Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

PUSKESMAS BLUD JONGGON BERTEKAD TURUNKAN PERSALINAN OLEH DUKUN BAYI

Senin, 20 Maret 2017

“Sediakan Ruang Khusus Persalinan Dan Perawatannya Untuk Menekan Resiko Kematian Maternal dan Neonatal” Ali Hanafi Kapus Jonggon

TENGGARONG- Meskipun Puskesmas Jonggon termasuk berusia muda sebagai Puskesmas induk namun tidak mau kalah dengan Puskesmas lain di Kukar, dengan disandangnya status BLUD ia terus melakukan  upaya meningkatkan pelayanan kesehatan. Salah satunya dengan menyediakan ruang khusus persalinan dan perawatan.

Hal ini disampaikan oleh Ali Hanafi Kepala Puskesmas Jonggon saat ditemui diruang kerjanya.(16/3)

Ia menambahkan meski sudah berubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas Jonggon masih mempertimbangkan sisi sosial, dan tidak selamanya, pasien yang berobat ke Puskesmas Jonggon, dikenakan tarif layanan. Termasuk juga pasien-pasien persalinan. 

Pembukaan ruang khusus persalinan ini dilakukan sejak akhir tahun 2015 lalu, dimana merupakan wujud peningkatan layanan buat masyarakat  untuk melepas atau menurunkan ketergantungan ibu melahirkan terhadap dukun beranak.

“Kita sukses, menurunkan ketergantungan ibu melahirkan ke dukun beranak, yang beresiko kematian ibu dan anak, dengan berpindah kepada tindakan medis di Puskesmas Jonggon,” kata Kepala Puskesmas Jonggon, Ali Hanafi.

Ali menambahkan, ketergantungan masyarakat di lima desa yang masuk wilayah kerja Puskesmas Jonggon, seperti Lung Anai, Sungai Payang, Margahayu, Jonggon Jaya, dan Jonggon cukup tinggi, tercatat di tahun 2014 lalu, total ibu yang melahirkan sebanyak 135 orang, yang melahirkan di dukun beranak mencapai 49 orang. Ditahun 2015 total ibu melahirkan 217 yang melahirkan di dukun beranak mencapai 15 orang. Sedangkan ditahun lalu, dari total kelahiran 226 orang yang masih melahirkan ke dukun beranak 11 orang. Ada trend penuruan persalinan oleh dukun, Tegasnya. 

“Percaya dengan dukun beranak terjadi di masyarakat yang merupakan bagian dari tradisi nenek moyang. Merubah prilaku masyarakat tidak mudah, butuh waktu yang lumayan lama, namun pihaknya bertekad untuk mengatasi persoalan ini secara perlahan selain dengan promosi kesehatan dan peningkatan mutu layanan bagi masyarakat“ ujarnya.

Pelayanan persalinan di Puskesmas Jonggon, dilayani oleh Dokter dan bidan. Jika malam hari proses melahirkan ditangani oleh bidan, namun tetap diawasi oleh dokter, demi memberikan pelayanan medis yang maksimal saat proses persalinan.

Ali menambahkan, Puskesmas yang dipimpinnya, masih mempertimbangankan aspek sosial, meski sudah berubah status menjadi BLUD. Jika tarif melahirkan dengan proses normal dikenakan biaya Rp600-700 Ribu, namun bagi ibu melahirkan dari kategori keluarga tidak mampu, bisa dibebaskan dari biaya.

“Kalau ada keluarga yang benar-benar miskin, dengan kebijakan khusus maka biaya melahirkan gratis, pasca melahirkan pun tetap dipantau dengan tindakan rawat jalan. Bukan hanya melahirkan, pasien penderita penyakit Paru-paru dari keluarga miskin juga digratiskan, imbas dari BLUD, pendapatan langsung puskesmas bisa untuk membantu pasien miskin, “ jelasnya.

Masih menurut Ali, kekurangan puskesmas yang dipimpinya belum ada fasilitas pelayanan rawat inap, padahal rawat inap sangat penting diberlakukan di Puskesmas Jonggon.. Kedepannya kita akan membuka pelayanan rawat inap, dari segi fasilitas yang ada sekarang sudah cukup untuk rawat inap, seperti Ranjang ada empat unit, ruang bersalin ada dua kamar. Hal senada juga disampaikan oleh dokter Puskesmas Jonggon, Mariati, selain menjadi Puskesmas rawat inap ia menginginkan Puskesmas Jonggon bisa berstatus PONED dengan difasilitasi  oleh Dinkes untuk sarana dan prasarananya.(waa/ry)

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 17
Hari ini: 26
Total: 10965