Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

PUSKESMAS KAHALA KEMBANGKAN POSYANDU MODEL INTEGRASI

Jumat, 27 Juli 2018

“Memberikan Layanan Tambahan Berupa Keterampilan Ekonomis Bagi Ibu-Ibu dan Mengintegrasikan Program Posyandu Dengan Layanan Paud Dan BKB/TK/TPA

Hakim Petugas Puskesmas Kahala.

 

Kukar :   Posyandu merupakan salah satu upaya kesehatan berbasis masyarakat yang sudah berkembang pesat di pelosok desa seluruh Indonesia. Namun dalam perkembangannya posyandu ini mulai kurang diminati kaum ibu Balita sehingga capaian sasarannya kurang optimal. Melihat kondisi seperti ini, Puskesmas Kahala bekerja sama dengan PKK mulai mengembangkan Posyandu Terintegrasi. “Selain memadukan beberapa program di lintas sektor seperti layanan PAUD, Taman Kanak-Kanak dan Taman Pendidikan Alqur’an, serta budi daya Tanaman Obat Keluarga, kami juga memberikan layanan tambahan ketrampilan ekonomis bagi ibu-ibu”. Ujar Kapus Kahala, disampaikan oleh  Hakim petugas Puskesmas pengelola Posyandu, saat ditemui di Puskesmas

 

Hakim menambahkan bahwa, dalam mengembangkan inovasi ini selain bekerja sama dengan PKK, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan lintas sektor kecamatan  diantaranya adalah Dinas Pendidikan, kantor agama, kantor Pertanian, PLKB, Pemerintah Desa dan Pemerintah kecamatan. “Kami bentuk Tim Koordinasi lintas sektor dan masing-masing sektor mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap programnya” Ungkap 

Lanjut Hakim menjelaskan bahwa Posyandu model ini merupakan pelyanan kesehatan terpadu yang saling bersinergi dan terintegrasi antara posyandu dengan PAUD/TK/TPA dan Bina Keluarga Balita.

 

Tujuan dari inovasi ini selain untuk menurunkan kematian bayi dan ibu melahirkan, mengembangkan potensi anak secara optimal, meningkatkan asupan gizi dan memantau status kesehatan ibu, juga untuk meningkatkan sumber ekonomi masyarakat. “Dengan demikian posyandu menjadi pusat kegiatan program kesehatan dan ekonomi masyarakat yang dampaknya kunjungan posyandu meningkat” kata 

Melihat sasaran dari Posyandu model Integrasi  ini sama dengan program dari sektor terkait yaitu bayi, balita, ibu hamil dan Pasangan UsiaSubur (PUS) serta ibu-ibu lainnya yang ingin mendapatkan pelatihan ketrampilan ekonomi, maka program pembangunan dari masing-masing sektor bisa saling mendukung.

 

Dalam pelaksanaan Posyandu Model Terintegrasi ini, tetap menggunakan sistem 5 meja yaitu meja pendaftaran, penimbangan, pencatatan,  penyuluhan dan pelayanan. Namun pada meja pelayanan semua lintas sektor mengambil perannya masing-masing. “Pelayanan Kesehatan, Immunisasi, DDTK & KB, penanggulangan gizi buruk, Penanggulangan ISPA & Diare dilakukan oleh Puskesmas,  Konseling pendidikan usia dini & pra-sekolah dilakukan oleh  Pamong / Pendidik PAUD dan TPA dilakukan oleh Kantor urusan Agama serta pelatihan ketrampilan peningkatan ekonomi masyarakat dilakukan oleh dinas pertanian dan pemerintah desa 

 

Meskipun program ini baru dikembangkan namun Hakim berharap menjadi program yang berkelanjutan dan didukung oleh semua pihak. “ Pada saat ini pengembangan pada posyandu di sekitra desa Kahala, kedepannya akan dikembangkan di Posyandu desa-desa yang lain  di kecamatan Kahala” Pungkasnya.

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 3
Hari ini: 27
Total: 10033