Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

PUSKESMAS SUNGAI MERDEKA KEMBANGKAN PETA RESIKO TINGGI BERBASIS GOOGLE MAPS DAN GPS

Rabu, 23 Maret 2016

Panduan Ke Lokasi BumilKUKAR : “Kami Sudah Mengembangkan Peta Resiko Tinggi Untuk Program Kesehatan Ibu dan Anak Yang Bisa di Akses di Gadget/Android Petugas di Desa”  Ujar Gunadi

Sejak 2 Tahun terakhir angka kematian ibu dan bayi turun di wilayah puskesmas Sungai Merdeka, kejadian penuruanan kasus ini tidak terlepas dari upaya Puskesmas dalam mengoptimalkan pelaksanaan program Pelayanan Kesehatan bagi Ibu dan Bayi. “Kami sudah mengembangkan Peta khusus bagi sasaran Ibu Hamil dan melahirkan, namun berbeda dengan peta yang sudah dikembangkan oleh Puskesmas lainnya, yang kami kembangkan Peta Program KIA berbasis “Google Maps dan GPS” dimana setiap ibu hamil dan nifas tergambar dalam peta tersebut, sehingga petugas yang berada di Pusban maupun Puskesmas Induk dapat melihat posisi dan jumlah sasaran tersebut dan memudahkan untuk melakukan tindakan yang diperlukan terhadap sasaran tersebut termasuk resiko tinggi.Ujar Gunadi Kepala Puskesmas Sungai Merdeka.

 

Aplikasi ini sudah dikembangkan sejak 2015 oleh Tim Teknologi Informasi Puskesmas Sungai Merdeka. Awalnya pihak Puskesmas membuat peta resiko tinggi manual yang tidak mudah diakses oleh semua petugas dan tidak dapat setiap saat dilakukan “update” datanya, melihat kondisi seperti ini, Zikri koordinator Tim IT Puskesmas melakukan perubahan peta resiko tinggi manual menjadi berbasis “Google Maps via GPS” yang tertanam di Website Puskesmas Sungai Merdeka. Puskesmas mulai mengenalkan aplikasi ini pada semua bidan atau petugas lain di Pusban dan Polindes wilayah Puskesmas tersebut. Dengan penerapan aplikasi ini, mereka sangat terbantu untuk melakukan input data sasaran dan memantau perkembangan sasaran resiko tinggi tersebut.

 

Gambaran Peta Resiko Program KIA Berbasis “Google Maps dan dan GPS”

 

Zikri menjelaskan, peta ini memanfaatkan aplikasi Google Maps dan ordinat GPS bagi setiap sasaran. Ketika membuat peta ini diperlukan kerjasama petugas di Pusban dan Puskesmas serta Tim IT. Masing-masing petugas mendatangi lokasi rumah sasaran resiko tinggi dengan memanfaatkan aplikasi GPS yang ada di masing-masing gadget/android untuk mendapatkan angka titik ordinat dan menginformasikan titik ordinat tersebut ke Tim IT Puskesmas yang nantinya titik ordinat diinputkan pada aplikasi Google Maps tersebut disertai data pendukung sesuai keperluan sasaran resiko tinggi.

 

Data pendukung dimaksud bisa berupa nama, foto, nomor handphone, alamat dan info lain yang diperlukan sehingga setiap petugas di Pusban dan Puskesmas bisa saling melakukan pemantauan dan “update” status kesehatan pasien. Dalam membuat menu informasi pada aplikasi ini, pihaknya selalu terbuka setiap masukan dari petugas lapangan untuk perubahan yang ingin ditambah seuai kebutuhan petugas, Ujar Zikri.

 

Pengembangan Peta Resiko Program Lain

Terkait dengan pengembangan aplikasi ini, Gunadi menambahkan bahwa Tim IT Puskesmas sudah mengembangkan untuk program Pencegahan Penyakit seperti Peta Resiko Google Maps penyakit DHF, namun saat ini belum dimanfaatkan oleh karena ia berharap pihak Dinas Kesehatan Kukar memahami aplikasi ini lebih dahulu dan menunggu tanggapan positif upaya pengembangan yang sudah dilakukannya. Selain itu, pengembangan yang akan kami lakukan pada aplikasi ini, nantinya masyarakat dimudahkan dalam mencari informasi tentang lokasi – lokasi pelayanan kesehatan seperti apotik, praktek kesehatan swasta, klinik dan info lain dengan mengakses lebih dahulu website Puskesmas Sungai Merdeka Halaman Info Kesehatan By Google Maps. (waa)

 

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 20
Hari ini: 28
Total: 5627