit yang tidak menular yang mulai meningkat dikalangan remaja”Ujar Eko Kepala Puskesmas Rapak Mahang saat ditemui dikantornya (20/10).

Lanjut Eko, yang pernah menjadi Kepala Puskesmas Loa Kulu ini, mengatakan bahwa Posbindu PTM (Penyakit Tidak Menular) merupakan bentuk peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik. Faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) ini meliputi perilaku merokok, konsumsi minuman beralkohol, pola makan tidak sehat, kurang aktifitas fisik, obesitas, stres, hipertensi, hiperglikemi, hiperkolesterol serta menindak lanjuti secara dini faktor risiko yang ditemukan melalui konseling kesehatan dan segera merujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Kelompok PTM Utama adalah diabetes melitus (DM), kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah (PJPD), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan.

Pada saat ini, resiko penyakit tidak menular sudah menyerang kaum remaja, oleh karena itu pembentukan Posbindu PTM bukan hanya diselenggarakan di kelurahan atau desa namun mulai dikembangkan di sekolah-sekolah. “Posbindu PTM Dasar yang kami bentuk di SMAN 2 Tenggarong sudah berjalan mulai tahun 2014 lalu” Ujar Eko.

Dalam menyelenggarakan Posbindu PTM disekolah, ia mengintegrasikan program UKS dan PKPR yang sudah berjalan lebih dahulu. Pihaknya melatih kader PKPR  untuk menjadi kader Posbindu PTM. Untuk sarana penunjangnya seperti ruangan, meja dan kursi disediakan oleh pihak sekolah sedangkan peralatan medisnya disediakan oleh puskesmas berupa Kit Posbindu. “ satu paket Kit Posbindu bantuan dari Kementrian Kesehatan kami gunakan untuk menunjang pelayanan di Posbindu PTM SMAN 2 tenggarong” terang Eko.

Dalam penyelenggaraannya Posbindu menerapkan prinsip kerja lima meja. Meja Pertama kader melakukan pendaftaran atau registrasi, meja kedua kader wawancara mengenai keluhan PTM, meja ketiga untuk pengukuran sasaran mulai dari pengukuran berat badan dan tinggi badan, meja keempat untuk pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan darah sederhana oleh petugas kesehatan, serta meja kelima untuk identifikasi faktor resiko PTM dan konseling perilaku sehat.

Selain menjalin kerjasama dengan pihak sekolah untuk melatih kader PKPR menjadi kader Posbindu, ia juga membangun kerja sama dengan pihak Dinas Pendidikan Cabang Tenggarong, dan BKB-P3A Kukar agar kegiatan ini juga menjadi tanggung jawab sektor terkait.

Eko menambahkan, sasaran kegiatan ini selain siswa dan siswi juga guru dan karyawan sekolah tersebut. Apabila dari hasil pemeriksaan didapatkan resiko penyakit tidak menular pada sasaran maka dilakukan rujukan ke Klinik Remaja untuk siswanya dan rujukan ke poli Lansia atau poli PTM Puskesmas bagi  dewan guru dan karyawan sekolah. 

Ia menjelaskan dampak dari Posbindu ini, menurunnya kasus –kasus resiko penyakit tidak menular oleh karena sudah diidentifikasi gejala awalnya pada saat pemeriksaan di Posbindu dan dilakukan tindak lanjut oleh petugas melalui pengobatan medis dan konseling perilaku sehat. “sejak diselenggarakannya Posbindu di SMAN 2 ini, Kasus resiko PTM  terutama hipertensi, gangguan obesitas dan perilaku merokok mulai turun” Ujar Eko.

Terkait pengembangan dari program ini, Eko menjelaskan bahwa pihaknya akan mengembangkan program ini pada sekolah lainnya. “Kami sudah mulai mengembangkan di sekolah MAN Tenggarong pada tahun ini, dan untuk sekolah lainnya direncanakan pada tahun mendatang”. Pungkasnya

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 46
Hari ini: 26
Total: 10276