Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

TEKAD DINKES KUKAR OPTIMALKAN TARGET ASI EKSKLUSIF

Rabu, 16 Nopember 2016

“Latih Seluruh Petugas dari Rumah Sakit dan Puskesmas Untuk Konseling Menyusui” Serianti Koordinator Gizi Dinkes

KUKAR : “Kondisi yang cukup memprihatinkan mencermati rendahnya cakupan ASI Eksklusif di Kukar hanya sekitar 30% yang jauh dari harapan minimal 50% ditambah lagi masih banyak petugas kesehatan belum menerapkan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) sesuai standar, hal inilah yang menjadi tekad Dinkes Kukar melakukan perubahan mindset petugas pelayanan kesehatan di semua fasyankes dengan memberikan pelatihan konseling ASI. “Dengan pelatihan ini kami berharap cakupan pemanfaatan ASI Eksklusif di masyarakat meningkat yang berimbas terhadap menurunnya permasalahan gizi khususnya pada balita” Ujar Ismi Kabid Yankesmas melalui Serianti Koordinator Gizi Dinkes Kukar. (12/11).

Menguatkan tekad ini, Dinkes Kukar menggandeng Yayasan Sentra Laktasi Jakarta untuk melatih petugas pelayanan kesehatan penanggung jawab program ASI bagi seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit di Kukar. Pelatihan diselenggarakan selama satu minggu pada awal Nopember lalu di Hotel Grand Elty Tenggarong. 

Kerjasama ini menekakankan pada proses pelatihan Konseling Menyusui selama 40 Jam sesuai standart Modul WHO UNICEF. Pihak Yayasan Sentra Laktasi menugaskan dr. Utami Rusli sebagai Breasfeeding Expert, dr. Silvia sebagai Course Director dan 6 orang fasilitator.

Terkait dengan pelatihan ini, Serianti menjelaskan bahwa permasalahan yang dirasakan oleh kebanyakan ibu yang mau menyusui diantaranya adalah ASI tidak keluar, puting tenggelam, puting lecet, salah dalam posisi menyusui dan anggota keluarga yang tidak mendukung serta petugas tidak menyegerakan IMD bagi ibu. Hal ini yang menjadi titik tolak dilatihnya petugas kesehatan menjadi motivator dan konselor bagi ibu-ibu dalam mengatasi permasalahan pemanfaatan ASI dan IMD tersebut.

Ia menambahkan, belum semua fasyankes terutama klinik dan praktek swasta ikut dalam pelatihan ini, namun ia berharap petugas puskesmas dan rumah sakit yang sudah dilatih ikut membantu dalam menyampaikan ketrampilan sebagai konselor peningakatan ASI ekslusif bagi pihak-pihak lain yang memerlukan. Seluruh Puskesmas dan rumah sakit diharapkan sudah menyediakan ruang khusus konseling ASI, meskipun pada saat ini hanya beberapa puskesmas yang sudah menyediakan fasilitas tersebut, tiga Puskesmas di Kukar yang bisa menjadi rujukan dalam penyediaan ruang khusus konseling ASI adalah Puskesmas Rapak Mahang, Sambnoja dan Loa Janan.  jelasnya. (waa)

 

Simpan sebagai :

Berita terkait :

   KATEGORI       

Link Aplikasi

Link Terkait

STATISTIK

Online: 35
Hari ini: 37
Total: 9762