Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara
HOME | KATA PENGANTAR | PROFIL | PROGRAM | PUSKESMAS | FORUM | SUMBERDAYA KESEHATAN

Berita

EVALUASI PROGRAM KESEHATAN KELUARGA BAGI KEPALA PUSKESMAS DAN BIDAN KOORDINATOR SE KUTAI KARTANEGARA

Millenium Development Goals (MDGs) merupakan bentuk kesepakatan global yang mengundang dan mengandung tanggung jawab seluruh tenaga kesehatan untuk ikut serta mensukseskan 8 sasaran pembangunan millennium. Hal tersebut tidaklah mudah, mengingat kondisi Indonesia yang sangat memprihatinkan, baik dari segi ekonomi maupun dari segi pendidikan, terlebih lagi angka kematian ibu akibat hamil dan melahirkan di Indonesia menduduki kasus tertinggi di ASEAN, yaitu mencapai 228/100.000 kelahiran hidup. Data ini berdasarkan hasil survey demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007
Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki posisi penting dan strategis dalam sasaran pembangunan millennium atau MDGs, terutama pada nomor 4 dan nomor 5 yaitu menurunkan angka kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu. Bidan memberikan pelayanan yang berkesinambungan dan paripurna, berfokus pada aspek pencegahan, promosi dengan berlandaskan kemitraan, serta pemberdayaan masyarakat. Bidan bersama tenaga kesehatan lain senantiasa siap melayani siapa saja yang membutuhkan, kapan dan dimanapun berada.
Seiring dengan keikutsertaan dalam mendukung semua program pemerintah dan untuk mengatasi sejumlah permasalahan kesehatan yang ada, maka telah dilaksanakan berbagai kegiatan yang berfokus pada peningkatan kesehatan ibu dan anak disemua fasilitas kesehatan ditingkat dasar. Kegiatan program tersebut diawali dari mempersiapkan remaja yang sehat, memberikan pelayanan pada ibu hamil, ibu bersalin dan nifas, memberikan pelayanan kontrasepsi KB, menangani bayi baru lahir, memberikan stimulasi deteksi, intervensi dan pemantauan tumbuh kembang balita, serta memberikan pelayanan kesehatan pada kelompok lanjut usia
Dengan telah dilaksanakannya semua program diatas maka dipandang perlu untuk melakukan evaluasi terhadap pencapaian cakupan program agar mampu dilakukan analisa permasalahan yang masih ada dan untuk mencari solusi dan perencanaan kegiatan program kegiatan selanjutnya agar keberhasilan dan target yang diharapkan bisa dicapai dengan hasil yang optimal. Dalam rangka pencapaian penurunan AKI dan AKB maka dipandang perlu untuk melakukan upaya-upaya tersebut dalam semua bentuk pelayanan secara efektif, efisien dan berkesinambungan yang terintegrasi disemua lini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara, drg.H. Koentijo Wibdarminto, MA dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan ini mengatakan bahwa saat ini sebenarnya jumlah Tenaga Bidan di Kabupaten Kutai Kartanegara sudah mencukupi namun pada kenyataannya banyak dari Tenaga Bidan tersebut yang tidak bekerja dalam lingkup program KIA karena keterbatasan jumlah tenaga di Puskesmas. Bidan seharusnya tahu berapa sasaran programnya seperti Ibu hamil, persalinan, neonatus dan Balita
Menurut Pak Kun, Panggilan akrab Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara, bahwa hal yang harus dikedepankan adalah kepentingan program dan bukannya kepentingan profesi, kalau hanya kepentingan profesi maka Bidan secara professional menolong persalinan dan kegiatan KIA lainnya, namun kepentingan yang lebih besar lagi yaitu dalam rangka memenuhi target SPM khususnya menekan angka kematian ibu dan bayi jauh lebih penting, perlu dicatat bahwa di kabupaten Kutai Kartanegara sejak bulan januari hingga April 2013 sudah terjadi 14 kematian ibu oleh karena itu setiap Pimpinan UPT Puskesmas se Kutai Kartanegara diharapkan mampu mengendaikan para Bidan Koordinator
