Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | RaGaPanTas ( Gerakan Keluarga Peduli Pencegahan & Atasi Stunting ) | Better Information - Better Decision - Better Health

PUSKESMAS “TERPENCIL” KAHALA KEMBANGKAN POJOK JAMU

Selasa, 30 April 2019

“Layanan inovasi Pojok jamu ini, merupakan kerja sama Puskesmas Kahala dengan kader kesehatan setelah mereka mengembangkan kebun gizi dan Posyandu terintegrasi di Desa Kahala” Sofyan, Kapusk Kahala.

 

KUKAR : Puskesmas Kahala terletak dipedalaman Kabupaten Kutai Kartanegara. Untuk menuju kesana diperlukan waktu empat sampai lima jam perjalanan darat dengan kondisi jalan berbatu dan berpasir. Bila kondisi hujan maka perjalanan ke Puskesmas tersebut terhambat dengan banjir dan jalan berlumpur. Namun kondisi ini sangat berbeda dengan semangat Jajaran Puskesmas kahala dengan segala keterbatasan sarana dan tenaga masih mampu membuat berbagai program inovasi. Puskesmas yang pernah meraih Puskesmas Berprestasi kategori terpencil ini, mengembangkan inovasi baru program Pojok Jamu. “ Dibuatnya sarana pojok jamu di Puskesmas Kahala ini, sebagai jawaban dari keinginan kader posyandu yang sudah mengembangkan kebun Toga dan sebagian produksinya diolah menjadi jamu dan bernilai ekonomis bagi kader “ Ujar Sofyan kepala Puskesmas kahala saat dihubungi melalui telepon seluler.(23/04).

Sofyan menjelaskan dirinya tidak bisa hadir pada saat peresmian program Pojok Jamu tersebut namun ia telah memberikan mandat kepada Kepala Tata Usahanya untuk menyampaikan perjalanan inovasi Pojok Jamu di Puskesmas. Peresmian program inovasi Pojok Jamu ini, selain dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan, Kecamatan, Desa dan lintas sektor terkait nampak juga para kader Posyandu, jajaran Puskesmas dan masyarakat sekitar yang ingin menikmati Pojok Jamu.

 

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Dewi, Kepala Seksi Perbekalan Kesehatan dan Kefarmasian mengatakan bahwa Dinas Kesehatan sangat mendukung program inovasi ini, namun ia menekankan jamu secara medis dan ilmiah belum teruji bisa digunakan sebagai pengobatan atau menyembuhkan penyakit, jamu atau obat tradisional lebih diarahkan untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh. “Jamu secara turun - temurun dipercaya sebagai obat tradisional, namun belum teruji secara medis bisa menyembuhkan penyakit” Ujarnya.

 

Sementara itu Kepala Desa Kahala, yang diwakili oleh Sekretaris Desa memaparkan perjalanan awal dalam pengembangan Pojok Jamu di Puskesmas. Berangkat dari pengembangan Posyandu terintegrasi di Desa Kahala yang juga sukses mengembangka kebun Toga atau Kebun Gizi, para kader berkeinginan untuk mengembangan inovasi baru memasarkan hasil kebun Toga tersebut. Dari pemikiran tersebut dan bekerja sama dengan Puskesmas Kahala, memunculkan inovasi Pojok Jamu. Ia juga mengusulkan untuk penambahan dana operasional Posyandu agar upaya-upayakan kesehatan yang sudah dilakukan dapat berjalan lebih lancar.

 

“Kami usulkan kepada Kepala Desa untuk penambahan dana operasional Posyandu dan PKK agar upaya kesehatan berjalan lancar” Pungkasnya .(waa)

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 7
Hari ini: 68
Total: 14640