Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

SAMPAH JADI DUIT, BANK SAMPAH KAHALA LESTARI

Kamis, 10 Agustus 2017

“Merubah Perilaku Masyarakat, Memanfaatkan Sampah Plastik, Logam dan Kertas Jadi Bernilai Ekonomis” Kapus PKM Kahala disampaikan Oleh Rahman staf Teknis Kesling

KAHALA - KUKAR : Berawal dari keprihatinan perilaku masyarakat Kahala yang mempunyai kebiasaan membuang sampah di kolong rumah, di sungai dan bahkan ada yang dibakar serta tidak adanya  petugas pengelolaan sampah diwilayah Kahala. Hal ini yang menggugah hati Rahman Petugas Kesling Puskesmas Kahala untuk mengatasi persoalan tersebut. Ia merintis program bank Sampah khususnya di desa Kahala yang dimulai tahun 2014 sampai sekarang. “ Sejak ada Rumah Bank Sampah di desa Kahala, Masyarakat sudah mulai memanfaatkan sampah terutama jenis sampah plastik dan kertas untuk dikirim ke Bank Sampah sebagai tabungan bernilai ekonomis” Ujar Rahman Petugas Kesling Puskesmas Kahala saat ditemui dikantornya. (10/8).

Lanjutnya, ia merintis gerakan penanggulangan sampah di kecamatan Kahala dimulai sejak Tahun 2011 dengan menggalakkan kegiatan penyuluhan, namun tidak berdampak pada perubahan perilaku masyarakat. “Kegiatan Penyuluhan penanggulangan sampah sudah sering kami lakukan, namun tidak memberi dampak pada perubahan perilaku  masyarakat serta memboroskan anggaran Puskesmas, oleh karena itu perlu terobosan dengan aksi yang nyata dengan membangun Gerakan Bank Sampah” Ujar Rahman, yang kemudian disampaikan kepada Kepala Puskesmas.

Ia mulai gerakan ini dengan melakukan sosialisasi dan advokasi fokus ke Desa Kahala. Pendekatan tersebut disambut positif oleh Kepala Desa sebagai gerakan Bank Sampah percontohan kecamatan kahala. Desa Kahala mengalokasikan anggaran untuk mendukung gerakan ini, dan pada tahun 2016 Rumah Bank Sampah telah terbangun. “Setelah pihak desa menyampaikan bangunan Rumah Bank Sampah sudah selesai dan menyerahkan proses selanjutnya, maka saya langsung mengimplementasikan Gerakan ini yang kami namankan Bank Sampah Kahala Lestari yang berarti Lingkungan Etam Sehat Tertata Rapi. “Ungkapnya.

Dalam penerapannya, Rahman yang masih berstatus Tenaga Harian Lepas (THL) ini menjelaskan, ia mengumpulkan seluruh Ketua RT, Tokoh Masyarakat dan Organisasi bidang lingkungan serta mendatangi sekolah-sekolah untuk diberikan pemahaman tentang Gerakan Bank Sampah dan meminta dukungan untuk gerakan ini.

Setelah pengurus Bank Sampah dibentuk dari anggota masyarakat Desa Kahala, maka mereka mulai membagi tugas melakukan kunjungan ke masyarakat dan sebagian ke sekolah – sekolah untuk mengumpulkan jenis-jenis sampah yang bernilai ekonomis. Seperti sampah botol, kertas dan plastik.

Setiap sampah yang dikumpulkan dari masyarakat ditimbang berdasarkan jenis sampah dan harga yang sudah ditentukan. Seperti layaknya mekanisme menabung di Bank konvensional, Sampah yang sudah terkumpul dan dikemas akan dibeli oleh pengumpul sampah dari Tenggarong. Uang hasil penjualan sampah tersebut dibagikan ke masyarakat sesuai nama dan jumlah kilogram sampah yang ditabung.

Pada tahun pertama selama enam bulan terkumpul lebih kurang 900 kilogram sampah dari 41 nasabah, dengan nilai uang lebih dari tiga juta rupiah. “Sebelumnya sampah-sampah dengan berat hampir satu ton dibuang mengotori lingkungan, namun sekarang sampah tersebut mampu bernilai ekonomis” Ujar Hakim. 

Tahun ini, melalui Forum Kabupaten Sehat, Bank Sampah Kahala Lestari menerima bantuan dari BLHD Kukar berupa mesin komposter dan Motor Gerobak, sedangkan tahun depan akan dibantu mesin pencacah plastik.  “Dengan bantuan peralatan komposter dan pencacah plastik maka proses daur ulang akan lebih mudah dan cepat” Ujar Rahman. 

Senada yang disampaikan oleh Lukman, Camat Kenohan, bahwa Gerakan Bank Sampah ini merupakan teroboson baru dalam gerakan pengelolaan sampah.  Ia berharap masyarakat aktif menjadi nasabah Bank Sampah yang bernilai ekonomis daripada membuang sampah sembarangan. Program ini masih diterapkan di dua desa yatiu desa Kahala dan Kahala Ilir namun kedepannya akan dikembangkan di desa lainnya. 

Untuk menguatkan gerakan ini pihaknya sudah meminta kepada Kepala Desa untuk merencanakan pembuatan TPS dan TPA di Desa Kahala sekaligus mengaktifkan mobil Bank Sampah yang masih memerlukan perbaikan.

“Kami akan membuat tempat khusus  yang lebih besar untuk pengumpulan sampah ekonomis ini, membuat TPS dan TPA serta memfungsikan mobil sampah yang saat ini masih memerlukan perbaikan” Ujar Camat Kenohan. 

Lebih lanjut ia mengatakan, Pengelola Bank sampah harus profesional dan harus mengembangkan inovasi. Selain itu sudah ada rencana kerjasama dengan PNPM Mandiri untuk program daur ulang sampah menjadi jadi kerajinan tas, cendera mata dan barang fungsional lainnya.          

Kepala Puskesmas Kahala didampingi Rahman juga menjelaskan optimalisasi dan pengembangan gerakan Bank Sampah Lestari sudah dilakukan di dua desa yaitu Semayang dan Tuana Tuha. “Kami mengusulkan pada kepala Desa kahala untuk membuat TPS dan TPA agar lebih mengoptimalkan perilaku sehat masyarakat dalam membuang sampah, dan selanjutnya Puskesmas sudah memfasilitasi desa yang lain untuk pengembangan gerakan Bank Sampah Lestari ini” Pungkasnya.

Simpan sebagai :

Berita terkait :