Menurut beliau ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh Bidan khususnya para Bidan Desa yaitu :
1. Komunikasi terhadap Ibu untuk merencanakan langkah-langkah menyambut persalinan dan masa Nifas, berikan ANC dan info ANC yang bagus dan libatkan suami
2. Partnership dan relationship antar Dukun dan Tenaga Kesehatan
3. Sifat Promotif seorang Bidan harus dikedepankan
Dalam kesempatan ini beliau juga berpesan kepada seluruh Pimpinan Puskesmas Se Kutai Kartanegara agar dalam penyusunan RKT Puskesmas dapat membuat perencanaan KIA khususnya anggaran pertemuan dan pelatihan Bidan Koordinator dan Bidan Desa demikian juga dengan program posyandu harus ditingkatkan kembali khususnya pemeriksaan Ibu Hamil setiap bulan di Posyandu, ruangan-ruangan di Puskesmas juga sebaiknya mulai diperhatikan dan di tata sedemikian rupa sehingga ibu mau melahirkan di Puskesmas, semua ibu hamil harus dikejar dan semua ibu Nifas harus didatangi
Angka kematian Bayi di Kutai Kartanegara tahun 2012 tertinggi se Kalimantan Timur yaitu 178 bayi tahun 2011 dan 135 bayi pada tahun 2012, penyebab kematian bayi adalah:
1. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
2. Aspexia
3. Lahir Prematur
4. Infeksi Neonatorum
5. Kelainan bawaan
Program Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara kedepan akan ada 5 puskesmas yang menjadi pilot project dimana akan secara bertahap para bidan akan diberi kesempatan untuk berangkat ke Australia untuk mengikuti pelatihan, dan pada tahap awal ini akan dikirim 10 orang bidan karena menurut Beliau bahwa program kesehatan sebaik apapun kalau kematian ibu dan bayi masih tinggi maka tetap mendapatkan penilaian yang buruk, selanjutnya beliau juga menekankan bahwa pelatihan yang telah didapatkan oleh seorang Bidan seharusnya diajarkan kembali kepada Bidan bidan yang lain yang berada diwilayah kerjanya
Sebelum menutup sambutannya beliau menyampaikan bahwa pada tahun 2014 nanti akan ditingkatkan anggaran pengadaan sarana dan prasarana khusus Bidan Desa
Pada kesempatan ini ketua IBI (Ikatan Bidan Indonesia) cabang Kutai Kartanegara H. Lindawati, Amd.Keb, S.Sos, M.Kes yang juga pelaksana Program Kesehatan Keluarga (Kesga) Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara mengatakan bahwa pelatihan bagi bidan akan lebih ditingkatkan khususnya pelatihan skill dan tupoksi dimana jumlah bidan saat ini di Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 434 orang masih banyak yang belum mengetahui Tupoksi dan indicator pencapaian programnya. Pada Bulan April 2013 ini akan dikirim sebanyak 30 orang Bidan Puskesmas Pembantu untuk mengikuti pelatihan perawatan Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) metode Kanguru di kota Balikpapan.

Dalam kegiatan evaluasi ini, materi yang akan disampaikan meliputi :
1. Materi SPM Bidang Kesehatan, Bpk. dr. Sahat Mangasi, MPH
2. Materi Desa Sehat Mandiri oleh Bpk. Ahmad Budiannur
3. Materi Integrasi P2-KIA oleh Bpk. Mawardi, SKM, M.Adm.Kes
4. Materi Integrasi GIZI-KIA oleh Serianti, SKM
5. Materi Sosialisasi Kohort Bayi dan Balita oleh Hj. Mediantati
6. Materi Penguatan Program Remaja oleh Ika Harni Letyoningsih
7. Evaluasi Program Kesga oleh H.Lindawati, Amd.Keb,S.Sos,M.Kes dan
8. Materi Sosisalisasi Kesehatan Olahraga oleh Tim PKPM/ Yankes

Tenggarong, 17 April 2013
Tim SIK dan KLN Dinkes Kutai Kartanegara