Responsive image
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara | Mohon maaf, website masih dalam tahap pengembangan | Better Information - Better Decision - Better Health

TUJUH PUSKESMAS DAPAT BANTUAN AMBULAN

Jumat, 18 Agustus 2017

“Optimalkan Pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat dengan Peningkatan Sarana Khususnya Untuk RujukanSamad, Kabid SDK

TENGGARONG- Dihari peringatan HUT RI yang ke 72 tahun di lingkungan pemkab Kukar, tujuh Puskesmas yang ada di Kukar mendapat ambulan yang diserahkan secara langsung oleh Bupati Kukar Rita Widyasari. Dinkes Kukar merencanakan akan menggantikan ambulan yang tidak layak dioperasikan diganti dengan ambulan yang baru.

“Awalnya yang kita usulkan sebanyak sepuluh ambulan untuk sepuluh puskesmas, namun yang teralisasi baru tujuh puskesmas, sebanyak tiga puskesmas lagi menyusul pengadaannya,”kata Kabid Sumber Daya Kesehatan(SDK) Dinkes Kukar, Samad.

Dia menjelaskan, ketujuh puskesmas yang mendapatkan ambulan, Muara Badak, Muara Jawa, Loa Janan, Perangat, Sebulu 1, Sebulu 2 dan Teluk Dalam. Tiga puskesmas yang direncanakan mendapatkan puskesmas  yaitu Mangkurawang, Sungai Merdeka, serta Loa Kulu. Untuk pengadaan tujuh ambulan menghabiskan anggaran sebesar Rp1,9 Miliar. Dengan jenis mobil merek Daihatsu Luxio lengkap dengan perlengkapan oksigen dan peralatan medis lainnya, karena ambulan tersebut berfungsi sebagai ambulan rujukan.

“Pengadaan tujuh ambulan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus(DAK) bidang kesehatan tahun 2017, sedangkan tiga ambulan lagi diupayakan bersumber dari APBD-Perubahan Kukar tahun 2017, jika tidak ada halangan akhir tahun sudah diwujudkan. Pengadaan puskesma memakai system e-Katalog,”ujarnya.

Samad meyakini, pengadaan ambulan merupakan sebuah kebutuhan mendesak, karena ambulan yang dimiliki puskesmas sudah tidak layak beroperasi, seperti Puskesmas Muara Muntai miliki tiga unit, namun ketiganya dalam kondisi rusak. Ambulan puskesmas Tabang rusak parah karena terendam banjir.Puskesmans Mangkurawang miliki dua unit ambulan, sama juga dalam kondisi sudah tidak layak beroperasi.

 “Pernah petugas medis Puskesmas sungai Merdeka ingin melakukan kegiatan keluar gedung puskesmas, akhirnya gagal karena mogok ditengah jalan, begitu juga dengan puskesmas lainnya. Tahun depan direncanakan pengadaan 12 ambulan bagi 12 puskesmas,”pungkasnya. 

Simpan sebagai :

Berita terkait :